Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Corporate Blogging Bakal Mengganggu Kredibilitas Perusahaan?

February 22, 2008
Oleh Nukman Luthfie

 

Kredibilitas. Itulah salah satu sebab penting mengapa tidak ada satu pun perusahaan besar Indonesia saat ini memiliki blog korporat. “Kalau ada konsumen yang mengeluhkan produk/layanan perusahaan di blog perusahaan, apakah hal tersebut akan menurunkan kredibilitas perusahaan?” tanya salah satu peserta seminar Corporate Blogging yang diselenggarakan Koran Tempo, di Peninsula Hotel, Jakarta siang tadi. Pembicara utama saya (Nukman Luthfie), Ong Hok Chuan (advisor Maverick PR) dan Risman Adnan (Microsoft evangelist), dengan moderator blogger kondang dari Koran Tempo, Wicaksono Ndoro Kakung.

Kredibiltas memang menjadi perhatian banyak perusahaan, termasuk di negeri seberang, ketika akan masuk ke corporate blogging. Meski sudah tahu betapa banyaknya benefit dari membangun blog korporat, kebanyakan perusahaan masih ketakutan mendapatkan kecaman, keluhan, atau komentar-komentar negatif yang bisa mencoreng citra perusahaan. Apalagi jika keluhan itu terpampang di blog korporat dan bisa dilhat oleh konsemen sejagad.

Perusahaan-perusahaan besar memang memiliki aturan yang amat ketat berkaitan dengan citra perusahaan. Perusahaan seperti ini dilengkapi tim PR (public relations) yang kuat, serta didukung konsultan PR yang piawai menjaga citra perusahaan di mata publik. Setiap informasi perusahaan yang keluar ke publik mesti melewati proses yang ketat. Bahkan siaran pers yang dibagikan ke jurnalis pun melewati proses pembuatan dan persetujuan yang cukup panjang.

Tidak heran jika mereka ragu-ragu untuk masuk ke ranah online, yang perilaku penggunanya masih sulit ditebak. Meski demikian, ada saja yang menjadi pionir yang mulai melirik blog sebagai media komunikasi. Perusahaan besar yang paling awal mengadopsi blog korporat kebanyakan perusahaan teknologi/internet (seperti Google, Microsoft, Sun Microsytem, Cisco dan sejenisnya) serta perusahaan konsultan strategi/teknologi/internet.

Di Indonesia, Maverick dan Virtual Consulting tergolong perusahaan yang paling awal mengadopsi corporate blogging. Kini, semakin banyak perusahaan menengah-bawah yang membangun blog perusahaan, meski kadangkala tercampur dengan blog pribadi. Mereka membangun blog untuk branding sekaligus menembus pasar. Sebaliknya, perusahaan besar, yang sudah memiliki citra perusahaan dan memiliki citra produk, masih terjerat dengan ketakutan mengenai kredibilitas.

Untuk menjawab ketakutan tersebut, saya mengatakan bahwa pada dasarnya tidak ada produk/jasa yang 100% sempurna dan memuaskan pelanggan. Akan selalu ada pelanggan yang tak puas yang banyak bertebaran di surat pembaca di berbagai media. Seorang manajer PR atau manajer pemasaran pasti senam jantung jika ada keluhan pelanggan dimuat di media sebesar Kompas atau Koran Tempo. Nah, di era Internet Web 2.0, konsumen melemparkan kekecewaan dengan menulis blog atau mem-posting-nya di berbagai milis serta social networking. Internet membuka banyak kanal untuk memprotes produsen.

nukman corporate blogging

catatan foto: saya sedang menyampaikan materi

Untuk mengantisipasi ini, mindset perusahaan harus diubah dari yang merasa harus memiliki “citra sempurna, layanan sempurna, produk sempurna” menjadi “Produk/layanan kami bukanlah sesuatu yang sempurna. Tapi kami adalah perusahaan yang mau mendengarkan masukan/keluhan pelanggan demi peningkatan mutu produk/layanan kami”.

Itulah paradigma baru perusahaan yang membangun blog korporat dan punya keinginan kuat untuk lebih menghargai konsumen.

nukman corporate blogging bersama peserta

26 Responses to “Corporate Blogging Bakal Mengganggu Kredibilitas Perusahaan?”

  1. Mbelgedez says:

    Hmmm….
    Bener jugak yah…

    Pantesan saat sayah Posting mengkritisi Honda AHM, sayah malah di goblog-goblog in. Mungkin mereka merasa produknya udah paling sempurna ya, boss…??? :(

  2. iqranegara says:

    Pak Nuk, yg bertanggungjawab megang corporate blog itu bagian/divisi apa?

  3. Saluaran komunikasi memang harus dibuka, tapi kita juga harus siap mengantisipasi bilamana terjadi hal yang tidak diinginkan. Maka dari itu, corporate blogging mesti disiapkan secara serius, jangan sampai hanya dibuat tapi gak dikelola dengan baik, malah nanti jadi wadah spam

  4. ndoro kakung says:

    waduh, ada saya di situ :D

  5. mr.keke says:

    tumben ndorokakung batik-an;) hehehhe… ngganteng ndoro… nek pak nukman pancen ngganteng;)

  6. Vandy says:

    Pak nukman, gambar di sidebar blog rambutnya kok masih panjang?

  7. taryono says:

    emang corporate besar ndak seharusnya main di blog takut ngenthek2i dan dientheki, lagian blog emang cocok buat SME,

  8. Tidak juga mas Taryono. Perusahaan sebesar CocaCola, Kodak, Boeing, serta Delta Airways misalnya, membangun blog dengan serius.

  9. [...] Kebetulan di blognya Pak Nukman juga dibahas mengenai corporate blogging. [...]

  10. #2. Mas Iqranegara
    Siapa penanggungjawab corporate blog tergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan. Ada yang di bawah PR Manager, ada yang di bawah Marketing Manager, bahkan kadangkala ada yang di bawah direksi.

    #3. Betul mas Andrias, antisipasi harus siap dilakukan. Itu sebabnya, di belakang sebuah blog korporat terdapat manajemen blog yang serius.

  11. dani says:

    selain blog, masi ada jg perusahaan besar punya forum, tp sayang hanya dpt dibaca pelanggannya saja :)
    pdhl konsumen kan pingin tau jelek2nya suatu produk jg..

    akhirnya yg protes2 malah nulis di blog (ada jg yg diperhatiin ama perusahaan, trus malah dpt ganti rugi pula/respon lbh cepat)..jd kl mo komplin biar cepet ditanggepin, ya tulis di blog sekalian :)

  12. ndesitman says:

    Salam kenal pak Nukman,

    Menarik sekali topik ini. Kebetulan saya pernah berkecimpung di dunia PR, harus diakui bahwa dikalangan praktisi PR sendiri masih ada ketakutan seperti yang bapak sampaikan.
    Sayang sekali saya terlambat tahu kalau ada seminar ini :(
    Kira-kira hasil diskusi dalam seminar ini bisa saya dapatkan dimana ya pak ?

    Mohon infonya juga kalau ada diskusi atau seminar yang sejenis.

    Sukses selalu!

  13. salam kenal mas ndesitman, yang inisialnya asik banget.
    Ketakutan ini memang merata ke semua perusahaan besar karena akar mereka di komunikasi tradisional. Mungkin kalau sekali-sekali berani masuk ke dunia non-tradisional ini, ketakutan mereka akan semakin luntur.

    Hasil diskusinya kayaknya tidak ada mas. Mungkin lain kali saya adakan acara yang sejenis.

    Sukses juga untuk Anda.

  14. Agus MuplA says:

    Salam Kenal Pak Nukman…
    Saya Agus dari Bandung, mampir di blog Bapak, setelah baca blog-nya Pak Roni Yuzirman. Saya salah seorang member TDA.
    Senang sekali bisa membaca tulisan2 Pak Nukman.
    Saya baru dengar istilah Corporat Blogging. Memang blogging merupakan salah satu media yang sangat merakyat dan “membumi”.
    Salam Sukses!!!
    agusmupla.wordpress.com

  15. Gada says:

    Hallo Pak Nukman,

    Thanks again utk sharing Blog secara umum dan Corp.Blog secara spesifik saat semainar kemarin. Saya terus terang sangat mendapatkan banyak INPUT terutama dr pak Nukman. Tips2x lain pd saat menanggapi Pertanyaan partisipan juga sangat menarik.

    Sukses..

    GP

  16. Nico says:

    Pak Nukman mungkin gak Corporat Blogging di pake juga untuk instansi pemerintah…yang kental dengan slogan “hari gini KKN apa kata dunia???

  17. Corporate blog merupakan bagian dari corporate website, bedanya blog bisa lebih ber”dialog”, meski sekarang web 2.0 sendiri konsepnya juga “two way” communication.

    Apakah bisa mengganggu kredibilitas? simple, hal lain seperti service, product, dll perusahaan itu sendiri juga beresiko mengganggu kredibilitas jika tidak “ditangani” dengan baik, begitu juga dengab blog.

    So if we are ready, why not? but if we are not ready, better don’t.

    Cheers

    “Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant”

  18. iqranegara says:

    “di belakang sebuah blog korporat terdapat manajemen blog yang serius”

    usul Pak Nuk, next tulisan ttg bgmn MANAJEMEN BLOG yg baik

  19. Masak sih perush telco seperti Indosat, Excel, dll tidak berani mendorong karyawannya untuk blogging. Seandainya pun tdk berani resmi atas nama korporat, mungkin bisa mulai dengan setengah resmi kisah dari karyawan. Mirip operasi intelijen gitu lho…. kalau berhasil diakui, tapi kalo gagal dianggap tak dikenal, he…he… :)

  20. hendy says:

    Benar, pak. Tidak ada perusahaan yang sempurna. Maka dari itu perusahaan harus banyak mendengarkan kritikan dari para konsumennya agar supaya bisa tetap eksis. Terima kasih atas artikelnya, pak. Semoga virtual.co.id semakin jaya, dan banyak artikel2 menarik.

  21. [...] Corporate Blogging Bakal Mengganggu Kredibilitas Perusahaan? DIPOSTING OLEH Nukman Luthfie PADA 19.01.09 7:42 am | Leave a Reply [...]

  22. Misi Ideal pembentukan Corporate Blogging memang suatu tindakan yang BERANI yang IDEALIS-PRAGMATIS dari para executive bisnis berkaca diri pak… Jikapun produsen2 spt XL atau Telkomsel, dimana karyawan atau staff PR mereka kurang dinamis dalam memanfaatkan blogging… biasanya mereka “terancam” oleh internal policy maupun protokoler kerahasiaan perusahaan yg harus melindungi CITRA (a.k.a Jaim) perusahaan mereka dari kritik media formal/ informal.

    Rasanya butuh evolusi budaya yg cukup lama bagi pebisnis negeri ini terbuka lansung thd “celaan” yg seharusnya dapat dipandang membangun :) Tapi esensinya memang serumit apapun selalu ada jalan untuk memulai ;)

    Sebelum istilah blogging ini mencuat menjadi populer seperti saat ini, ada suatu tools forum diskusi online yang selalu menyertai situs-situs yg mewakili komunitas tertentu.

    Tinjauan saya pribadi, sosialisasi forum diskusi ini tidak menjadi masalah yg terlalu rumit ketika netters masuk ke dalam situs komunitas yg “BRAND” independen sifatnya… Misalnya: situs i-Commerce yg meninjau performa produk berbagai brand dari PC, selular, Travelling, Sekolah / pendidikan… dll.

    Menurut saya kadar kejujuran introspeksi ke dua belah pihak (produsen vs konsumen) dapat ditinjau menggunakan konten-konten forum diskusi yg brand-independen seperti ini. Ketika PR produsen tertentu ingin melihat animo netters ttg produknya, mungkin tinggal posting iklan-iklan yg tersamar ttg produk tertentu, maka tinggal lihat celaan atau pujian seperti apa yg diperoleh dari situs tsb… Tentu tanpa harus secara officially kehilangan muka, dan sebaliknya para netter anonymous pun lebih bebas dan jujur berekspresi.

    Jadi jika ada UKM atau big company di negeri ini tertarik mencoba-coba “terbuka”… alangkah baiknya mengukur diri dengan mengukur komunitas loyal produk mereka sejauh mana? kompetitor mereka sehebat apa? Caranya ? Berikut ini contohnya…

    Produsen motor Honda, biasanya memiliki komunitas penggemar produk tertentu produk mereka, misalnya TIGER2000 Bikers club. atau produsen Yamaha memiliki komunitas Yamaha Mio Skutik Indonesia… maka komunitas-komunitas semacam ini memiliki Situsnya sendiri lengkap forum diskusi/ community bloggers yg cukup aktif. Maka dari sinilah perusahaan / produsen mulai belajar interaktif terbuka secara online walaupun masih “tersamar”. Dan silahkan membuat pendekatan pengukuran-pengukuran kualitatif maupun kuantitatif.

    Jika komunitas produk secara khusus sulit dicari, dapat dicari situs-situ pemerhati produk retial tertentu, misalnya sellular. kalo tidak salah di Indonesia ada situs forumponsel.com , maka melalui situs-situs komunitas produk sejenis bebas brand seperti itu, maka pihak PR maupun Marketing dapat pula melakukan penelusuran minat, feedback, maupun para kompetitor.

    well guyz, semoga bermanfaat :)

  23. Teddy Arifianto says:

    Salam kenal Pak Nukman,
    Kebetulan saya menemukan link ke blog Bapak soal PR 2.0 dan corporate blogging ini.Topik ini menarik sekali terutama buat para praktisi PR, saya salah satunya.Memang masih pro dan kontra soal ini. Menurut saya, sebagai praktisi PR, sudah layak dan sepantasnya kita mengikuti tren yang sedang berkembang saat ini. Social media baik Facebook, Myspace,Twitter or apapun yang sejenis telah terbukti mampu menjadi media alternatif dalam memperluas bahkan meningkatkan awareness dan malah mungkin membentuk persepsi yang (mudah2an) positif terhadap suatu merek/brand atau bahkan perusahaan. Kesiapan suatu perusahaan dalam menerima ide ini memang berbeda-beda-ada yang sudah siap dan menerapkannya bahkan sudah menuai hasilnya, namun banyak pula yang ogah memulainya, karena berprinsip belum perlu,gak ngerti, cari yang pasti2 aja. Seorang PR Manager bisa saja terjun di blogging atau menggunakan media ini sebagai pendukung usahanya,tapi musti dibekali dengan segala kemungkinan yang mungkin timbul.

    Saya rasa, ada 1 hal kegiatan PR yang agak tak terjembatani jika hanya lewat media maya ini, yaitu media relations. Di dalam kegiatan face to face ini, rasanya kalo hanya melalui internet dengan segala macam kecanggihannya, akan terasa atau bahkan memiliki kedalaman arti yang berbeda apabila interaksi langsung ini digantikan dengan sekedar dengan berhubungan via dunia maya. Efek dari pertemuan dan interaksi secara langsung saya kira ini belum tergantikan.

    Namun begitu memang belum ada riset yang membuktikan efektivitas media relations yang bertemu langsung akan selalu lebih baik dibandingjkan dengan hanya melalui dunia maya dan sebaliknya. Akan menarik bila suatu hari ada yang membuat riset ini. Kalau sekarang ini, saya hanya bisa mengira-ira, bahwa kedua kegiatan ini bisa saling melengkapi satu sama lain, mengingat semakin banyak koq rekan-rekan media yang sudah blog savvy.

    Itu aja komen saya, mungkin ada yang kurang, bisa ada yang nambahin..

    Trims

  24. Thanks for nice article, Pak Nukman :) .
    Mengilhami saya dalam membuat tulisan tentang PR Online untuk salah satu tugas kampus :
    http://letsread-wkohongia.blogspot.com/2009/03/corporate-blogging-bakal-mengganggu.html

    Silahkan kalau mau komentar.

  25. Lisa says:

    Dear Pak Nukman,
    kebetulan saya juga ingin melakukan research tentang corporate blog, apakah ada rekomendasi untuk corporate blog di Indonesia yang dikelola secara aktif?

    Thanks.

Leave a Reply

nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
valentmustamin @valentmustamin
Online Tech
tweet it
tuhunugraha @tuhunugraha
Social Media Specialist
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
meisia @mumualoha
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • BudiTyas: - Klo gitu, mending pangkas anggaran pemasaran utk meningkatkan kualitas produk dong...

  • Haris_DokterBisnis.Net: - mantabs, mantabs…kutipa nnya pas buat tambahan artikel saya....

  • zarch: - ALHAMDULILLAH… Fans Page yang saya kelola dengan nama PAY (Pecinta Anak...

  • mr.t: - walah rame banget ya?! sekedar info aja nih, kalo pake top one kok jebol mesinnya,...

  • Yodhia @ Blog Strategi + Manajemen: - dengan media sosial, tipping point mungkin memang lebih...

  • dhuryodana: - Betul sekali apa yang di katakan pak Nukman..dengan mengikuti blog saya juga...