Pesta Blogger 2009 yang dilaksanakan Sabtu, 24 Oktober 2009 sudah berlalu. Seperti dua pesta sebelumnya, pesertanya membludak, seribu blogger lebih datang memenuhi tempat perhelatan di Gedung SMESCO, Jakarta. Meski demikian, jumlah yang banyak itu tak mampu menyembunyikan keresahan sejumlah pihak bahwa blog kini kian kurang populer.
Setahun lalu, para blogger masih membantah habis-habisan pernyataan “Blog adalah tren sesaat”. Saya sendiri termasuk yang mendukung “blog bukanlah tren sesaat” mengingat pemain lokal pun serius terjun menyediakan jasa blog, seperti Detik.com yang membangun BlogDetik.com serta pemain baru seperti Dagdigdug.com. Namun, suara bantahan ini semakin lirih akhir-akhir ini. Penyebabnya? Sederhana: para blogger, terutama yang dianggap senior, sibuk ber-twitter-ria dan ber-facebook-ria. Sebagian besar kegiatan social media mereka beralih ke dua social media baru yang sangat menarik itu, terutama Twitter. Pada saat yang sama, mereka mengabaikan blog mereka sendiri dengan semakin jarang menulis posting baru, dan kian malas menjawab respon blog.
Tren para blogger senior ini bukan hanya isyarat kian kurang menariknya blog di tengah fenomena Facebook dan Twitter. Data-data yang saya ambil dari GoogleAdPlanner juga menunjukkan bahwa era blog boleh dibilang sudah lewat. Jumlah penggunanya nyaris mentok ke angka itu-itu juga. Sulit dinaikkan lagi. Pada saat yang sama, tingkat kunjungannya merosot drastis dalam setahun terakhir ini.
Wordpress.com, dengan jumlah empat jutaan akun asal Indonesia, layanan blog paling populer di Indonesia, pun mulai melorot awal tahun setelah memuncak pada kuartal tiga 2008. Lihat data di bawah ini.

Blogger.com, atau Blogspot.com, mengalami nasib yang serupa. Pengguna Indonesianya saat ini sekitar 1,3 juta, trafiknya memuncak pada Juli 2008, namun juga mulai melemah akhir tahun 2008. Lihat grafik di bawah ini.

Bagaimana dengan penyedia jasa blog lokal? Sama saja. Perhatikan trafik Blogdetik.com dan Dagdigdug.com di bawah ini.


Bagaimana dengan Kompasiana.com, blog buatan kelompok Kompas.com? Sama saja. Blog yang baru saja merayakan ulang tahun pertamanya sempat merosot setelah diluncurkan, meski dua bulan terakhir menunjukkan kenaikan trafik. Kita lihat saja tren beberapa bulan berikutnya, apakah tetap naik atau menurun. Sebagai layanan baru Kompas.com, Kompasiana.com masih menikmati euforia semangat baru. Kita lihat setelah dua tahun.

Data-data di atas, apa boleh buat, menunjukkan bahwa secara umum blog memang kian tidak populer. Blog memang tren sesaat. Yang memicu itu adalah lahirnya media komunikasi dan eksistensi diri baru yang lebih menarik buat para blogger, yakni Facebook dan (terutama) Twitter saat ini.
Kan yang kekal itu adalah perubahan pak :p Blognya tetap ada cuma berubah bentuk menjadi 140 karakter haha
bukannya twitter dan facebook notes itu juga termasuk blog/microblog?
sesaat tapi kalau yang bertahan blog2 berkualitas kayaknya ndak papa kan pak?
data tersebut sebenarnya kurang akurat untuk menggambarkan jumlah blogger di indonesia. why? banyak sekali blogger yang sudah beralih menggunakan domain dan hosting sendiri, tidak menggunakan layanan gratisan.
belum lagi blogger yang fokus membidik visitor dari luar negeri, terutama para publisher adsense. mengandalkan visitor lokal sangat tidak menguntungkan karena terkena smart pricing dari google. masing-masing publisher biasanya punya lebih dari 20 blog aktif yang dalam sehari bisa menerbitkan 10 artikel per blog.
Sesaat itu berarti ada kecenderungan. Saya rasa ini adalah hal yang biasa, namun saya tetap optimis dengan semakin banyak tumbuh bibit2 baru kaum intelektual yang akan berkontribusi pemikirannya dalam blog.
Stuju pak.. tapi ada tapinya. Menurut saya, menurunnya pamor blog memang karena zaman. Menulis panjang panjang terasa menjemukan. lama. Makan waktu. Buang energi. Tapi disinilah kelihatan siapa blogger sejati. Menurut saya blogger sejati adalah mereka2 yang terus saja menulis meski mungkin tak pernah dibaca orang lain. Menulis terus terus dan terus. Soal blogger senior yang pindah ke model 140 karakter (media sosial lain) itu juga tak akan lama. Pasti mereka akan kembali ke jalan yang benar ( menjadi blogger sejati lagi)
Seleksi alam sepertinya berlaku juga untuk blog ya…menurutku sich blog tetap tidak tergantikan meskipun ada FB atau twitter.
saya pikir justru yang trend sesaat itu itu facebook dan twitter. Lama2 juga bosen kok karena rasa memiliki gak sekuat blog. Bentar lagi juga bakal balik tuh semua ke blog masing-masing..
Sayangnya blogger senior juga ikut2an. Maklum sih, namanya juga ngembangin market/fansnya
Aduh syukur alhamdulillaaaaah.
Makin banyak yang bosan mengacau di dunia blog, makin tersaring blog serius dengan blog latah.
Makin berkurang sainganku. Hohoho.
“Sesaat” itu rentang waktunya berapa lama sih? Sebulan? Setahun? 100 tahun? Standarnya mau pakai standar apa? Kalau pakai standar usia bumi ya jelas blog itu tren “sesaat”
Di era informasi digital sekarang ini 3 bulan pun bisa dibilang lama. Justru yang harus digarisbawahi bukan kata “sesaat”nya melainkan kata “tren”, benarkah blog itu cuma “tren”? Atau kah ada perubahan fundamental yang telah dilakukan blog terhadap kebudayaan atau pun kebiasaan manusia?
Penitikberatan pada kata “sesaat” akhirnya membuat “sesat” pemahaman makna blog itu sendiri. Karena rentang waktu itu tidak relevan dengan efek yang diciptakan oleh fenomena blog. Kita tentunya tidak akan mengatakan kalau “Reformasi” itu cuma “tren” kan? Apalagi “tren sesaat”
Pasti ada yang bertepuk tangan karena fenomena ini. Pelajaran yang bisa diambil adalah, selalu menghargai opini minor disela realita mainstream. Tak perlu emosional menanggapi suara minoritas, sekalipun secara tipikal betapa menyebalkan dia buat kita … Btw, saya setuju bahwa ini seleksi alam. Yang main-main biar terpinggirkan. Yang serius, jalan terus dan tetap mengambil manfaatnya. Khasiat blog tidak ditentukan oleh berapa penggunanya, tetapi bagaimana si pengguna mampu menggunakannya …
Mungkin berkurang jauh ini agak kurang relevan kalau diasosiasikan dengan Trend. Dulu banyak blog yang dibuat, dan makin lama passion untuk ngeblog pasti berkurang dengan banyak alasan.
Sekarang tinggal tersisa blogger2 yang fokus, aktif dan lebih niche a.k.a blog-blog bermutu. Saya pikir the whole process ini hanya seleksi alam terhadap blogger yang serius dengan yang tidak.
Lebih baik sedikit berkualitas, daripada banyak namun junk. JMHO.
menulislah,,, maka kamu akan abadi…
Mungkin benar yg dikatakan teman2 diatas ttg seleksi alam. Yang benar2 bertahan adalah yg memang mempunyai passion dlm menulis. Sedangkan yg sekedar ikut tren akan hilang seiring dgn waktu.
Tetapi yg semakin serius menulis jg akan meningkat menjd lebih profesional dgn menggunakan fasilitas berbayar bukan gratisan lagi, sehingga grafik pengguna blog gratisan akan menurun dgn munculnya facebook & twitter yg lebih menarik user2 baru.
