Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Nama Domain Dibeli Tapi Dianggurkan

February 25, 2008
Oleh Nukman Luthfie

 

Tahukah anda bahwa banyak domain dibeli namun disia-siakan pembelinya? Saya sendiri baru tahu malam ini ketika membaca Koran Tempo terbitan hari ini (Senin, 25 Februari 2008). Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) telah menghapus 15.895 nama domain berakhiran .id yang sudah tak aktif atau tak dipakai pada Januari lalu!

“Yang dihapus dari domain yang berakhiran web.id, co.id, dan net.id,” kata Ketua Pandi Teddy Sukardi, seperti dikutip Koran Tempo. Ia menjelaskan, nama domain berakhiran web.id yang dihapus sebanyak 52 persen dari total. Adapun co.id sebanyak 47 persen dan net.id satu persen. Pandi mencatat pada Juli-Desember 2007 ada 43.339 domain berakhiran .id yang terdaftar. Komposisinya, 23.381 (54 persen) domain aktif, 15.895 (37 persen) domain nonaktif, dan 4.063 (9 persen) domain baru.

Saya kurang tahu apa alasan membeli tetapi menganggurkan domain tersebut. Koran Tempo sendiri tidak menjelaskan hal itu di liputannya. Namun saya setuju dengan alasan PANDI untuk melakukan hal itu. Domain tak aktif adalah penyia-nyian resource. Kasihan pihak lain yang membutuhkan domain tersebut namun tidak bisa ia beli, karena sudah terlanjur dibeli pihak — yang celakanya — sama sekali tidak memanfaatkan domain tersebut.

“Setelah dihapus, nama domain akan di-recycle lalu ditawarkan kepada pengguna,” kata Teddy.

Yap, langkah bagus.

nama domain bankmandiri.comAlangkah baiknya bila hal yang sama dilakukan oleh pengelola domain kelas dunia yang saat ini mengelola domain-domain .com, .net serta .org. Begitu banyak nama-nama domain penting yang jatuh ke tangan orang yang tidak membutuhkan atau tidak berkaitan langsung dengan nama domain. Salah satu contohnya adalah nama domain bankmandiri.com, yang ternyata telah dibeli pihak lain, sehingga Bank Mandiri terpaksa menggunakan domain bankmandiri.co.id.

Tautan:

PANDI: Nama Domain Terhapus

15 Ribu Nama Domain Nonaktif Dihapus

33 Responses to “Nama Domain Dibeli Tapi Dianggurkan”

  1. Vandy says:

    Pertamaxxx…

  2. Vandy says:

    bener… coba aku udah tau internet dari dulu… pasti tak beli domain2 itu…

  3. aafyn says:

    ini biasa dijadikan bisnis jual-beli domain oleh orang-orang yang ingin meraup keuntungan sebesar-besarnya. beli murah jual mahal dengan harga berkali-kali lipat. btw, itu domain bankmandiri.com dilepas dengan harga berapa ya? si pemilik domain tsb ngambil untung juga dari pihak ketiga penyedia jasa domain parking.

  4. Kalau nggak salah, sekitar enam tahun lalu, domain bankmandiri.com ditawarkan sekitar USD 10.000.

  5. iqranegara says:

    “ditawarkan sekitar USD 10.000″

    Kulakannya USD 10, jualnya USD 10.000, untungnya USD 9990
    :D

    Tapi ada motif lain orang beli domain tapi ga dipake, yaitu nama domain yang mirip sama domain utamanya. Niatnya jelas, yaitu untuk menghindari salah ketik. Saya pernah beli domain ‘waroengmobil.com’, tidak pernah dipake, sekarang hangus :D

  6. noudie says:

    bravo PANDI!

    akhirnya….ada juga 1 organisasi di indonesia yang lebih baik dibandingkan organisasi luar negeri!

    keep up the good work ;)

  7. fathonix says:

    diatas ditunjukin screenshote parked, emang .web.id atau .co.id bisa diparkir ya? soalnya domain seperti itu ndak bisa buat paid review.

  8. Saya belum pernah melihat domain co.id, web.id dan sejenisnya yang di-parking. Pembelian domain seperti itu membutuhkan data-data pembeli yang cukup lengkap, termasuk KTP dan data perusahaan agar nama domian jatuh kepada yang berhak. Jadi, beda dengan domain .com, .net, .org dan sejenisnya yang teoritis praktis bisa dibeli siapa saja asal mampu, domain-domain Indonesia hanya bisa dibeli oleh yang berhak, sesuai dengan nama perusahaan atau nama produk atau nama paten. Nama domain seperti ini memang tidak pantas di-parking untuk tujuan sekadar mendapat dolar dari trafik parking.

