Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

2008 Ditutup Manis dengan Peluncuran Vivanews.com

December 17, 2008
Oleh Nukman Luthfie

 

Tahun ini, sesuai dengan prediksi saya, merupakan tahun kebangkitan bisnis dotcom Indonesia. Portal-portal lama berbenah diri dan melakukan investasi besar-besaran termasuk Detik.com, Kompas.com, Tempointeraktif.com dan Kaskus.us. Media konvensional kian serius menekuni online termasuk koran Bisnis Indonesia, Media Indonesia, MetroTV, majalah Selular dan Astro Awani. Pada saat yang sama, portal baru pun lahir silih berganti, seperti Inilah.com dan Dagdigdug.com serta portal spesifik seperti Smartdrive.co.id dan Tangandiatas.com. Nah, di ujung tahun ini, Grup Bakrie menutup gegap gempita dotcom sepanjang tahun 2008 dengan melahirkan sebuah portal berita baru: Vivanews.com.

Kehadiran Vivanews.com, menurut saya, merupakan salah satu catatan penting bagi industri dotcom di Indonesia. Kenapa? Sedikitnya saya memiliki empat alasan.

Pertama: merupakan cikal bakal konevergensi media.

Vivanews.com merupakan terobosan kelompok bisnis Bakrie di dunia maya, yang selama ini sudah malang melintang di media teve dengan memiliki ANteve dan TVOne. Pada saat peluncuran hari ini di Jakarta, streaming kedua saluran teve itu sudah bisa dinikmati di Vivanews.com. Memang baru itu konvergensinya. Namun saya berharap dalam perjalanan waktunya akan ditemukan konvergensi yang lebih menarik antara teve dan online, yang bukan sekadar menyiarkan langsung tv melalui streaming di sebuah portal.

Kedua, kemampuan investasinya cukup.

Sebenarnya saya ingin mengatakan bahwa kemampuannya investasinya amat besar karena berada di bawah kelompok bisnis raksasa yang pemiliknya pernah menjadi orang terkaya di Indonesia. Namun krisis ekonomi yang merontokkan harga saham Grup Bakrie serta masalah lumpur Lapindo yang masih membebani arus kas, jelas membuat Grup Bakrie semakin ketat dan hati-hati dalam melakukan investasi baru, termasuk di media online.

Namun saya tetap optimis Grup Bakrie akan menjaga reputasinya dengan membangun fondasi bisnis yang kokoh di dunia maya. Paling tidak, saya menduga mereka siap mendanai Vivwanews.com sampai tiga tahun sebelum menyapihnya. Itu waktu yang cukup untuk mengembangkan model bisnis online yang tepat dan membuat arus kas menjadi positif.

Ketiga, dukungan SDM yang baik.

Vivanews.com dibangun dan dikelola oleh orang-orang yang profesional di bidangnya. Mereka mengambil orang-orang terbaik dari media-media terbaik di negeri ini, termasuk dari Detik.com, Tempo maupun Kompas.

Keempat, konsep yang beda dengan Detikcom.

Sebagai yang terbaik dan terbesar di industrinya saat ini, Detik.com memang selalu menjadi benchmark bagi mereka yang ingin terjun ke portal berita. Banyak pengusaha dan investor yang ingin membangun portal seperti Detik.com. Namun Vivanews.com berusaha beda. Bukan kecepatan berita yang disajikan. Tapi menggabungkan kecepatan berita sebuah dotcom dengan kedalaman berita dan analisa sebuah majalah.

Memang belum terbukti apakah resep ini bakal ampuh mendongkrak trafik Vivanews.com. Namun saya angkat topi dengan resep ini.

Empat hal itulah yang mendorong saya menulis judul seperti di atas: 2008 Ditutup Manis dengan Peluncuran Vivanews.com.

Membangun sebuah portal berita menjadi sebuah bisnis bukanlah pekerjaaan mudah. Meningkatkan trafik dan mengundang banyak pembaca adalah satu hal. Mendapatkan income adalah hal lain. Di dunia maya, terutama di portal berita, memadukan dua hal itu merupakan tantangan luar biasa. Sudah banyak yang merasakan pahitnya bisnis ini. Namun saya berharap Vivanews.com bisa berkembang hebat dan memperkaya konten lokal di Indonesia.

64 Responses to “2008 Ditutup Manis dengan Peluncuran Vivanews.com”

  1. Azwar says:

    dan 2009 dimulai dengan manis oleh http://oke.la/ ??

  2. Menarik… kita lihat bagaimana di tahun 2009 ini mega portal detikcom, kompascom, vivanews, okezone, dll akan bertarung memperebutkan bola mata. Pertarungan belum dimulai, para jawara baru saling “pamer otot”.

