Pagi ini saya baca iklan setengah halaman di koran Kompas mengenai musibah pesawat Adam Air. Di situ tertulis seperti berikut ini: “Segenap Direksi dan karyawan PT Adam Air memohon maaaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga penumpang atas musibah pesawat AdamAir dengan nomor penerbangan KI 574 jurusan Surabaya-Menado tanggal 01/01/2007 serta seluruh masyarakat Indonesia. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan perlindungan, kekuatan dan ketabahan. Untuk informasi hubungi Crisis Center terpadu di Bandara Hasanuddin Makasar dengan menghubungi nomor telpon 0411 555 732 atau 0800 107 0809 (bebas pulsa)”. Di bawah tulisan tersebut, tercetak alamat situs web AdamAir
www.flyadamair.com.
Secara pribadi, saya turut berduka cita atas musibah ini. Saya juga terus memantau beritanya baik via web (terutama dari portal berita seperti Detikcom, Kompas, maupun RakyatMerdeka), radio, teve maupun cetak. Banyak informasi simpang siur mengenai musibah ini. Ini hal yang biasa terjadi ketika ada musibah skala besar di lokasi yang sulit dijangkau. Salah satu contoh informasi simpang siur adalah, sejak siang kemarin dikabarkan penumpang tewas mencapai 90 jiwa. Jika ada kabar seperti itu, sudah bisa dipastikan bahwa lokasi hilangnya pesawat sudah ditemukan. Namun, kemarin malam muncul berita permintaan maaf dari Menteri Perhubungan Hatta Rajasa dan Danlanud Hasanuddin Marsekal Utama Eddy Suyanto karena sesungguhnya pesawat belum ditemukan.
Kalau ada info simpang siur seperti di atas, cara terbaik mencari informasi paling valid ya langsung ke yang bersangkutan. Dari iklan Kompas itulah pagi ini saya masuk ke situs web AdamAir. Sebagai salah satu pengamat web korporat, saya cukup terkejut dengan kesigapan AdamAir menginformasikan krisis ini. Biasanya, banyak perusahaan lupa untuk memanfaatkan situs web korporat sebagai bagian penting pintu informasi. Namun AdamAir, yang sedang kerepotan mengelola krisis, memanfaatkan media web dengan baik. Bagian paling atas web korporatnya ditampilkan nomor hotline untuk crisis center serta diisi informasi terbaru mengenai perkembangan musibah pesawatnya.
Dalam sehari kemarin tercatat sembilan berita mengenai hal ini, termasuk informasi mengenai belum ditemukannya pesawat tersebut. Dalam rangkaian update itu AdamAir juga menyatakan bertanggungjawab atas musibah tersebut. “AdamAir bertanggung jawab penuh atas korban Adam Air memberikan transportasi gratis kepada keluarga dari penumpang KI 574 dari Jakarta , Surabaya dan Menado ke Makasar AdamAir juga menanggung seluruh biaya akomodasi dan penginapannya selama di Makasar serta pemulangannya.” Pada hari itu juga diinformasikan mengani daftar penumpang pesawat nahas tersebut.
Tentu saja, informasi tersebut tidak akan mampu menebus duka para korban. Namun saya mencatat, inilah salah satu contoh bagus bagaimana perusahaan memanfaatkan berbagai medium komunikasi secara terpadu, termasuk web, untuk menanggulangi krisis dan memperkecil kesimpangsiuran berita.
Ada 2 pertanyaan terkait dengan ini mas Nukman :
1) Perusahaan mana lagi di Indonesia selain Adam Air yang dapat memanfaatkan dengan baik media webnya untuk penanganan krisis semacam ini dari pengamatan mas Nukman?
2) Kalau ada berita seperti ini :
http://www.kompas.co.id/ver1/Nusantara/0701/02/210257.htm
apa perlu diberikan komentar juga di webnya, pada saat krisis sekarang ini?
Suwun mas Nukman
http://nurulwibawacahya.blogspot.com
Mas Cahyo,
1. Contoh lain adalah Bank Mandiri. Saat ini beredar iklan lowongan pekerjaan yang seolah-olah berasal dari Bank Mandiri. Manajemen bank bertindak cepat, langsung memasang pengumuman di webnya. Bahkan, untuk menjangkau mereka yang tak mampir ke web Bank Mandiri, manajemen bahkan memasang advertorial pengumumannya di Detikcom.
2. Mestinya berita semacam itu perlu diklarifikasi oleh manajemen dan disampaikan ke masyarakat dengan strategi komunikasi yang tepat.
jadi inget kasus singapore airlines dulu.. moga-moga tahun 2007 nggak jadi tahun bencana deh.. sedih soalnya kalo denger yang kayak gini..
Skr fenomena penerbangan murah yang abai keselamatan mendapat sorotan kritis. Bagi perush, ini tentu bisa menjadi kredit negatif. Terlebih ketika kasusnya dimasukkan ke arena hukum. Tapi, apakah ini jg dpt dimaintain shg menjadi semacam blessing in disguise? Bgmn step2nya kira2? Ataukah cukup bagi perusahaan bersikap defensif, sekedar menebus dg uang, dan meminimalisir kerugian?
*Mungkin kalau ‘pengurus’ korporat punya blog, komunikasinya bisa lebih ‘dari hati ke hati’*
Teriring duka cita mendalam bagi segenap keluarga penumpang.
[...] Krisis Komunikasi AdamAir: Situs Web Menjadi Tak Berguna Lagi Empat hari lalu mengacungi jempol komunikasi terpadu krisis AdamAir, termasuk menggunakan situs webnya. Namun hari ini saya terpaksa membalikkan jempol saya. Pasalnya, ketika Minggu sore ini saya ingin mememantau perkembangan informasi krisis tersebut, saya malah mendapat kejanggalan. Seluruh informasi up to date mengenai musibah itu hilang dari halaman depan situs tersebut. Sebagai gantinya, muncul kalimat permintaan maaf yang bunyinya sama dengan iklan di berbagai media cetak. [...]
apa upaya dari pihak adam air tentang pencarian pesawat sudah optimal?????????truz bagaimana perseteruan di kubu adam air sendiri???????sebaiknya pesawatnya dicari dulu!!!!!!!jgn malah ribut2 dlu!!!!!ndak cape apa???????qta2 yg liat dinews aja cape bgt……..cape dech………