Blog trend sesaat?…
rasanya ini sirkulasi.. ada beberapa kemungkinan
1) semua beralih seperti diatas
2) Semua memilih meningkatkan P. Branding lewat domain berbayar
3) Yang tersisa adalah Blogger yang benar benar ingin mempertahankan Blognya sebagai media mainstream. Disini akibatnya hanya mereka yg mempunyai pengaruh di media singktnya …era saat ini disebut filterisasi
Pada akhirnya yang tersisa adalah blogger-blogger yang memang mencintai kegiatan menulis di blognya.. bukan karena tren “ngeblog” dia ikutan ngeblog..
Saia malah gak pernah feel so addicted with FB and Twitter, somehow hehehe…
Nice warning
gaya bisa berubah,di blog,di FB
tapi intinya tetap share ide dan berinteraksi
blog tak akan pernah mati selama manusia mau berfikir dan menyampaikan fikirannay lewat media tulisan… mungkin wadahnya yang berubah.. kalau dulu blog.. sekarag facebook dan twitter…. hihihi…
Masa jaya blog itu cukup lama, bisa dibilang klo klaim sesaat itu sudah gugur sejak lama. Klo trennya menurun karena sebagian berpindah ke platform lain, rasanya wajar saja. Yg penting bukan menjadi tren, tapi eksis dan tetap memberi manfaat.
Klo liat kawan kanan-kiri n ngaca sendiri ya memang banyak blogger yg lama ga ngupdate blognya. Lamaaa. Jadi masih relevankah Pesta Blogger itu?
blog masih ok untuk media komunikasi , justru facebook dan twitter akan segera meredup ketika mncul produk namanya ketak ketik
Berarti Pak Roy Suryo benar prediksinya. Bravo buat beliau. Semestinya beliau yang menjadi Menteri Informatika.
Grafik diatas berbicara dengan sendirinya. Dengan sangat powerful. Mayoritas bloger memang hanya ikut-ikutan tren. Dan ini pasti ndak bertahan lama.
Yang bertahan adalah blog dengan mutu yang kokoh, dan ditulis dengan konsisten. Contohnya ya : Blog Strategi + Manajemen….:)
kalo berdasarkan yg pake domain sendiri, masih lumayan jalan update-nya. mungkin frekuensi post tidak semasif dulu, tapi setidaknya ada per bulannya. Semua memang soal seleksi alam sih.
Bukannya facebook dan twitter pun bisa jadi tren sesaat?
Kalau disebutkan bahwa blog tren sesaat, bisa benar, untuk mereka yang tdk punya tujuan jelas daam nge-blog, atau hanya iseng. Tapi yang punya tujuan/fokus ke depan pasti tetap bertahan, meski postingannya kurang konsisten karena kesibukan.
Kembali lagi, memang seleksi alam yang menentukan. Blogger sejati pasti tetap bertahan
Anw, nice post Pak!
Masing-2 mempunyai kelebihan, di blogger kita bisa sepenuhnya mencurahkan segala kreasi dan uneg-uneg. Buat apa harus resah, walau sementara ini artikel kita jarang yang baca atau blog kita sepi pengunjung, enjoy saja. Nanti kalo sudah bosan dg yang baru, pasti yang lama akan dicari lagi. Disitulah, kita memiliki koleksi artikel yang sangat berharga. Dan banyak orang butuh akan informasi tersebut.
Kalau menurut saya memang diperlukan sebuah kemauan yang keras dalam diri kita untuk terus menulis, karena memang menulis itu perlu effort sendiri.
Jika dibandingkan dengan blog, twitter atau facebook atau plurk memang lebih menarik karena user bisa nulis apa yang dia mau dan apa yang terlintas sesaat dalam pikiran dia secara singkat.
Kalo blog? kita harus memikirkan tata bahasa yang bagus, alur penulisan yang bagus dan gimana caranya supaya pembaca bisa mengikuti dari awal sampai akhir tulisan
.
kenapa takut dengan perubahan?
Saya termasuk orang yang menyayangkan fenomena ini. Priyadi dulu terkenal sebagai blogger paling ngetop di Indonesia, dan termasuk orang yang PALING menentang habis pendapat Roy Suryo yang mengatakan “blog tren sesaat”, kini… hm….
Saya kira, blog dan social networking adalah dua hal yang berbeda. Saya pernah menulis di Notes Facebook saya, bahwa social networking bisa mengurangi produktivitas menulis, dan ternyata ini benar. Padahal menulis itu sangat penting. Ngeblog juga sangat penting.
Semoga terlahir blogger2 Indonesia yang konsisten setelah baca tulisan mas nukman
Banyak kok blogger senior yg masih aktif sampai saat ini. Bukankah FB N TWItter termasuk microblog?
Bloger hanya tren sesaat,maybe no maybe yes..tp kalo dipikir ad benernya jga.skrg para pngguna blogger mmang sdh brkurang,klu dikatakn it krn bnyak yg brpndah kelain hti,bener bnget.so bgitu hdir yg lbih menarik itlah yg dminati,bnyak yg memilih pindah ke-fb,fb brtmbah krn bnyak iklannya..ditambah lgi dukungan aplikasi dari ponsel saat ini yg memudahkan para pengguna,maka bermunculanlah pemain bru.saya pernah mengajak teman2 saya nge-blogs,tp syang mereka blg blogs apaan?,asik gak kyak diFB?,bsa chat gak?,saya blg coba aj dlu,yah malah malingin wajah stlah tau.mklum hoby mereka bkn menulis.parahnya ad yg blg buat blog itu rumit,berbelit-belit.ya pikiran org memang berbda2 bkan.mskipun begitu kata tmen rmaja saya yg skrg lg gila2an maen FB.tp smpai saat in sya ttap ngeblogs..kok,krn blog udah kayak bku diary bt saya..:) ,whatever org mau blg ketinggalan zaman..
memang betul Pak, ..rasanya sekarang malu memakai kaos bertu;iskankan,..blog bukan tren sesaat…..
Semakain jarang posting, sibuk FB-an..adalah fenomena yang ada sekarang.
Saya ada solusi sedikit…status FB-ku kumasukkan ke sidebarnya blog..sehingga bisa saling menunjang.
Sudah menjadi hukum alam/seleksi alam dimana hanya blog2 yang bermanfaat/berkualitas yang akan tetap eksis/banyak trafik …seperti blog ini!
saya setuju dengan komentar2 kawan2 di atas. ngeblog ini memang ibarat seleksi alam. yang paling fit aja yang akan bertahan.
tetep aza ngeblog namun postingan di integrasikan otomatis terposting ke FB dan Twitter dgn memakai rss karena itu paragraf pertama harus pinter2 menyusunnya aga pas di tampilan FB dan Twitter
layanan blog hrus mulai membenahi diri untuk memasukan fitur2 yg disukai layaknya di fb dan twitt
Sampai sekarang saya tetap setia ngeblog di wordpress…
itu hal yang wajar.. dan kita juga harus bangga, berarti masyarakat kita akan lebih mengenal dunia IT. Apalagi Indonesia saat ini menjadi pengguna twitter urutan 5 yang jelas untuk para blogger harus bisa memanfaatkan 140 karakter. untuk membawa traffic ke blog sendiri, ya caranya dengan menulis artikel yang lebih menarik..
Kalau saya sih gak heran.
Dulu, saat awal2 ada internet, punya email @yahoo, @eudoramail, @astaga, menjadi tren. Tren tersebut juga diikuti dengan berkembangnya berbagai macam milis. Milis menjadi tren.
Blog pun demikian, hampir semuanya pengen punya blog, dan blog menjadi tren.
Itu kalau hanya dilihat sebagai tren.
Jika dilihat dari sisi manfaatnya, rasanya email dan milis fungsinya tidak hanya sebatas fungsi tren. Kita memang butuh dengan layanan email dan milis tersebut, tidak sebatas pada tren.
Demikian pula dengan blog.
Blog, dipandang dari sisi fungsi dan manfaatnya, rasanya akan abadi.
Begitu juga dengan Facebook dan Tweeter. Mungkin suatu saat lagi mereka tutup atau pemakainya berkurang, tetapi rasanya layanan social networking bakal terus berkembang, bahkan berganti.
Hadir dan undurnya fenomena blogger merupakan tanda dimulai dan berakhirnya tradisi menulis
. Blog yg tersisa adalah yg dikelola oleh blogger dg disiplin menulis yg kuat entah karena kebutuhan atau kesadaran. Disini mas Jonru pantas merasa sedih.
Bicara blog jg paling tdk ada 2 jenis. Pertama, model ‘narsis’ yg keberadaannya langsung tertelan social media site. Bernarsis ria dan berhahahihi ternyata lebih mudah & ringan dilakukan di medium baru tsb. Yang kedua, model profesional sepeti blognya mas Yodhia. Selamat mas, mudah2an terus eksis.
Klo saya: ga jadi CREATOR, CRITIC pun jadi. Jadi hanya komen sana sini di blog orang lain. Ya kayak ini.
Sekalipun data-data di atas menunjukkan penurunan, menurut saya blogging bukan tren sesaat. Ke depan blogging tetap akan menjadi aktivitas utama di internet.
Sekalipun ada social network yang begitu hebat lesatannya saat ini, namun saya rasa “taste”-nya tetap beda. blogging punya rasa sendiri yang tidak bisa dibandingkan dengan yang lain.
apalagi untuk urusan mencurahkan ide/gagasan, space 140 karakter tak akan cukup untuk memuat begitu banyak curahan ide/gagasan yang ingin kita keluarkan. dan itu hanya bisa diwadahi oleh blog.
Blog itu seperti rumah sendiri. Bukan seperti social network yang lebih semacam ruang pertemuan bagi banyak orang.
Dan saya rasa keduanya tetap perlu ada. sebab saling melengkapi. seperti kita butuh rumah dan kita juga butuh ruang publik (taman misal) untuk bergaul dengan sesama.
saya rasa bukan nge-blog nya berkurang, tapi media nya yang berubah/bertambah.
Saya sendiri sejak 6 bln terkahir aktif nge-blog dengan mengunakan cms wp.
blog akan membentuk komunitas sendiri…
Saya rasa blog tidak akan mati (meskipun data2 di atas menunjukkan penurunan). Alasannya sederhana saja, karena social media lain seperti facebook atau twitter hak akses terhadap konten di dalamnya tidak sebebas blog. Kalau blog atau website, siapa pun, kenal atau tidak, dapat menikmati konten yang kita buat. Peace! Keep blogging…
[...] sini, blogger Indonesia, termasuk yang senior, lebih asik-masyuk ber-Facebook dan ber-Twitter ria. Nukman Luthfie menunjukkan data dari Google Ad Planner yang menunjukkan turunnya pamor blogging saat ini. Di postingan Pak [...]
Tren sesaat…?
Blog tetep no. 1,n ga akn prnh bs trgntikn olh FB & Twetter yg skrng ini sedang buming.
Mngkin blogger lainya yg bralih ke FB & Twetter ngrasa jenuh & capek krna ngetik postnya kbnyakan kali yee…, & hanya sekedar cari angin di FB & Twetter.
Peblogger itu rata2 orangnya kreatif & inovatif, cb aja pratikan blog2 yg ada, hampir smua tampilanya sudah di edit dan pastinya smua hasilnya bnr2 hebat dan itu adlh hasil jerih payah muter otak ampe mw pecah. Sedangkan FB & Twetter…???, apakah kreatif dgn hnya menuliskan 140 karakter & berharap ada yg komentar…???.
Hai para Blogger Indonesia, ga sayang nih tinggalin blog hasil kreasi sendiri…?, apa ga inget tuh gmn pusingnya wktu mw ngEDIT HTML…?, pstinya prnh ggl jg kan?, hehehehehe…
Yukk senior2, mari kembali untuk trs berkreatifitas dlm dunia blog, tunjukan pada junior2 klo blog itu tmpatnya orang berkreatifitas dan mengasah pribadi yg sempurna dengan banyak menulis berbagai hal serta membaca berbagai macam informasi yg ada, dengan begitu secara tidak langsung anda2 para blogger ikut mencerdaskan bangsa ini.
Bravo Blogger Indonesia
Salam,
Gusti
[...] anda membaca tulisan ini lebih lanjut, coba baca dulu artikel dari Pak Nukman Luthfie berikut ini. Sudah? Kalau sudah anda baca artikel tersebut anda bisa melanjutkan membaca tulisan ini, yap [...]
Sdh Biasa.. nanti juga stabil kembali – bahkan akan naik lebih tinggi.. Namun BLOG tetap di hati, cinta sampai mati..!
Tapi bukannya kita hidup di dunia ini memang cuma sesaat pak..? Kata simbah, “wong urip ki mung mampir ngombe…”
Betul nggak?