Jam 06:15 pagi tadi saya naik pesawat dari Jakarta ke Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Kali ini saya dan tim Virtual Consulting (Meisia dan Lina) diminta Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias memberikan pelatihan Internet kepada tim pemerintah daerah NAD dan tim BRR. Well, tentu saja kami berangkat dengan semangat 45. Jam 04:00 pagi kami sudah harus berangkat ke bandara meski mata masih berat dan udara dingin menusuk tulang.
Jujur, saya lebih senang kali ini. Bagaimana tidak? Delapan orang pemda NAD hadir dan mengikuti pelatihan dengan tekun. Memang, awalnya agak sulit, karena saya harus menyampaikan materi di sebuah tenda amat besar yang menjadi markas Media Center. Apalagi angin amat kencang dan suara genset cukup keras sehingga mengganggu suara saya. Untung, berbekal semangat 45 tadi, lama-lama suara yang mengganggu tadi terusir dari benak. Maka, lancarlah saya menyampaikan tiga materi penting untuk mereka.
Pertama, bagaimana memahami media di Indonesia. Ini sekadar pengenalan mengenai bagaimana media-media tradisional seperti koran dan teve bekerja. Kedua, bagaimana memahami media online. Yang dibahas disini adalah tumbuhnya media-media baru hasil karya perorangan (baik berupa blog, forum maupun web citizen jurnalism), perusahaan yang membuat situs korporat namun berita dan informasinya dikelola dengan baik, serta munculnya banyak user generated content. Tak ketinggalan, dibahas pula peran search engine dalam perilaku user mencari informasi.
Kesimpulan dari dua makalah tadi adalah: banjirilah Internet dengan informasi positif mengenai NAD melalui situs pemda NAD maupun situs-situs lain yang berkaitan sama provinsi tersebut, termasuk BRR NAD-Nias.
Sesi terakhir, praktek menulis di online. Hm.. mengenai praktek ini akan saya ulas lain waktu, biar bisa dimanfaatkan oleh orang lain juga. Intinya sih, menulis di online itu mudah. Mudaaaaah banget. Jauh lebih mudah ketimbang menulis di media tradisional yang banyak syaratnya itu.
Nah, saya menulis ini sambil menunggu mereka menyelesaikan satu tulisan online.
BTW, NAD memang indah. Sayang saya cuma semalam di sini. Tadi siang sempat makan ayam tangkap di rumah makan Cut Dek. Nanti malam rencananya akan santam malam di mie kepiting Razali di Peunayong. Hm… sedaaaaaap. Setelah itu ditutup dengan makan durian di Simpang BKP. Esoknya saya mesti balik lagi ke Jakarta.
Tautan:
Ke Serambi Mekah Berbagi Ilmu Manajemen Portal
Horreee… PERTAMAX
Jangan lupa oleh-olehnya, Boss: “bumbu sayur” khas Aceh (khan kata Jusuf Kalla tidak apa-apa kalo cuma dijadikan bumbu
)
Pak Nukman gak ngajak-ngajak :p
Pengabdian anak-anak bangsa yang luar biasa…
Bagaimana bisa ada yang bilang bahwa di negara kita ini tidak ada orang2 nasionalis yang mencintai negrinya ?
Ini bukti nyata…
*btw sekalian cari vendor mie aceh pak, banyak penggemarnya disini
Satu kata: Keren!
wah, ada layar tancapnya. nonton film kemerdekaan yah. hehehe.
yang bikin ngiler sih, itu di foto pada bawa laptop. pengeennn……
Omong-omong, koneksi internet yang dipakai apa tuh pak Nukman? Kencangkah?
wah.. pengajian mas Nukman sampai di NAD, insya Alloh dapet pahala lebih gedhe, Amieen. 3X
” Sesi terakhir, praktek menulis di online. Hm.. mengenai praktek ini akan saya ulas lain waktu, biar bisa dimanfaatkan oleh orang lain juga.”
Ditunggu tulisan nya ya Pa’ …..
wah boleh juga tuh tenda. tulis mengenai cara nulis OL pak nukman ditunggu
mantab!!!
pas pertama baca tak pikir terpanggil ke Mekkah =P
Luar biasa, hasil dari dedikasi bertahun -tahun kian membuahkan hasil.. Pak Nukman dan tim makin sering dipanggil kesana kemari neh…. pengen juga (@@,)
Salam hangat dari zoompromosi.com
#11.
Amieeeen. Moga-moga terpanggil ke Mekkah segera
#12.
Moga-moga menular ke mas Budi dkk.
[...] Hari kedua diisi dengan sesi pelatihan Internet oleh Pak Nukman, CEO virtual Consulting kepada tim pemda NAD dan tim BRR. Sebelum memberikan pelatihan, kami menyempatkan untuk makan siang dengan menu Ayam Tangkap di Cut Dek yang sangat nikmat. [...]