    Masuknya raksasa media cetak ke internet sebenarnya memang suatu keharusan. Cepat atau lambat porsi iklan akan beralih dari cetak dan televisi ke internet, mengikuti pola konsumsi berita dan informasi yang sudah beralih sedikit demi sedikit. Tahun 2008 di AS untuk pertama kalinya internet menyalip media cetak sebagai sumber yang lebih banyak dipakai untuk berita (lihat http://people-press.org/report/479/internet-overtakes-newspapers-as-news-source). PHK sudah mulai marak terjadi di koran-koran lokal dan nasional karena berkurangnya pendapatan iklan dan sirkulasi. Di Indonesia, mungkin kita akan melihat fenomena yang sama 5-8 tahun lagi, setelah akses internet mulai terjangkau masyarakat luas dengan harga murah seperti akses telepon seluler saat ini.Mudah-mudahan bahkan bisa lebih cepat lagi!

  3. edi says:

    bakal sukses vivanews , tambah ok prospek internet di indonesia

  4. yollis says:

    Untuk gaya penulisan, web interface,Vivanews cukup menarik karena banyak didukung oleh wartawan2 handal dari industry media. Namun, untuk gaya penulisan yg khas online, detikcom belum bisa dikalahkan. Detikcom memang bermula dari portal berita, dan tak dapatb dipungkiri, detikcom-lah yg menjadi kiblat media online di Indonesia. Selanjutnya, buat vivanews, welcome to the jungle!

  5. BudiTyas says:

    Tadinya saya nyaman dengan detik karena memang sudah terbiasa, tapi lama – lama vivanews jadi kerasa lebih nyaman. Bukan sekedar layout, tapi juga fungsionalitasnya. Baca detik kok jadi kerasa capek scroll mousenya, padahal dulu nggak lho.

  6. Andri says:

    wow rame tenan ieu teh :)
    akhir dua tahun yg optimiss…:D

    smakin byknya web portal merupakan tanda bahwa anak bangsa kini mulai menguasai informasi…kekuatan informasi akan menguasai sgala hal,sbagaimana negara maju lainnya. kekuatan TV bisa diimbangi bahkan dilebihkan oleh media internet dgn sgala content yg disajikannya. melalui portal saja kita dpt informasi brupa teks,gbr,sound,video,hingga radio & tv streaming sgala…bahkan buat kita2 bisa share info tanpa cost gede plus numpang nebeng keren dgn komentar yg kita berikan:D belum lg dgn media ini kita bisa menyimpan sgala berita2nya.

    so dgn masukknya pemain besar seperti vivanews.com dan portal2 sebelumnya saya acungin jempol dech! smoga semuanya memberikan informasi yg benar-benar BETUL dan bermanfaat buat bangsa ini. thanks artikelnyeee,om…:D

  7. pendiv says:

    indonesia memang butuh portal yang benar benar kompleks, bukan hanya menyajikan berita tetapi semua hal.

  8. Mei-Hwa says:

    Sdh 2 thn kemunculan okezone (modal konco2nya Cendana) dgn promo besar2an didukung RCTI pula, ternyata belum mampu menggeser dominasi detik.com dan kompas.com. 2 thn adalah waktu yg cukup untuk pembuktian. Terlupa agaknya di sini bahwa selain modal dan content, ada faktor lain yang sangat sensitif bagi pembaca dan pengiklan, yakni faktor kepemilikan. Pembaca media online itu umumnya kelas menengah atas, well educated, sadar hak2nya, taft. Mereka kritis sebuah pemberitaan itu pro siapa dan condong ke mana. Vivanews.com (modal Bakrie) saya kira juga akan mengalami seleksi yang sama.

  9. pengamen says:

    #mei-hwa..
    jadi, apa ADA media di indonesia ini yang lepas ‘idealis’ jurnalistiknya dari stakeholder interest? let me know hai ‘well-educated’ !,
    ah, seandainya ada..

  10. Mus_ says:

    yang penting isi beritanya berkualitas.
    jangan asal ketik seperti pendahulu-pendahulunya yang cuma ‘ngejar setoran’.

  11. [...] Luthfie, Budi Putra dan Johanes Heru Margianto. Berikut ini adalah beberapa di antaranya: -    2008 Ditutup Manis dengan Peluncuran Vivanews.com -    VivaNews, Indonesia’s new online media -    Selamat Datang KanalOne, Eh Salah, [...]

  12. george says:

    website baru juga buat refrensi..http://www.kontekaja.com
    sama kaya vivanews dan tergolong baru..

  13. tiiwee says:

    tiap hari gw buka vivanems…

    terutama forum.vivanews.com

Leave a Reply

nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
tuhunugraha @tuhunugraha
Social Media Specialist
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
meisia @mumualoha
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • ferry kinalsal: - Setuju mas, sepertinya harus memilih salah satu media sosial tersebut untuk...

  • rusabawean: - hahaha #barutahu kalo bionya Pecinta Kuliner Nusantara :D

  • Tuhu Nugraha: - Salam kenal juga Mbak Linda, untuk segi desain mungkin bisa ditambah dengan tab...

  • Tongkonan: - Saya baru benar2 mengerti kasus yang menimpa Mario Teguh kemarin di twitter. :)

  • Joko Susilo: - Benar. kata pepatah “beda lubuk beda ikannya”. setiap social media...

  • Joko Susilo: - Sepakat. Kalau hanya berdasar KPI bisa-bisa hanya kejar setoran nge-tweet

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting