<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: CEO Blogging</title>
	<atom:link href="http://virtual.co.id/blog/cyberpr/ceo-blogging/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://virtual.co.id/blog/cyberpr/ceo-blogging/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Sep 2010 05:09:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: ecat</title>
		<link>http://virtual.co.id/blog/cyberpr/ceo-blogging/comment-page-1/#comment-81750</link>
		<dc:creator>ecat</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 06:01:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=317#comment-81750</guid>
		<description>Blog emang udah menjadi trend para pulig figure di indonesia. Kemarin Maia Estianty juga sudah buka blog baru. Yang terbaru dan cukup menggugah rasa patriotisme saya adalah blognya Mas Sandiaga Uno, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. (www.hipmi.org/blog) . Isinya kurang lebih menjadi inspirasi anak-anak muda Indonesia menjadi pengusaha.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Blog emang udah menjadi trend para pulig figure di indonesia. Kemarin Maia Estianty juga sudah buka blog baru. Yang terbaru dan cukup menggugah rasa patriotisme saya adalah blognya Mas Sandiaga Uno, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. (www.hipmi.org/blog) . Isinya kurang lebih menjadi inspirasi anak-anak muda Indonesia menjadi pengusaha.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: retsu782000</title>
		<link>http://virtual.co.id/blog/cyberpr/ceo-blogging/comment-page-1/#comment-75174</link>
		<dc:creator>retsu782000</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 03:15:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=317#comment-75174</guid>
		<description>Saya rasa tidak perlu dikaitkan dengan jabatan. ngeblog itu kan media bebas dan milik semua orang. Mungkin ada keuntungannya kalau Anda kebetulan juga menyisipkan karya, tulisan, dagangan, perusahaan Anda ke dalam post di blog sehingga ada kemungkinan Anda mendapat expose yang gratis dari kegiatan ini. Bahkan seorang nenek dari Spanyol berusia 95 tahun juga ngeblog dibantu cucunya. Saya lupa alamatnya, mungkin bisa di googling. Blognya pernah juga masuk blog of the day di blogger.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya rasa tidak perlu dikaitkan dengan jabatan. ngeblog itu kan media bebas dan milik semua orang. Mungkin ada keuntungannya kalau Anda kebetulan juga menyisipkan karya, tulisan, dagangan, perusahaan Anda ke dalam post di blog sehingga ada kemungkinan Anda mendapat expose yang gratis dari kegiatan ini. Bahkan seorang nenek dari Spanyol berusia 95 tahun juga ngeblog dibantu cucunya. Saya lupa alamatnya, mungkin bisa di googling. Blognya pernah juga masuk blog of the day di blogger.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abawr-abawr</title>
		<link>http://virtual.co.id/blog/cyberpr/ceo-blogging/comment-page-1/#comment-74420</link>
		<dc:creator>abawr-abawr</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 12:50:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=317#comment-74420</guid>
		<description>Salam kenal juga. 

@Mia: Kok belum dicoba sudah bilang gitu sih. Banyak lho yang kepingin puya blog. Kan kita bisa mulai dari membuat blog sendiri dulu. 

Kalau nanya apa gunanya blog, ya, kita terangkan. Perkara mau atau menolak urusan belakangan. Kan gak selalu kalau kita berjualan pasti ada yang beli. Tapi enak juga, ya, kalau setiap orang yang kita temui langsung mau dibuatkan blog. Bisa capek kita cuma ngurus blog orang lain.

PS: Kalau pendek, saya bisa dibilang mendeskreditkan Anak Muda. Nti refot ah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal juga. </p>
<p>@Mia: Kok belum dicoba sudah bilang gitu sih. Banyak lho yang kepingin puya blog. Kan kita bisa mulai dari membuat blog sendiri dulu. </p>
<p>Kalau nanya apa gunanya blog, ya, kita terangkan. Perkara mau atau menolak urusan belakangan. Kan gak selalu kalau kita berjualan pasti ada yang beli. Tapi enak juga, ya, kalau setiap orang yang kita temui langsung mau dibuatkan blog. Bisa capek kita cuma ngurus blog orang lain.</p>
<p>PS: Kalau pendek, saya bisa dibilang mendeskreditkan Anak Muda. Nti refot ah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mia</title>
		<link>http://virtual.co.id/blog/cyberpr/ceo-blogging/comment-page-1/#comment-74330</link>
		<dc:creator>Mia</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 15:57:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=317#comment-74330</guid>
		<description>Salam ,saya khawatir kalau ada yang mengajukan diri sebagai tim khusus blog CEO suatu perusahaan malah dikatan ,maaf saya cukup dengan tim HR saya ,dan yang lebih parahnya lagi beliau mengernyitkan dahi sambil bertanya Apa gunanya Blog ?! ,coba bikin survey para CEO di Indonesia tentang Blog kaitan dengan Perusahaannya ? Bagaimana ?  ;-) @salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam ,saya khawatir kalau ada yang mengajukan diri sebagai tim khusus blog CEO suatu perusahaan malah dikatan ,maaf saya cukup dengan tim HR saya ,dan yang lebih parahnya lagi beliau mengernyitkan dahi sambil bertanya Apa gunanya Blog ?! ,coba bikin survey para CEO di Indonesia tentang Blog kaitan dengan Perusahaannya ? Bagaimana ?  <img src='http://virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' />  @salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ray</title>
		<link>http://virtual.co.id/blog/cyberpr/ceo-blogging/comment-page-1/#comment-74323</link>
		<dc:creator>Ray</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 14:31:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=317#comment-74323</guid>
		<description>Akur pak ;)
*sambil kukur kukur...* panjang amat komentar njenengan pak :D

ya beginilah keadaan Indonesia sekarang, kalo gak dari kita sendiri yg memulainya ke arah yg lebih baik siapa lagi :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Akur pak <img src='http://virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
*sambil kukur kukur&#8230;* panjang amat komentar njenengan pak <img src='http://virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>ya beginilah keadaan Indonesia sekarang, kalo gak dari kita sendiri yg memulainya ke arah yg lebih baik siapa lagi <img src='http://virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abawr-abawr</title>
		<link>http://virtual.co.id/blog/cyberpr/ceo-blogging/comment-page-1/#comment-74309</link>
		<dc:creator>abawr-abawr</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 10:38:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=317#comment-74309</guid>
		<description>#29: Banyak anak muda Indonesia yg bekerja secara freelance

Tentu saja saya percaya banyak anak muda Indonesia bekerja lepas dalam berbagai bidang jasa baik di dalam ataupun di luar negeri. Saya sangat yakin kok dengan kemampuan dan keahlian anak muda Indonesia. Buktinya anak muda-anak muda yang bekerja untuk kami sudah beberapa kali memenangkan lelang pekerjaan alih daya di mancanegara.

Yang jadi masalah, maaf ya, dan yang tolol itu bukan anak muda Indonesia tetapi mereka yang mengaku &quot;orang tua&quot; dari anak muda Indonesia. Ingat tidak sebuah iklan di dalam bus seorang pemandu wisata sampai dia bertukar tempat dengan supirnya hanya untuk menyampaikan pesan. Buat saya iklan itu tepat menggambarkan komunikasi antara anak muda dan para &quot;orang tua&quot;. Tapi sekali lagi biarlah para &quot;orang tua&quot; dengan kelakuan mereka. Tapi tentu saja tidak semua orang tua berkelakuan seperti ya? Bisa kelenger kita kalau semua &quot;orang tua&quot; seperti itu.

Di skala internasional, perihal pekerjaan alih daya, Indonesia memiliki ancaman nyata: 

Pada awal meluncurkan situs (untuk mendapatkan pekerjaan alih daya) awal tahun lalu, kami tidak memiliki akun paypal (karena pelaku internet dari Indonesia tidak boleh memakai jasa paypal) terpaksa kami pakai akun paypal seorang teman di Australia. Sehingga pembayaran ke Australia dulu baru kemudian dikirim secara tradisional ke Indonesia. Tentu saja memakan waktu dan biaya. Beruntung belakangan paypal sudah bisa diakses dari Indonesia.

Tapi saya pun masih menyimpan kecemasan: Bisakah kelakuan negatif sejumlah orang di Indonesia tidak terbawa ke dalam akun paypal? Misalkan, menggunakan kartu kredit orang lain. Saya selalu mengingatkan lingkungan dan diri saya sendiri agar menghindari perbuatan curang apalagi menipu di internet. 

Belakangan jual beli anthurium meningkat drastis di ebay. Dan, ternyata banyak penawar dilakukan oleh orang dari Indonesia. Nahasnya, setelah memenangkan lelang, beberapa dari mereka tidak menutup transaksi. Ataupun, meskipun dari awal sudah diberitahu pembayaran pemenang lelang hanya memakai paypal, beberapa orang masih ikut lelang padahal tidak memiliki akun paypal. Hal tersebut tentu saja menghilangkan kepercayaan terhadap orang Indonesia secara keseluruhan.

Beberapa hal tadi benar-benar membuat saya cemas terhadap masa depan kehadiran internet di Indonesia. Benarkah internet dapat memberikan manfaat (agar dibaca: pendapatan) bagi kebanyakan orang Indonesia apabila kelakuan negatif sejumlah orang Indonesia dalam trasaski di internet masih muncul.

Soal kelakuan negatif ini memang tidak melulu terjadi dari Indonesia. Penipuan lewat internet dari negara lain pun kerap terjadi. Tapi, kalau sampai transaksi internet dari Indonesia banyak dibatasi karena kelakuan negatif tersebut tentu akan sangat menghancurkan masa depan banyak anak muda Indonesia yang memiliki keterampilan dan keahlian yang dapat mendatangkan pendapatan bagi mereka sendiri tanpa tergantung dari Negara yang berkewajiban menjamin penghidupan yang layak bagi Warga Negaranya. 

Lha kok bicara jaub dari pokok soal &quot;CEO Blogging&quot; sih?

Menjadi CEO di Indonesia sangat berbeda dengan di negara asal Jonathan Schwartz, Randy Baseler, Seth Godin, Tom Peters, Paul Temporal ataupun Jonnie Moore. CEO di negara mereka itu sudah menjadi semacam &quot;komoditas&quot; perusahaan yang bersangkutan maupun agensi rekrutmen para CEO tersebut. Jadi setiap CEO punya tim yang dibayar khusus untuk melakukan pekerjaan itu -baik sebagai bagian dari perusahaan maupun perusahaan komunikasi yang digunakan perusahaan CEO tersebut bekerja.

Buat saya, pertanyaannya bukan kenapa &quot;Di negeri kita, masih sulit menemukan CEO yang ngeblog.&quot; Tapi kenapa tidak ada yang memulai mengajukan diri untuk menjadi &quot;tim penulis blog&quot; para CEO di Indonesia? Menurut saya tidak ada alasan yang berarti bagi para CEO di Indonesia menolak adanya blog khusus diri dan perusahaannya. Karena adanya blog itu sangat menguntungkan citra diri dan kepakaran sekaligus perusahaan.

Lantas kenapa saya tidak memulai? Karena Bos yang punya blog ini baru saja ketemu lagi kurang dari seminggu lalu setelah sepuluh tahun tak bersua. Juga, karena saya masih punya tanggungan pekerjaan lainnya. Ya, kan Bos? Ha ha ha

Tapi saya yakin pekerjaan sebagai penulis pengganti blog (blog shadow writer) sebagaimana sering saya dapatkan ketika menawarkan pekerjaan alih daya, pasti sangat diminati para CEO Indonesia. Cuma saja meskipun sudah ada yang melakukan tapi diam-diam saja. Ya kan?

Pendek kata daripada cuma bertukar pendapat di blog ini lebih lengkap lagi kalau bisa bersama-sama berpendapatan. Akur?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#29: Banyak anak muda Indonesia yg bekerja secara freelance</p>
<p>Tentu saja saya percaya banyak anak muda Indonesia bekerja lepas dalam berbagai bidang jasa baik di dalam ataupun di luar negeri. Saya sangat yakin kok dengan kemampuan dan keahlian anak muda Indonesia. Buktinya anak muda-anak muda yang bekerja untuk kami sudah beberapa kali memenangkan lelang pekerjaan alih daya di mancanegara.</p>
<p>Yang jadi masalah, maaf ya, dan yang tolol itu bukan anak muda Indonesia tetapi mereka yang mengaku &#8220;orang tua&#8221; dari anak muda Indonesia. Ingat tidak sebuah iklan di dalam bus seorang pemandu wisata sampai dia bertukar tempat dengan supirnya hanya untuk menyampaikan pesan. Buat saya iklan itu tepat menggambarkan komunikasi antara anak muda dan para &#8220;orang tua&#8221;. Tapi sekali lagi biarlah para &#8220;orang tua&#8221; dengan kelakuan mereka. Tapi tentu saja tidak semua orang tua berkelakuan seperti ya? Bisa kelenger kita kalau semua &#8220;orang tua&#8221; seperti itu.</p>
<p>Di skala internasional, perihal pekerjaan alih daya, Indonesia memiliki ancaman nyata: </p>
<p>Pada awal meluncurkan situs (untuk mendapatkan pekerjaan alih daya) awal tahun lalu, kami tidak memiliki akun paypal (karena pelaku internet dari Indonesia tidak boleh memakai jasa paypal) terpaksa kami pakai akun paypal seorang teman di Australia. Sehingga pembayaran ke Australia dulu baru kemudian dikirim secara tradisional ke Indonesia. Tentu saja memakan waktu dan biaya. Beruntung belakangan paypal sudah bisa diakses dari Indonesia.</p>
<p>Tapi saya pun masih menyimpan kecemasan: Bisakah kelakuan negatif sejumlah orang di Indonesia tidak terbawa ke dalam akun paypal? Misalkan, menggunakan kartu kredit orang lain. Saya selalu mengingatkan lingkungan dan diri saya sendiri agar menghindari perbuatan curang apalagi menipu di internet. </p>
<p>Belakangan jual beli anthurium meningkat drastis di ebay. Dan, ternyata banyak penawar dilakukan oleh orang dari Indonesia. Nahasnya, setelah memenangkan lelang, beberapa dari mereka tidak menutup transaksi. Ataupun, meskipun dari awal sudah diberitahu pembayaran pemenang lelang hanya memakai paypal, beberapa orang masih ikut lelang padahal tidak memiliki akun paypal. Hal tersebut tentu saja menghilangkan kepercayaan terhadap orang Indonesia secara keseluruhan.</p>
<p>Beberapa hal tadi benar-benar membuat saya cemas terhadap masa depan kehadiran internet di Indonesia. Benarkah internet dapat memberikan manfaat (agar dibaca: pendapatan) bagi kebanyakan orang Indonesia apabila kelakuan negatif sejumlah orang Indonesia dalam trasaski di internet masih muncul.</p>
<p>Soal kelakuan negatif ini memang tidak melulu terjadi dari Indonesia. Penipuan lewat internet dari negara lain pun kerap terjadi. Tapi, kalau sampai transaksi internet dari Indonesia banyak dibatasi karena kelakuan negatif tersebut tentu akan sangat menghancurkan masa depan banyak anak muda Indonesia yang memiliki keterampilan dan keahlian yang dapat mendatangkan pendapatan bagi mereka sendiri tanpa tergantung dari Negara yang berkewajiban menjamin penghidupan yang layak bagi Warga Negaranya. </p>
<p>Lha kok bicara jaub dari pokok soal &#8220;CEO Blogging&#8221; sih?</p>
<p>Menjadi CEO di Indonesia sangat berbeda dengan di negara asal Jonathan Schwartz, Randy Baseler, Seth Godin, Tom Peters, Paul Temporal ataupun Jonnie Moore. CEO di negara mereka itu sudah menjadi semacam &#8220;komoditas&#8221; perusahaan yang bersangkutan maupun agensi rekrutmen para CEO tersebut. Jadi setiap CEO punya tim yang dibayar khusus untuk melakukan pekerjaan itu -baik sebagai bagian dari perusahaan maupun perusahaan komunikasi yang digunakan perusahaan CEO tersebut bekerja.</p>
<p>Buat saya, pertanyaannya bukan kenapa &#8220;Di negeri kita, masih sulit menemukan CEO yang ngeblog.&#8221; Tapi kenapa tidak ada yang memulai mengajukan diri untuk menjadi &#8220;tim penulis blog&#8221; para CEO di Indonesia? Menurut saya tidak ada alasan yang berarti bagi para CEO di Indonesia menolak adanya blog khusus diri dan perusahaannya. Karena adanya blog itu sangat menguntungkan citra diri dan kepakaran sekaligus perusahaan.</p>
<p>Lantas kenapa saya tidak memulai? Karena Bos yang punya blog ini baru saja ketemu lagi kurang dari seminggu lalu setelah sepuluh tahun tak bersua. Juga, karena saya masih punya tanggungan pekerjaan lainnya. Ya, kan Bos? Ha ha ha</p>
<p>Tapi saya yakin pekerjaan sebagai penulis pengganti blog (blog shadow writer) sebagaimana sering saya dapatkan ketika menawarkan pekerjaan alih daya, pasti sangat diminati para CEO Indonesia. Cuma saja meskipun sudah ada yang melakukan tapi diam-diam saja. Ya kan?</p>
<p>Pendek kata daripada cuma bertukar pendapat di blog ini lebih lengkap lagi kalau bisa bersama-sama berpendapatan. Akur?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ray</title>
		<link>http://virtual.co.id/blog/cyberpr/ceo-blogging/comment-page-1/#comment-74293</link>
		<dc:creator>Ray</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 07:19:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=317#comment-74293</guid>
		<description>Sip pak abawr-abawr.
sebenernya cambukan berupa komentar seperti komentar anda di no #27 itu perlu, biar pada &quot;melek&quot; dan &quot;semangat&quot; gak mlempem saja :D

makasih juga atas penjelasannya, moga kelak suatu saat kalo njenengan tindak jogja bisa kopdar bersama rekan rekan jogja :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sip pak abawr-abawr.<br />
sebenernya cambukan berupa komentar seperti komentar anda di no #27 itu perlu, biar pada &#8220;melek&#8221; dan &#8220;semangat&#8221; gak mlempem saja <img src='http://virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>makasih juga atas penjelasannya, moga kelak suatu saat kalo njenengan tindak jogja bisa kopdar bersama rekan rekan jogja <img src='http://virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abawr-abawr</title>
		<link>http://virtual.co.id/blog/cyberpr/ceo-blogging/comment-page-1/#comment-74290</link>
		<dc:creator>abawr-abawr</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 06:36:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=317#comment-74290</guid>
		<description>#28 &amp; 29
Maaf banget ya. Yogya itu kota kesukaan saya kok. Malah saya  kalau tidak ke Sosrowijayan beberapa bulan aja sudah kayak menderita demam begitu. Saya suka keluyuran di Malioboro bersama teman-teman di sana. Tentu saja saya pun ada beberapa teman anak muda yang membantu saya dalam berbisnis di internet. Dan, seperti juga di Malang, saya sangat yakin Yogya memiliki anak-anak muda yang hebat-hebat. 

Malah Yogya, buat saya, jauh lebih hebat. Yogya itu miniatur internasional. Segala bangsa hidup di sana. Gak cuma Wong nYogya. Itulah kelebihan Yogya ketimbang Malang dan kota-kota di luar Jakarta lainnya.

Dengan gaya tulisan saya seperti itu memang tampak menyerang anak muda kota Gudeg. Tapi sungguh saya benar-benar prihatin dengan gejala negatif dengan kehadiran internet di masyarakat Indonesia. Karena kebanyakan pengguna internet anak muda, tentulah hal negatif itu pun terimbas ke anak muda. Meskipun saya yakin yang lebih tua pun gak berarti kelakuan jauh lebih baik.

Di Malang saya suka keliling warnet. Observasi saya memang seperti itulah yang terjadi: Jejak yang saya lihat dari admin warnet kebanyakan situs porno yang dibuka oleh para pelanggan warnet. 

Komentar saya tentang apa yang terjadi di balik bilik warnet di Yogya tersebut karena ingatan saya atas laporan sebuah stasiun televisi. Tapi, beberapa minggu lalu saya ke Yogya, sejumlah bilik warnet yang tertutup di Yogya dibongkar dan diganti yang baru dengan yang lebih terbuka.

Saya terus terang prihatin dengan kondisi masyarakat secara keseluruhan atas kehadiran internet ini. Bukan cuma karena maraknya penempatan &quot;tayangan seks pribadi&quot; ke sejumlah situs. Tapi, apa sih faedah kehadiran internet buat masyarakat Indonesia? Kalau cuma mendapatkan informasi (atau rajin menulis di blog yang gak dibayar) buat apa? Memangnya sambungan internet dan listrik gratis? Emangnya yang nulis blog gak makan?

Saya bersama beberapa teman di Malang sedang berusaha keras mengupayakan sesuatu untuk mendapatkan keuntungan finansial dari kehadiran internet. Kalau mau lihat deh situs www.powerpointpartners.com. Itulah kira-kira salah satu bentuk usaha kami menghasilkan pendapatan dari internet. Yang penting usaha yang kami kerjakan itu halalan thoyibah. Kami juga sedang menyiapkan beberapa situs lain untuk melakukan alih daya.

Di mata saya, Indonesia punya ancaman serius dalam waktu dekat ke muka: Ledakan pengangguran. Masak semua warga Indonesia diminta jadi TKI? Sementara sejumlah penduduk Malaysia sudah menghina Indonesia. Apa selamanya kita jadi bangsa koelli? Saya dan teman-teman yakin internet dapat menjadi sarana sebagai alih daya. Dan, itu hanya bisa dilakukan anak muda-anak muda.

Jangan pernah sekalipun mengharap kepada &quot;orangtua&quot; deh. Kalau Para pemimpin politik di Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Malaysia dll sudah pening kepala dan tidak bisa tidur gara-gara melihat kenaikan angka pengangguran di atas 4-5%. Di Indonesia, mereka masih tertawa tertiwi melihat angka pengganguran 45%. Edan ya!

Bravo Anak Muda Indonesia!
Salaam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#28 &amp; 29<br />
Maaf banget ya. Yogya itu kota kesukaan saya kok. Malah saya  kalau tidak ke Sosrowijayan beberapa bulan aja sudah kayak menderita demam begitu. Saya suka keluyuran di Malioboro bersama teman-teman di sana. Tentu saja saya pun ada beberapa teman anak muda yang membantu saya dalam berbisnis di internet. Dan, seperti juga di Malang, saya sangat yakin Yogya memiliki anak-anak muda yang hebat-hebat. </p>
<p>Malah Yogya, buat saya, jauh lebih hebat. Yogya itu miniatur internasional. Segala bangsa hidup di sana. Gak cuma Wong nYogya. Itulah kelebihan Yogya ketimbang Malang dan kota-kota di luar Jakarta lainnya.</p>
<p>Dengan gaya tulisan saya seperti itu memang tampak menyerang anak muda kota Gudeg. Tapi sungguh saya benar-benar prihatin dengan gejala negatif dengan kehadiran internet di masyarakat Indonesia. Karena kebanyakan pengguna internet anak muda, tentulah hal negatif itu pun terimbas ke anak muda. Meskipun saya yakin yang lebih tua pun gak berarti kelakuan jauh lebih baik.</p>
<p>Di Malang saya suka keliling warnet. Observasi saya memang seperti itulah yang terjadi: Jejak yang saya lihat dari admin warnet kebanyakan situs porno yang dibuka oleh para pelanggan warnet. </p>
<p>Komentar saya tentang apa yang terjadi di balik bilik warnet di Yogya tersebut karena ingatan saya atas laporan sebuah stasiun televisi. Tapi, beberapa minggu lalu saya ke Yogya, sejumlah bilik warnet yang tertutup di Yogya dibongkar dan diganti yang baru dengan yang lebih terbuka.</p>
<p>Saya terus terang prihatin dengan kondisi masyarakat secara keseluruhan atas kehadiran internet ini. Bukan cuma karena maraknya penempatan &#8220;tayangan seks pribadi&#8221; ke sejumlah situs. Tapi, apa sih faedah kehadiran internet buat masyarakat Indonesia? Kalau cuma mendapatkan informasi (atau rajin menulis di blog yang gak dibayar) buat apa? Memangnya sambungan internet dan listrik gratis? Emangnya yang nulis blog gak makan?</p>
<p>Saya bersama beberapa teman di Malang sedang berusaha keras mengupayakan sesuatu untuk mendapatkan keuntungan finansial dari kehadiran internet. Kalau mau lihat deh situs <a href="http://www.powerpointpartners.com" rel="nofollow">http://www.powerpointpartners.com</a>. Itulah kira-kira salah satu bentuk usaha kami menghasilkan pendapatan dari internet. Yang penting usaha yang kami kerjakan itu halalan thoyibah. Kami juga sedang menyiapkan beberapa situs lain untuk melakukan alih daya.</p>
<p>Di mata saya, Indonesia punya ancaman serius dalam waktu dekat ke muka: Ledakan pengangguran. Masak semua warga Indonesia diminta jadi TKI? Sementara sejumlah penduduk Malaysia sudah menghina Indonesia. Apa selamanya kita jadi bangsa koelli? Saya dan teman-teman yakin internet dapat menjadi sarana sebagai alih daya. Dan, itu hanya bisa dilakukan anak muda-anak muda.</p>
<p>Jangan pernah sekalipun mengharap kepada &#8220;orangtua&#8221; deh. Kalau Para pemimpin politik di Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Malaysia dll sudah pening kepala dan tidak bisa tidur gara-gara melihat kenaikan angka pengangguran di atas 4-5%. Di Indonesia, mereka masih tertawa tertiwi melihat angka pengganguran 45%. Edan ya!</p>
<p>Bravo Anak Muda Indonesia!<br />
Salaam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ray</title>
		<link>http://virtual.co.id/blog/cyberpr/ceo-blogging/comment-page-1/#comment-74224</link>
		<dc:creator>Ray</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Dec 2007 05:21:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=317#comment-74224</guid>
		<description>Wah tulisan yg bagus Pak Nuk.. sangat menginspirasikan bagi kaum muda (terutama saya) untuk belajar lebih

@abawr-abawr : pandangan anda salah besar. Banyak anak muda Indonesia yg bekerja secara freelance, banyak dari mereka bekerja dengan partner dari luar negeri, banyak dari mereka mendapatkan project dari luar negeri (saya berbicara soal web karena bidang saya di situ). Kapan mereka bisa disebut CEO? sedang mereka tidak punya perusahan, dan gaji mereka bisa di sejajarkan dengan CEO sebuah perusahaan :)

Untuk Yogya, anda sangat mendeskriditkan Jogja (dan kota yg lainnya), memang dulu banyak hal seperti yg anda bilang, akan tetapi sekarang hampir semua warnet menggunakan bilik yg simple, mengurangi cost dan terutama keamanan. Di Jogja ada yogyes.com yg di gawangi oleh anak muda juga, bahkan web tersebut sudah bisa di bilang sangat sukses, dan pernah masuk koran washingtonpost, di Jogja banyak rekan yg berhasil, yg mana awalnya mereka adalah penjaga warnet atau hanya pengguna warnet, termasuk saya (cuma saya belum berhasil) dan banyak juga di kota lainnya.

Terlepas dari semua itu mungkin pendapat anda benar juga, karena sebagai penjaga warnet saya pernah mengalami semua itu, user yg kerjaannya hanya menonton blue film, gambling etc dll dsb yg negatif.

Semoga pula dengan postingan Pak Nuk, komentar cambukan dari anda dan komentar lainnya akan menjadikan kita &quot;lebih melek&quot; dan akan membuat Indonesia makin lebih baik ;)

thanks
*PS: Pak Nuk kapan ke jogja lagi, kapan share lagi seperti saat di Dixie*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah tulisan yg bagus Pak Nuk.. sangat menginspirasikan bagi kaum muda (terutama saya) untuk belajar lebih</p>
<p>@abawr-abawr : pandangan anda salah besar. Banyak anak muda Indonesia yg bekerja secara freelance, banyak dari mereka bekerja dengan partner dari luar negeri, banyak dari mereka mendapatkan project dari luar negeri (saya berbicara soal web karena bidang saya di situ). Kapan mereka bisa disebut CEO? sedang mereka tidak punya perusahan, dan gaji mereka bisa di sejajarkan dengan CEO sebuah perusahaan <img src='http://virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untuk Yogya, anda sangat mendeskriditkan Jogja (dan kota yg lainnya), memang dulu banyak hal seperti yg anda bilang, akan tetapi sekarang hampir semua warnet menggunakan bilik yg simple, mengurangi cost dan terutama keamanan. Di Jogja ada yogyes.com yg di gawangi oleh anak muda juga, bahkan web tersebut sudah bisa di bilang sangat sukses, dan pernah masuk koran washingtonpost, di Jogja banyak rekan yg berhasil, yg mana awalnya mereka adalah penjaga warnet atau hanya pengguna warnet, termasuk saya (cuma saya belum berhasil) dan banyak juga di kota lainnya.</p>
<p>Terlepas dari semua itu mungkin pendapat anda benar juga, karena sebagai penjaga warnet saya pernah mengalami semua itu, user yg kerjaannya hanya menonton blue film, gambling etc dll dsb yg negatif.</p>
<p>Semoga pula dengan postingan Pak Nuk, komentar cambukan dari anda dan komentar lainnya akan menjadikan kita &#8220;lebih melek&#8221; dan akan membuat Indonesia makin lebih baik <img src='http://virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>thanks<br />
*PS: Pak Nuk kapan ke jogja lagi, kapan share lagi seperti saat di Dixie*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Cah Jogja</title>
		<link>http://virtual.co.id/blog/cyberpr/ceo-blogging/comment-page-1/#comment-74216</link>
		<dc:creator>Cah Jogja</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Dec 2007 00:50:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=317#comment-74216</guid>
		<description>#27
Wah jangan begitu, Pak. Gak semua anak muda seperti itu, bahkan di Jogja.

Di Jogja saya mengenal Mas Wawan (www.pogung177.com) yang sudah bertahun-tahun menekuni situs affiliasi CJ. Mas Ray (www.rayofshadow.com) yang malang melintang sebagai web developer dengan klien dari Australia. Mas Isnaini (www.isnaini.com) salah satu publisher adsense yang sukses.

Itu kalo kita bicara tentang anak muda. Kalo corporate yang dikelola anak muda di Jogja juga gak kalah banyaknya: www.gudeg.net, www.thinknolimits.com, www.idwebhost.com, dll.

Banyak koq di antara kami yang dahulu merintis bisnis itu dari warnet.

Oya, tadi saya sempat berkunjung ke http://aviandewanto.spaces.live.com/

Bagaimana kabar Malang?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#27<br />
Wah jangan begitu, Pak. Gak semua anak muda seperti itu, bahkan di Jogja.</p>
<p>Di Jogja saya mengenal Mas Wawan (www.pogung177.com) yang sudah bertahun-tahun menekuni situs affiliasi CJ. Mas Ray (www.rayofshadow.com) yang malang melintang sebagai web developer dengan klien dari Australia. Mas Isnaini (www.isnaini.com) salah satu publisher adsense yang sukses.</p>
<p>Itu kalo kita bicara tentang anak muda. Kalo corporate yang dikelola anak muda di Jogja juga gak kalah banyaknya: <a href="http://www.gudeg.net" rel="nofollow">http://www.gudeg.net</a>, <a href="http://www.thinknolimits.com" rel="nofollow">http://www.thinknolimits.com</a>, <a href="http://www.idwebhost.com" rel="nofollow">http://www.idwebhost.com</a>, dll.</p>
<p>Banyak koq di antara kami yang dahulu merintis bisnis itu dari warnet.</p>
<p>Oya, tadi saya sempat berkunjung ke <a href="http://aviandewanto.spaces.live.com/" rel="nofollow">http://aviandewanto.spaces.live.com/</a></p>
<p>Bagaimana kabar Malang?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