    Dengan pembatasan seperti itu, kalau pun bisa di-parking, pemilik domain Indonesia enggan melakukannya.

  9. Eddy says:

    #6 PANDI lebih baik dari organisasi luar negri dalam hal apanya ya? Dengan menghapus nama domain yang ngga dipake?

    Mungkin domain yang saya daftarkan tahun lalu termasuk yang dihapus :D

  10. #6 bravo PANDI! akhirnya….ada juga 1 organisasi di indonesia yang lebih baik dibandingkan organisasi luar negeri!
    —-
    Hanya karena menghapus domain nganggur yang di register gratisan organisasi ini menurut Anda lebih baik ? huehehehe.. jauh..!!

    Di Indonesia banyak domain nganggur ngga juntrungan karena budaya aji mumpung kali ! Budaya Gratisan !!
    Dan tentunya regulasi ngga jelas.. Coba disuruh bayar iuran tiap tahun, mokal ngga tuh..?

    Kalo untuk domain internasional, orang-orang punya pemikiran tersendiri pastinya kenapa harus beli domain tapi dianggurin. Ada yang nunggu pembeli, ada yg mengamankan dari kesalahan typo, ada yang kelupaan saking banyaknya domain, ada yang invest dan alasan2 lain.

  11. aldohas says:

    Beli domain sekarang seperti beli tanah…
    Investasi…

    Cari tanah/domain yang potensial
    ntar tinggal nunggu harganya naik, untung deh…
    hehehe….

    salam kenal pak
    tukeran link please…! :-)

  12. Avian Dewanto says:

    kayaknya sih bukan permainan bisnis orang Indonesia semata. beberapa penyedia jasa dedicated server (benar gak ya istilahnya?) di luar negeri jauh lebih banyak yang menjual nama domain yang sama sekali belum digunakan. harga untuk sebuah domain yang belum jelas juntrungannya berani minta US$ 6 ribu (myzine.com).

    semakin banyak peminat nama suatu domain tentulah terjadi hukum besi ekonomi. tapi namanya juga bisnis tentu saja ada resiko. kalau tujuan tak tercapai (domain tak laku terjual, ya, gigit jari aja deh. layaknya pemilik domain ini: cekdanricek.com.

    tapi, mong-omong, bilang Telkom, dong, bisnis kita-kita yang punya klien di luar nagari bisa ancur berat, neh, gara-gara koneksi putus. capek deh.

  13. Mbelgedez says:

    Domain sayah banyak dibajak Blogger di situs gretongan….

    :lol: :lol: :lol:

  14. wox says:

    iya juga ya pak… tapi bukannya sekarang domain parking lg ngetrend??

  15. caksub says:

    memborong domain domain cantik itu memang salah satu strategi untuk bisa menjadi kaya, mungkin perlu di coba, he he he

  16. kevin mintaraga says:

    Sedikit off topic, tapi dengar-dengar sebentar lagi mau launch nama domain menggunakan .asia

    Apa ada teman-teman disini yang sudah register alamat website menggunakan nama domain .asia?

    Btw, saya baru disini jadi salam kenal yah semua

    :)

  17. Hariyanti says:

    Betul.. dan setahu saya.. selain “ngangur” begitu saja.. domain tersebut ada yang dibeli untuk kepentingan lain pak selain untuk dibuat menjadi alamat website. misalnya untuk vhost, dll. tapi kebanyakan bukan domain ID yang digunakan untuk hal tersebut, melainkan ICAN.

    Yah.. semoga saja para “penimbun” domain ini menggunakannya untuk kepentingan yang tidak merugikan yah pak.. Amiin.

  18. wah kalo itukan maen parkir biasanya kalo ngka sedo ya parked, nah kalo masalah nama itu erat kaitannya dengan SEO kalo masalah bankmandiri tentu itukan karna dia yang ngak cepat2 ngambil .com hal inipun sempet kejadian sama problogger.net ;-)
    just my two cents :-)

  19. Ken Reidy says:

    @Kevin:
    Saya udah daftar .asia, cuman masih belum bisa digunakan, sebab masih harus ngeliat apakah ada peminat lain atau tidak untuk namadomain yang sama. Kalo nggak salah inget, tanggal 12 maret ntar baru ada jawaban. Cuman harus langsung 2 tahun.

