Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Pengguna Twitter itu Conversationalist

January 20, 2010
Oleh Nukman Luthfie

 

Dua setengah tahun lalu Forrester Research memperkenalkan istilah baru, Social Technography, untuk mendeskripsikan bagaimana pengguna Internet berinteaksi dengan jejaring sosial seperti blog, Facebook, Delicious dan sejenisnya. Ada enam segmentasi yang disodorkan di saat Twitter belum menjadi fenomena yang luar biasa seperti saat ini. Yakni creator (memiliki situs sendiri, blog sendiri, dan update video di Youtube), Critics (suka memberi komentar di blog orang lain, menulis rating), Collectors (berlangganan RSS), Joiners (ikut social media), spectators (membaca blog, menonton video teman, mendengarkan podcasting teman), Inactive ( tidak melakukan apapun).  Tahun lalu, ketika Twitter meledak di seluruh dunia, tangga social technography tersebut digugat: pengguna Twitter masuk di tangga yang manakah diantara enam tangga tersebut?

Pertanyaan itu kini terjawab sudah. Forrester Research mengumumkan tangga social technography terbaru, dengan tambahan anak tangga baru untuk menampung fenomena Twitter, yakni  Conversationalist. Perhatikan grafik di bawah ini.

technographic2010

Conversationalist dalam anak tangga baru ini bukan hanya pengguna Twitter, namun juga mereka yang meng-update statusnya di social media lain seperti di Facebook. Untuk masuk segmentasi Conversationalist, pengguna social media tersebut minimal meng-update statusnya sepekan sekali. Jika kurang dari sepekan, mereka sesungguhnya tidak melakukan “conversations“.

Bersamaan dengan segmentasi baru itu, Forrester Research juga memberi deksripsi baru untuk setiap anak tangga.

Creator adalah mereka yang yang aktif menulis di blog sendiri, mengelola website sendiri, meng-upload video/audio/musik buatan, sendiri,  menulis artikel dan mempostingnya di social media.

Conversationalist adalah mereka yang rajin mengupdate di Twitter dan social media non Twitter.

Critics adalah mereka yang ikut rating produk/servis, mengomentari blog orang lain, aktif di forum online, ikut mengedit artikel di Wiki.

Collector adalah mereka yang berlangganan RSS, ikut voting di website, suka men-tag foto atau halaman web.

Joiners adalah mereka yang tetap menjaga agar profilnya di social media tetap hidup serta suka berjalan-jalan ke berbagai situs jejaring sosial.

Spectators adalah mereka yang hanya suka membaca blog, mendengarkan podcast, menonton video online, membaca forum, memantau tweet orang lain dan membaca review.

Inactive adalah mereka yang tidak melakukan satu pun segmentasi di atas.

Idealnya, perusahaan harus memahami bagaimana profil Social Technography konsumennya agar dapat membangun strategi online marketing yang lebih tepat sasaran, terutama ketika bermain di social media.

15 Responses to “Pengguna Twitter itu Conversationalist”

  1. Social comments and analytics for this post…

    This post was mentioned on Twitter by idvirtual: Pengguna Twitter itu Conversationalist http://bit.ly/8JJpI5...

  2. IphinCow says:

    wah kayaknya saya masuk Conversationalist nih :)

  3. Sejatinya memang para produsen ( Jasa & non jasa ) sudah harus lebih giat dan memanfaatkan fenomena social networking ini yah mas?
    Hal itu yg sudah dilakukan oleh Coca Cola dan Unilever yg baru2 ini sudah merilis berita bahwa mereka akan melakukan marketing activity secara massive di Social media networking ini..http://bit.ly/4RmOBZ.

  4. zam.web.id says:

    penambahan anak tangga baru saya pikir di bawah, eh ternyata di atas :) 33%

  5. didut says:

    memang jamannya ‘percakapan’ di 2010 ini

  6. saya kira saya termasuk ke semua anak tangga di atas, kecuali yang paling bontot 8-)
    #jd malu neeh om, respond yg di plurk ntu (lol)

  7. Pitra says:

    Artikel ini juga disinggung di buku e-narcism saya :D
    Malah ada kuisnya untuk tahu pembaca buku itu masuk kategori mana. Kalau saya sendiri sih jelas creator :D

  8. Pitra says:

    Oh ralat.. ini tangga baru ya? Ada tambahan step Conversationalist.. :D *bukunya kudu diupdate dong*

  9. imammtq says:

    Dalam pemahaman saya, conversation berarti terjadi percakapan (dialog). Jadi, dari sana dapat ditarik kesimpulan bahwa conversationalist juga seharusnya mensyaratakan adanya interaksi. Interaksi antara pengirim pesan (orang yang ngetweet) dengan penerima pesan (orang yang melihat tweet).

    lalu, bagimana dengan pengguna facebook, twitter yang hampir setiap jam mengupdate status atau ngetweet tapi tak memancing sebuah conversation? yaitu yang dalam istilah sekarang disebut lebay? :)

  10. Dekan says:

    Sptnya ini tahun percakapan, termasuk ngepost disini ;-)

  11. Ivan Lanin says:

    Terima kasih sudah berbagi ilmu, Mas. Boleh usul istilah? Cukup cocok tidak kalau: (1) pencipta, (2) pebincang, (3) kritikus, (4) kolektor, (5) penggembira, (6) penonton, dan (7) nonaktif.

  12. #4.Zam: Pebincang memang kastanya ada di atas, persis di bawah pencipta.

    #6. Addhief: antara anak tangga selalu ada tumpang tindih, ada yang kecenderungannya pencipta, pebincang dan seterusnya. Tidak ada yang 100%

    #7. Pitra memang harus segera merevisi bukunya ;)

    #11. Ivan: terima kasih masukannya versi bahasa Indonesia. Sementara belum ada pilihan lain yang lebih baik, usulan Ivan saya terima. :)

  13. [...] jadi teringat tulisan narastrategi daring Nukman Luthfie yang membahas tentang tangga teknografi sosial dari hasil riset [...]

  14. saya masih belajar untuk jadi conversationalist di twitter. kalau di situs Koprol saya udah berhasil melakukan percakapan. sepertinya perlu dituliskan bagaimana langkah-langkah menjadi conversationalist yang sukses di Twitter.

  15. teddy says:

    wanna be in the first ladder..

Leave a Reply

nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
tuhunugraha @tuhunugraha
Social Media Specialist
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
meisia @mumualoha
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • ferry kinalsal: - Setuju mas, sepertinya harus memilih salah satu media sosial tersebut untuk...

  • rusabawean: - hahaha #barutahu kalo bionya Pecinta Kuliner Nusantara :D

  • Tuhu Nugraha: - Salam kenal juga Mbak Linda, untuk segi desain mungkin bisa ditambah dengan tab...

  • Tongkonan: - Saya baru benar2 mengerti kasus yang menimpa Mario Teguh kemarin di twitter. :)

  • Joko Susilo: - Benar. kata pepatah “beda lubuk beda ikannya”. setiap social media...

  • Joko Susilo: - Sepakat. Kalau hanya berdasar KPI bisa-bisa hanya kejar setoran nge-tweet

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting