Wow. Saya nyaris tidak percaya apa yang saya baca di Kompas.com kemarin malam, Selasa, 27 Mei 2008, jam 20.01. “Sebagai raksasa media cetak, Kompas Gramedia berhasil membangun sebuah megaportal yakni www.kompas.com, yang bisa mengalahkan detik.com dan okezone.com dalam waktu singkat,” kata Hermawan Kartajaya, Presiden MarkPlus, Inc, pada saat penyerahan New Wave Marketing Award kepada Kompas.com kemarin.
Hermawan Kartajaya mengatakan, Kompas sebagai harian yang cukup kuat dan percaya diri di Indonesia, telah melakukan terobosan baru dengan membangun sebuah megaportal, Kompas.com, yang lebih partisipatif dan kolaboratif dengan audiens. Barangkali, itu sebabnya ia berani mengambil kesimpulan, portal berwajah baru itu bisa mengalahkan penguasa pasar saat ini, Detik.com, dalam waktu singkat. Kalau mengalahkan Okezone.com sih itu biasa, bahkan saat ini pun Kompas.com masih jauh di atas Okezone.com yang baru berumur setahun, baik dilihat dari sisi trafik maupun pendapatan.
Saya sendiri melihat, bahwa langkah Kompas.com awal tahun ini dengan mengubah esensi (bukan sekadar wajahnya) sangat bermakna dalam memposisikan diri sebagai pesaing Detikcom. Selama ini, Kompas.com memang dipandang sebagai portal kedua setelah Detikcom. Namun jaraknya — trafik dan pendapatan — amat jauh dengan Detikcom. Setelah mereka melakukan pembenahan fundamental, saya melihat peluang Kompas.com untuk menjadi pesaing tangguh dan mempersempit jarak ke Detik.com. Bahkan pada wawancara dengan Koran Tempo akhir Januari2008 lalu saya mengatakan bahwa Kompas.com berpotensi besar menyalip Detik.com lantaran sumber daya yang melimpah.
Namun soal bisa mengalahkan Detik.com dalam waktu singkat seperti dikatakan Hermawan? Rasanya mustahil. Hermawan Kartajaya, dalam pandangan saya, berlebihan dalam hal ini.
Kenapa saya berpendapat begitu?
Pertama, karena tidak ada yang instan di bisnis dotcom.
Sebagus apapun usaha pesaing, ia butuh waktu cukup panjang untuk mengalahkan penguasa pasar. Google bisa mengalahkan Yahoo! dalam hal search engine setelah bertahun-tahun usaha. Facebook.com, meski kelihatan progresif, masih butuh waktu untuk menyingkirkan jaringan sosial MySpace.com.
Kedua, pemain utama tidak akan berhenti berinovasi.
Ketika datang sebagai pemain baru di kancah jaringan sosial Internet, Facebook memang menggetarkan pemain lama dengan aplikasi-aplikasi yang bisa dibangun pihak ketiga. Namun, Friendster juga kemudian melakukan hal yang sama, sehingga posisinya sebagai penguasa pasar di Asia, terutama Indonesia, masih belum tergoyahkan.
Demikian pula Detikcom. Sebagai raja portal berita, Detikcom menyimpan banyak peluru inovasi. Mereka memulai masuk ke wilayah Web 2.0 dengan caranya sendiri. Mereka membangun citizen jurnalism melalui DetikSurabaya. Mereka juga kemudia meluncurkan Detikforum, dan menyusul kemudian BlogDetik. Saya yakin masih banyak inovasi-inovasi baru yang akan diluncurkan Detikcom berikutnya untuk merangkul era Web 2.0.
Ketiga, Indonesia adalah anomali pasar portal berita.
Di mana-mana, termasuk di Amerika Serikat, yang menjadi raja portal berita adalah media-media cetak mainstream yang masuk ke Internet dan membangun portal berita, seperti New York Times. Setiap ada dotcom murni masuk ke wilayah portal berita, pasti kalah digjaya dibanding media cetak online. Namun, khusus untuk Indonesia (juga Malaysia), dotcom murni yang membangun portal berita justru mengalahkan media mainstream seperti Detik.com mengalahkan Kompas.com.
Berdasarkan tiga hal di atas, menurut saya, Kompas.com tidak akan mengalahkan Detik.com dalam waktu singkat. Tapi seperti yang saya katakan awal tahun ini, saya sepakat, Kompas.com memiliki peluang besar menyalip Detikcom. Namun, tentu saja dengan beberapa persyaratan, termasuk menggunakan sumber dayanya yang melimpah secara optimal, konsisten, dan terus menerus.
Jika persyaratan itu tidak dipenuhi, maka peluang itu akan terbang.
Seru banget kayaknya pertarungan menjadi yang terbesar antara Detik, kompas dan okezone hehehehe gimana lagi ya kalo ditambah sama Kanal One ??? hehehehe gak mau berprediksi ahh biar pak Nukman yang prediksi aja
Persaingan memang sangat menarik, setelah myrmnews.com inilah.com muncul ada http://www.berita8.com terus adalah kanalone.com nanti terus dech merambah naik , asyikkkk
http://www.berita8.com tanpa tahu malu menjiplak beberapa artikel dari yogyes.com. Sudah dikomplain tapi gak ada tanggapan. Bagaimana mau ikut bersaing kalo beritanya jiplak sana-sini?
Artikel asli:
http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-culinary-tours/pecel-baywatch/
Artikel jiplakan di berita8.com:
http://www.berita8.com/news.php?cat=10&id=2120
Saya rasa masalah jiplak wajar kalau dikasih sumbernya. cozz persaingan memang begitu, detik maju terus kompas oklah, sama sama media indonesia . maju terus
Mas Andi iki piye tho. Menjiplak kok dibilang wajar
. Apalagi jelas-jelas yang dijiplak sudah menyatakan keberatan.
Ambil hikmah nya saja…pasti nggak ada niat buruk. Toh intinya menginformasikan kepada kalayak banyak…
persaingan media memang tinggi…seperti detik.com yang sudah lama masih aja ada yang sirik…kompas.com menyundul, okezone.com apalagi…ya sama2 lah cari dapur ngebul..gitu aja pusing toh mas…
Anomali….siapa tahu tahun depan bukan detik atau kompas atau media dotcom yang kita kenal sekarang yang jadi “leader”…jadi jawaranya kedepan belum bisa ditebak…
[...] kesuksesan kompas.com mengalahkan detik.com dalam hal pageview bisa berlanjut dengan kesuksesan kompas.com mengalahkan detik.com secara keseluruhan?. Pertanyaan ini hanya akan bisa dibuktikan seiring dengan berjalannya [...]