    @Pak Nukman:
    Bukankah ada asas “First come first serve” ? memang kalo di Indonesia, karena berkiblat kuat ke HKI, maka menggunakan asas “First to File”.

    Ambil contoh .asia Pak Nukman, si pemilik merek sudah diberikan waktu cukup panjang untuk mengklaim (mengambil) namadomain yang sesuai merek masing-masing. Jika pada waktu pendaftaran tidak diambil, lalu ketika masuk season berikutnya, dimana non pemilik merek pun berhak mendaftar domain yang mirip nama merek, jadi salah siapa? Itu saja saya pikir implementasi .Asia sudah mengambil jalan tengah dari 2 asas sebelumnya.

    Oh ya, kalo domain gTLD yang dianggurin, mungkin bisa disebabin yang beli ga pake duit sendiri, melainkan uang hasil marketing traffic di internet juga, trus belinya di registrar luar yang juga murah dengan fitur domain panel yang lebih wah.

    INFO tambahan buat yang nyari gTLD (.com/.net/.org/.biz/us) murah seharga $4 (tahun pertama) bisa buka hostmysite.com (TUCOWS Registrar) – (itu promo februari s/d maret 2008).

    —– OOT sedikit —–
    BTW, di Indonesia ada juga orang yang suka beli domain TLD sampe berjumlah ratusan biji, ga ada yang dipake, kalo pun diparkir bukan ke SEDO, Parked, NameDrive, dsb melainkan memang park page nya dia sendiri.
    Tujuannya dijual, harga memang diatas standar. Tapi, jika kebetulan yang berminat adalah si pemilik nama yang berhak, atau pemilik merek, dia bersedia memberikannya secara cuma-cuma. Jadi masih ada unsur proteksi. Bagaimana menurut pendapat pak Nukman? maaf, saya kebetulan lupa dengan alamat situsnya, tapi kalo pak Nukman sering search domain availability, bisa tahu juga kok…. :) yg jelas bukan saya….

  20. OtakKiri.com says:

    Itu juga yang kami pikirkan waktu hendak membikin toko buku online kami. Sempat kepikiran sebuah nama, dan langsung ingin membeli domainnya. Tetapi karena teknis web, desain, manajemen dan marketingnya belum siap, kami tunda membeli domainnya. Takutnya domain dibeli, tetapi malah kepikiran nama lain waktu develop.

    Akhirnya begitu di offline jadi, langsung beli domain + urus hosting, dalam hitungan 15 menit, webnya sudah up.. Dan domainnya tak akan menganggur kali ini.

  21. hendro says:

    Pemilik Bankmandiri.com bisa digugat lewat WIP0 (lihat http://www.wipo.int/) karena termasuk pelanggaran HAKI bila nama Bank Mandiri sudah didaftarkan sebagai trademark.

    Saya lihat registrasinya tahun 2005, jadi bank Mandiri (hasil merger) sudah berdiri. Si pemilik domain bisa menang bila dia mendaftarkannya lebih dulu (predated) daripada tanggal terdaftarnya trademark bank Mandiri. Bila kalah, Bank Mandiri bukan hanya bisa memaksa dia untuk menyerahkan domain secara cuma-cuma, namun juga melakukan gugatan ganti rugi akibat pelanggaran tersebut.

    Cybersquatting seperti ini sudah sangat jelas aturannya. Jadi, jangan coba-coba dilanggar.

    Membeli domain seperti membeli tanah. Ada yang baru bisa membeli tanah, namun belum bisa membangun. Jadi sementara “mengamankan dulu” kaplingnya. Ada yang membeli langsung dibangun. Ada yang membeli untuk ditahan sampai harganya naik. Bila kita menganggap hal itu wajar dalam transaksi tanah, mengapa meributkannya bila menyangkut domain?

    (Kecuali, tentu saja domain itu menyangkut nama dagang yang sudah susah payah dibangun orang).

    Mengenai kenapa tidak ada domain web.id atau co.id dan lain2 yang diparkir. Sejauh ini, hanya domain berakhiran com yang menghasilkan type-in traffic. Itu pun hanya nama-nama domain generic seperti business.com, candy.com, dll. Jadi, kalaupun diparkir, tidak ada yang akan menghampirinya.

  22. bangsari says:

    betul itu. salah satunya ya milik saya. bangsari.web.id.

  23. Akhirnyaa… saya bisa mendaftarkan domain co.id untuk perusahaan saya. Suit.. suit.. :)

    Dulu di tahun 2000, saya cek itu domain “Indonesia.com”. Masih available, lho! Nyesel saya ndak beli waktu itu kkkk.. :D

  24. bango mania says:

    Wah, kasihan calo-calo yang berbisnis nama domain dong mas….lahan mereka dilibas habis.

  25. Daniel says:

    Kami ada mau tanya, sebelumnya saya ucapkan trimakasih buat pandi domain kami langsung bisa dipakai. Pertanyaan kami, bila seiring dgn berjalannya waktu, domain kami co.id, ada yang mau beli apa hal itu dipbolehkan? Tq. &Bravo mr. Nukman

  26. anton says:

    soal domain,memang unik. Ada yang sampe beli puluhan bahkan ratusan domain.

  27. rendysatya says:

    iya sih pak, bener juga.. tapi khan hak2nya yang beli domain pak :)
    sama kayak kita beli rumah atau tanah.. masak kita mau nyalahin orang yang punya rumah di jalan strategis dengan bilang: “eh kamu jangan beli rumah dipinggir jalan ini dong. kasihan khan ada perusahaan yang butuh untuk bangun mall disini tapi ga jadi karena kamu ga mau ngejual rumahmu!! (hehe, aneh khan pak??)

    menurut saya itu rejekinya yang punya bankmandiri.com pak :)
    itu namanya smart :) yang penting jujur pak :)
    hehe :) ayo makanya sekarang investasi yuuuk :p

    ayoooo buruan investasiiii hehehehehe :p

  28. Analogi mas Rendy menurut saya kurang tepat.

    Beli domain memang hak masing-masing. Tapi kalau beli domain yang namanya sama dengan merek pihak lain sehingga pemilik merek itu tidak bisa menggunakan, jelas itu tindakan yang keliru.

    Domain bankmandiri.com itu jelas hak Bank Mandiri yang sudah bertahun-tahun membangun merek bank mandiri. Meski domain bankmandiri.com tersebut belum dibeli Bank Mandiri, secara etis kita tidak berhak membelinya. Hanya saja, registar domain .com kurang jeli memantau merek-merek yang sudah terdaftar di luar AS, sehingga bisa kecolongan kasus bankmandiri.com. Sebenarnya Bank Mandiri bisa saja menggugat dan meminta domain bankmandiri.com, dan saya yakin bisa menang. Namun Bank Mandiri memilkih domain lokal melalui Registar domain co.id.

  29. rizky says:

    motorbebek.com , akhirnya kita beli hanya untuk di redirect saja, heran juga kita domainnya masih available, motorbebek itu kan sesuatu yang sudah sangat lumrah sekali di masyarakat indonesia di mana2… hehehe…

  30. gede says:

    sekitar tahun 2000 an memang banyak nama domain cantik .com/.net yang belum terdaftar termasuk beberapa nama pulau indonesia, saya sempat tergoda ingin mendaftarkan beberapa nama pulau yg sekarang sudah menjadi salah satu tujuan wisata, setelah saya baca aturan/syarat untuk mendaftaran domain saat itu, salah satunya kalau tidak salah disebutkan bahwa tidak boleh mendaftarkan nama negara, nama pulau, nama kota suatu wilayah. Karena terlalu taat aturan saya pun tidak jadi mendaftarkan domain yg diinginkan. Tapi apa yg terjadi sekarang, banyak tempat tempat menarik di indonesia sudah didaftarkan orang asing. Saya sekarang hanya bisa gigit jariiiiiii…………..

  31. [...] names per capita. With population of more than 250 million, of which 20 million are internet users, the number of indonesian domains registered is a mere 43,000. That’s equivalent to 1 domain for every 6000 citizens! What a HUGE CONTRAST with the [...]

  32. alfi says:

    sebenarnya nama domain tidal perlu pake batasan2 yang justru mempersempit ruang gerak pada dunia maya ini..yang penting tdk menyerobot domain orang yg sdh terdaftar,memang serba susah kl di batasi tdk boleh nama domain berbau geografis..yaa jadi aneh kl sy lihat peraturan2 di negara ini…seperti sy asal kalimantan ,,sebenarnya sy bangga dengan nama domain Kalimantan.com,net,org,dll…tapi dengan batasan2 ini kita jd membuat nama domain dengan jadi.,,lantas apakah sy gak boleh misal membuat domain dengan :Samarinda kota tepian.com. atau Tenggarong kota raja.com….khan aneeh padahal ciri dunia internet adalah bebas berekpresi..

  33. Ali Arifin says:

    Setuju dengan mas Hendro bahwa membeli domain itu sama seperti membeli tanah. Jadi siapapun yang pertama kali beli merekalah pemiliknya. Urusan itu tanah mau buat berkebun, bangun rumah, didiamkan sampai tumbuh semak belukar, dijual kembali dengan harga berkali-kali lipat itu hak orang. Tidak bisa memaksa orang beli tanah harus membangun rumah. Kalau ada aturan membeli tanah harus membangun rumah, nanti bisa muncul lagi aturan kalau bangun rumah harus rumah bertingkat, begitu seterusnya. Siapa yang bisa bertahan? Itu prinsipnya di dalam bisnis. Kalau ini dilanggar maka semua hal bisa menjadi berantakan. Karena itu bagai pemilik bisnis atau perusahaan harus melek teknologi jadi jika ada peluang muncul langsung disambar. Jangan sampai udah disambar orang, Anda baru berkoar-koar bilang ini dan itu.

    Saya tidak setuju bahwa pemilik bankmandiri.com bisa disalahkan atau bisa dimenangkan oleh bank mandiri. Jangan terprovokasi dan akhirnya rugi. Memang, nama domain belakangan bisa diadukan jika melanggar hak cipta atau merek sebuah perusahaan. Tapi diingat, itu biasanya bukan untuk domain general seperti com/net/org/biz. Itu hanya untuk domain dengan code negara seperti co.id, dsb. Jadi andaikata bank mandiri belum punya bankmandiri.co.id lalu si A mendaftarkan domain tsb padahal dia bukan pemilik bankmandiri maka bisa digugat. Sedangkan untuk domain general tidak bisa.

    Loh apa hubungannya bankmandiri dengan domain bankmandiri.com? Pendapat yang bilang itu domain sudah ada hak ciptanya karena ada merek bank mandiri di Indonesia, nah pertanyaannya semua kata di dunia juga ada mereknya dan pemiliknya. Dunia itu luas, hanya kita saja yang tidak tahu. Bank mandiri ada di Indonesia, tapi di Cina, di Afrika atau Amerika Latin kan bisa saja tidak ada dan orang tidak mengerti mandiri itu apa. Bahkan bisa saja mandiri menjadi kata yang aneh di sebuah negeri. Lalu kalo mereka mendaftarkan dan membeli domain tsb apa lantas mereka dipersalahkan? Ini logika bermainnya. Jangan terprovokasi oleh pendapat yang belum tentu benar. Domain internasional adalah domain yang bersifat terbuka. Di dunia internasional tidak dikenal siapa pemilik modal besar merekalah yang diagungkan. Karena itulah kenapa domain .com itu mahal sekali.

    Sedangkan untuk domain di Indonesia yakni .co.id, dsb banyak dimiliki lalu tidak dipergunakan, itu kembali kepada regulasi pemerintah itu sendiri. Ini juga hak yang membeli kecuali sudah merupkan merek sebuah perusahaan. Bisa saja kan orang beli untuk dibuat perusahaannya nanti? Lalu perusahaan tidak jadi didirikan itu kan masalah lain. Tidak bisa memaksa orang setelah punya domain harus berhasil dalam bisnisnya. Memang sudah ada aturan untuk memiliki domain akhiran co.id, dsb. Coba saja dikenakan biaya yang lebih “mantap” untuk domain tersebut. Ada yang berani beli lalu tidak mau dipakai atau ingin menjualnya di masa akan datang? Coba saja kalau berani. Nah ini kembali kepada regulasi Bapak-Bapak di lembaga pemerintahan. Kerja mereka apa ya? hehe.

    Wassalam,

Leave a Reply

nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
tuhunugraha @tuhunugraha
Social Media Specialist
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
meisia @mumualoha
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • ferry kinalsal: - Setuju mas, sepertinya harus memilih salah satu media sosial tersebut untuk...

  • rusabawean: - hahaha #barutahu kalo bionya Pecinta Kuliner Nusantara :D

  • Tuhu Nugraha: - Salam kenal juga Mbak Linda, untuk segi desain mungkin bisa ditambah dengan tab...

  • Tongkonan: - Saya baru benar2 mengerti kasus yang menimpa Mario Teguh kemarin di twitter. :)

  • Joko Susilo: - Benar. kata pepatah “beda lubuk beda ikannya”. setiap social media...

  • Joko Susilo: - Sepakat. Kalau hanya berdasar KPI bisa-bisa hanya kejar setoran nge-tweet

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting