Keluhan utama pembaca Detikcom yang sering saya dengar adalah: portal itu terlalu banyak iklan sehingga kurang nyaman dibaca. Kecuali itu desainnya kuno, tidak mengadopsi perkembangan terbaru baik di teknologi Internet (misalnya seperti CSS, RSS dan lain-lain), maupun desain (yang layout-nya bukan hanya 3 kolom). Sementara itu, keluhan pemasang iklan — yang juga sering saya dengar — adalah, berjubel, sesak. Di mana-mana, posisi iklan yang penuh sesak akan selalu merugikan pemasang iklan karena masing-masing harus saling berebut perhatian pengunjung.
Keluhan ini bukannya tidak dipahami manajemen Detikcom. Mereka, setahu saya, amat concern dengan hal itu. Namun, perubahan bukanlah hal yang mudah. Apalagi terhadap sebuah portal yang amat rakasasa, dengan pengunjung enam juta orang sehari, yang brand awareness-nya sudah menancap terlalu kuat di benak konsumennya.
Kompas Cyber Media dengan mudah melalukan perubahan desain karena mereka paham bahwa consumer behavior di Internet sudah berubah. Mereka harus berubah juga jika ingin mengejar ketertinggalan dari Detikcom. Okezone juga cepat berubah, dari awalnya meniru desain Detikcom, ke desain yang lebih modern. Kedua pemain portal ini berubah karena ada sesuatu yang dikejar: menyaingi Detikcom.
Sementara itu, sebagai yang nomor satu, Detikcom terkesan kekurangan “motivasi” untuk berubah. Itu sebabnya, selama ini banyak yang menduga bahwa Detikcom tidak akan berubah. Apalagi hambatan untuk berubah cukup besar, termasuk dari pemasang iklan. Jika jumlah pemasang iklan dibatasi misalnya, akan banyak pemasang iklan yang sekarang akan protes. Belum lagi soal kontrak iklan, yang sekali kontrak di satu posisi, itu berarti mengikat secara hukum untuk tidak berubah — padahal konsekwensi perubahan desain adalah perubahan tempat iklan juga.
Tapi rupanya Detikcom tidak berdiam diri sebagaimana diduga banyak orang. Hari ini saya lihat dua kanal mereka sudah berubah. DetikFinance sudah tampil lebih modern, sudah full css pula, sehingga makin enak dibaca. Posisi iklan pun sudah lebih tertata rapi (bisa jadi karena iklan di kanal ini belum banyak sehingga mudah ditata). Demikian pula DetikI-net, sudah berubah beberapa hari sebelumnya.

Saya duga, kanal-kanal lain akan segera menyusul. Dan puncaknya adalah perubahan wajah di halaman depan Detikcom. Mungkin, pada saat ulang tahun ke 10 Detikcom, yang jatuh pada 9 Juli nanti, perubahan wajahnya bakal sempurna.
Jika berubahan hingga halaman depan berjalan mulus, kans Detikcom untuk bertahan menjadi nomor satu kian kuat. Kompas, yang melakukan perubahan manajemen besar-besaran Januari lalu, sekaligus juga mengubah wajah dan fitur portalnya, memang punya peluang menyaingi Detikcom. Namun dengan perubahan bertahap tampilan Detikcom — yang saya yakin juga akan diikuti penguatan manajemen — langkah Kompas menyaingi Detikcom tidak akan semudah sebelumnya.
Postingan Terkait:
Babak Baru Perang Megaportal: Kompas dan Okezone Goyang Detikcom?
Mengapa Tidak Ada Media Online yang Mengalahkan Detikcom?
Sekarang memang bacanya lebih enak, kalau dulu salah klik iklan melulu
Untungnya saya pakai Firefox, ada add-on “adblock plus”-nya
detik.com pun bersih dari iklan
hehehehe…
Mudah-mudahan berubah deh
kok saya kurang kurang aware ya sama detik.com. detikinet sih iya. kalo gak ada info penting bgt, kayak pas garuda jatuh di adisucipto 2007 dulu, ya gak buka. mungkin krn gak “hidup” dijaman detik dulu. daripada detik.com mending buka kompas atau okezone
Wah… jadi pengin belajar, bgm caranya mengubah struktur wajah situs besar seperti Detikcom dengan zero downtime. Siapakah yang mau bagi2 ilmu…?
Nah.., berarti Detikcom sudah mulai merasakan adanya “hiu – hiu kecil”. Sehingga mulai bergairah lagi.
Baguslah.. Sayang kalau Detikcom tidak berubah. Saya yakin banyak orang yang mungkin protes. Tetapi akan lebih banyak lagi orang yang akhirnya menjadi “kembali” melirik Detikcom. *termasuk saya
…… (..sorry, saya sebagian besar komentarnya saya hapus karena kurang etis. NL) detikfinance itu dalam setahun pernah ganti design 3 kali jadi yang sekarang adalah yang ke 4 gileeee coba aja liat di link berikut ini
http://web.archive.org/web/*/http://www.detikfinance.com/
info untuk Pakde Nukman detikcom dari dulu udah css minded cuma designnya aja yang bertahan,kalo gak pake css gak mungkin secepat itu hehe sorry bukan sok tau atau sok jago karena saya yang ikut ngotak2 css disini ehhehe
iya kalo monoton jelek tuh bagi bisnis detikcom
memang detikcom secara estetika kurang, namun bila dilihat pengunjung detikcom sendiri tujuan utama nya adalah mencari berita, dgn design seperti itu saja buktinya masih mencatat hit luar biasa.
Mungkin itu salah satu alasan kurang kuatnya alasan detikcom untuk berubah.
Design is just one thing, there are a lot more things to come.
Market leader should shake the market and create new ocean
komentarnya Pak Andrias Ekoyuono sangat menginspirasi saya
Setuju ama nomer 2. Jonru, akupun pake addon ituh n otomatis semua iklan ngilang tanpa jejak… *termasuk di blog sudutpandang.com* Kaboorrr……
Ada pendapat bahwa di dalam internet marketing bahwa bila seorang pengunjung web mendapat pengalaman tidak menarik akan gampang beralih ke web lain. Tetapi kayaknya mitos ini gak berlaku ya untuk detikcom, walau portal berita lain sudah ada yang bagus-bagus. Gimana tuh?
Mas Hotman, melihat pertumbuhan Kompas — juga Okezone dan beberapa portal umum lainnya termasuk Liputan6.com — ada indikasi mereka mendapatkan limpahan trafik dari Detikcom. Bagi Detikcom, larinya sebagian kecil pembaca setianya mungkin tidak tarasa karena pembaca baru terus bermunculan. Tapi bagi yang menerima limpahan itu, terasa sekali.
Mereka yang kecewa tidak meninggalkan Detikcom sama sekali, sebab dalam hal kecepatan Detikcom masih sulit dikalahkan. jadi untuk mengecek hal-hal yang sifatnya kejadian terbaru, belum ada alternatif yang layak. Namun mereka yang membutuhkan kualitas isi, Kompas sudah menjadi alternatif yang amat layak.
iklan lagi… iklan lagi… capek deh… seharusnya situs sekelas detik.com harus meminimalisir iklan agar informasi lebih mudah diakses dan pengunjung tidak terjebak antara iklan dan konten
kompetisi yang hidup dan menghidupkan …. !!! hacker dan cracker pun mulai sniff akan adanya segala kompetisi dan perubahan ..
waspadalah waspadalah …. xixixixi
http://www.detikforum.com
akhirnya sang portal iklan kembali menjadi portal berita
Berubah atau tidaknya tampilan detikcom, aku tetap cinta sama media online pertama dan terkokoh di Indonesia. Bagi saya, tidak ada media online lain yang mampu menyaingi detikcom, meski sekelas Kompas, Okezone mapun yang lain-lain.
@17
hahaha… masuk banget pak komentarnya
improve or die.
i’ll just wait and see
Hal yang sering membuat saya malas mengunjungi detik adalah tampilan iklan yang berjubel, tidak tertata rapi. Jujur saya sangat menyukai kompas.com daripada detik sampai2 meniru sedikit desainnya untuk blog saya. Cuman memang kecepatan berita detik belum terkalahkan hingga saat ini.
dulu emang detik no 1 dan pertama ketika login.. sekarang kayaknya gua dah beralih ke okezone karena cepet dan terutama ga ada iklan berlebihan
wah makin seru aja nih persaingan
Selamat malam Mas Nukman, saya penasaran dengan cara perhitungan unique visitors setiap hari pada detik.com yang menurut informasi 6.000.000 s.d. 7.000.000 unique visitors per hari.
Menurut beberapa sumber pengguna internet di Indonesia kurang lebih 25.000.000 orang. Artinya dengan asumsi tersebut dan asumsi pengunjung detik.com 88,1% dari Indonesia maka kira-kira 25% pengguna internet Indonesia mengunjungi detik.com setiap hari
Saya mengunjungi situs web endonesia.com, saya menemukan extremetracking.com pada endonesia.com. saya periksa unique visitornya pada tanggal 4 April 2008 sebanyak 5343 orang.
Data Alexa Rearch tanggal 4 April 2008 pada http://www.alexa.com/data/details/traffic_details/endonesia.com saya bandingkan antara endonesia.com dan detik.com saya mendapat perbandingan kira-kira 25 : 1200 atau 1 : 48 sepertinya analog dengan unique visitors.
Dari keadaan ini saya memperkirakan unique visitors pada detik.com adalah 48 x 5354 = 256.992 pada tanggal 4 April 2008.
Mohon penjelasan.
Salam,
Bendry Koto
pak, uniq visitor 6.000.000 itu tidak mungkin. unique itu ip address… setahu saya, uniqnya detik sekarang sekitar 120.000. nah, kalau untuk pageview, klaim dari orang detik sih sekitar 9 jutaan. cuma saya nggak yakin. soalnya, pageview itu menipu. frame bisa dubuat sebanyak-banyaknya. jadi nggak faktual.
untuk baca-baca, bisa baca di http://www.master.web.id/mwmag/issue/02/content/hack-7_pageview/hack-7_pageview.html
soal redesain detik, saya lantas buka alexa pada tanggal 2 april. anehnya, pageview detikinet melampaui detikcom. ini nggak logis. untuk reachnya, detik memang diakui cukup baik.
mungkin lebih valid kalau bandingkan dengan kompas atau okezone di unique visitornya. saya nggak tahu pasti berapa unique dua portal itu. tapi sepertinya tidak terlalu jauh, mengingat budaya surfing online adalah budaya multitasking…
jadi, selama ini para pengiklan pun banyak yang tertipu dengan pageview…
Untuk mas Bendry dan mas Sasongko, merujuk angka resmi yang dirilis Detikcom untuk pemasang iklannya, pageviews halaman utama Detikcom saja 6 juta impression per hari. Sudah pasti total halaman yang dibuka jauh lebih banyak. Dugaan saya lebih dari 10x lipat, jadi sedikitnya 60 juta pagewiews per hari.
Mengenai pengunjung Detikcom, cara perhitungan saya sebagai berikut:
1. Jika setiap orang membuka 10 halaman per hari, maka dengan 60 juta pageviews, diperkirakan ada enam juta pengunjung.
2. Dengan angka unique user yang disebut mas Sasongko sebesar 120.000-an, maka jika mengacu pada rasio 1:10 saja (1 unique IP setara dengan 10 pengunjung), maka sedikitnya ada 1,2 juta pengunjung per hari. Rasio 1:10 itu rasio yang dipakai enam tahun lalu. Saya kira sekarang mestinya lebih. Saya mendapat data lain, unique usernya sudah 400 ribu lebih, setara dengan empat juta pengunjung per hari (dengan rasio 1:10) atau enam juta (dengan ratio 1:15).
Saya yakin, portal seprofesional Detikcom tidak akan menipu soal angka statistik. Mereka sudah menggunakan pihak ketiga untuk verifikasi trafik, kalau ndak salah menggunakan Comscore.
Mengenai pageview Detikinet lebih tinggi dibanding Detikcom jika dilihat di Alexa, itu tidak aneh. Pengguna Internet yang browsernya dilengkapi Alexa tool bar kebanyakan adalah Internet freak, mereka yang amat gandrung dengan dunia Internet sehingga sering mencoba berbagai fasilitas browser, termasuk memasang Alexa tool bar. Dugaan saya, mereka ini lebih suka berkunjung ke Detikinet ketimbang Detikcom.
Saya baru tadi malam berkunjung ke MediaIndonesia.com. Tampilannya juga sepertinya baru. Silahkan dibandingkan dengan Detik.com.
Tampilan berubah tidak menjamin, yang penting update content, content, dan content terus..
Berkunjung ke warung kang nukman ini selalu menarik. Seperti berkunjung ke warung kopi. Ada yang ngomong ngacau, tidak menguasai masalah tapi suka menjelek-jelekin pihak lain, hehehe… Ada yang benar-benar ngomong bermutu dan layak pakai. Ada yang cuma jual tampang, numpang tenar… kekeke… Tapi, zaman berputar cepat. Manusia terupgrade pula dengan gasingan hebat berkat era internet ini. Jadi, black campaign terhadap detikcom di sini hanya akan membuat audiens menyeringai saja, demikian pula sebaliknya terhadap media lain. Kata orang, masyarakat sudah cukup melek informasi, hehehehe….
Sodara Ivan Laksana,
Komentar anda sungguh takabur, saya jadi teringat masa-masa dulu masih kerja satu kantor, memang itu kebiasaan buruk anda.
Maaf, bagi saya, meski saya juga sudah tidak kerja di detikcom lagi, saya tetap berusaha menjaga nama baik detikcom dengan tidak menjual, mengobral, pengetahuan teknis IT anda (yang menurut saya tidak semuanya data-data itu benar) ke publik.
Semoga kita tidak terjerumus menjual track-record “pernah kerja di detikcom” dengan jalan yang kurang enak begitu.
Terlepas dari aspek etis dan sikap profesional, kita sebagai manusia mestinya perlu punya integritas kepribadian. Kalau kita bercerai, lalu rahasia mantan istri/suami kita beber di tempat umum… atau kita berhenti bekerja dari suatu perusahaan, apapun alasannya, lalu kita mengobral rahasia tentang perusahaan itu, ya lama-lama orang yang mendengar atau membaca akan meragukan, atau bahkan mengambil kesimpulan bahwa orang seperti itu tidak bisa dipercaya, sangat berbahaya untuk dinikahi atau direkrut jadi karyawan. Orang akan jeri, jangan-jangan kalau nanti cerai dari aku, aku akan dibegitukan juga?
pak nukman, perhitungannya terlalu berlebihan… kalau pageview 60 juta, itu berbeda dengan tulisan di blog donny bu (orang detik) yang melampirkan skrinsut statistik tertinggi (kalau tidak salah saat suharto meninggal). di situ terlihat pageview 11 juta. artinya, itu sudah termasuk detikcom, hot, inet, forum, detiksurabaya, dll…
tadi sore saya berdiskusi dengan kawan di detik, dan dia menyebut rata2 sehari sekarang 6-7 juta pageview.
tapi bagi saya yang penting portal2 itu mengedukasi, memberi tulisan cepat, lengkap, dan mendalam. lama kelamaan akan terlihat siapa yang benar2 tidak murni orientasi profit, tapi juga membuat cerdas masyarakat, tidak dengan berita2 yang bombastis judulnya saja.
trims.
Perhitungan saya berlebihan ya?
Biar nanti auditor independen yang membuktikannya.
sasongko hppy:
“tadi sore saya berdiskusi dengan kawan di detik, dan dia menyebut rata2 sehari sekarang 6-7 juta pageview.”
Mungkin yang dimaksud teman mas sasongko itu adalah halaman utama detik.com, — seperti yang dirilis resmi di info iklannya. Bukan total halaman Detikcom beserta seluruh kanalnya. Masa halaman depannya saja sudah 6 juta pageviews, kok total halamannya hanya 6-7 juta. Memangnya semua orang cuma melihat halaman depan detikcom langsung pergi? Ndak masuk akal.
Salam kenal ya pak Nukman, bagus sekali ceritanya. oh iya aku nemu web bagus di http://www.smsbookshop.com . cobain deh
[...] dari perubahan wajah kanal kanal detikSport, detikiNet, detikHot, dll. Seperti diramalkan oleh Ki Nukman Lutfi Detik benar-benar serius mengamati perubahan tingkah laku [...]
presentasi yg mengagumkan sekaligus menghibur pak, buat siang2 ini kita jd ga ngantuk, thanks atas share ilmunya pak, semoga amal ibadah bapak dicatat oleh malaikat google pak,
salam hormat