Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Uji Kecepatan Berita: Detikcom, OkeZone, KCM, Tempo Interaktif

February 28, 2007
Oleh Nukman Luthfie

 

Sore ini, Rabu, 28 Februari 2007, jagad bisnis telekomunikasi ada kejadian penting. Isu pergantian direktur utama Telkom, yang sudah menjadi polemik sejak beberapa bulan ini, akan dituntaskan via RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham Telkom) sore ini juga. Posisi dirut di sebuah BUMN, apalagi sekelas Telkom, diyakini banyak pihak juga posisi politis, sehingga menjadi perhatian utama banyak media.

Saya iseng-iseng menguji kecepatan berita media-media online dan media yang memiliki versi online, untuk kasus ini. Maka, saya pantau terus Detikcom, Kompas Cyber Media, sang pendatang baru OkeZone, Tempo Interaktif, Bisnis Indonesia, Media Indonesia dan Rakyat Merdeka Online.

Hasilnya tidak mengejutkan: Detikcom tetap memimpin dalam hal ini. Pukul 17.48 WIB Detikcom sudah memuat tulisan Arwin Rasyid Mengundurkan Diri. Enam menit kemudian disusul laporan bahwa Rinaldi Firmansyah Dirut Telkom yang baru. Hebatnya, 20 menit kemudian disambung dengan laporan Inilah Direksi Baru Telkom.
detikcom.JPG
Sang pendatang baru, OkeZone, yang dikabarkan bakal jadi pesaing kuat Detikcom, tak menurunkan berita apapun mengenai hal ini hingga saya menulis ini. Demikian pula halnya dengan Kompas, Bisnis Indonesia, dan Rakyat Merdeka. Justru Tempo Interaktif yang cepat menurunkan berita ini. Pada pukul 18.19 WIB ada artikel Rinaldi Firmansyah Pimpin Telkom. Tetapi tetap saja kalah cepat dibanding Detikcom.

okezone.JPG

Dari sekilas pandang ini, silahkan simpulkan sendiri, apakah mungkin lahir pesaing tangguh Detikcom?

39 Responses to “Uji Kecepatan Berita: Detikcom, OkeZone, KCM, Tempo Interaktif”

  1. iim fahima says:

    Diperlukan online attitude untuk bisa bertarung dan survive di dunia online.

  2. Nandi says:

    Pak,, OKEzone ternyata sudah ngluarin britanya juga koq. :)

    Berita mengenai hal ini dikeluarkan OKEzone.com pada hari Rabu, 28/02/07 Pukul 18:51 WIB, dengan judul :
    “96,44% Dukung Rinaldi Jadi Dirut Telkom”

    Jadi,, apa gak berlebihan kalo OKEzone bakal jadi saingan berat Detik.com. Masak sama Tempo aja kalah cepet??

  3. Mut says:

    Berita di Bisnis.com malah muncul jam 11.

    Lihat saja

    Rabu, 28/02/2007 11:16 WIB
    Rinaldi hampir pasti jadi dirut Telkom
    oleh : M. Munir Haikal dan M. Noor Korompot

    JAKARTA: Rinaldi Firmansyah hampir dipastikan menjadi Dirut PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dalam RUPSLB yang dijadwalkan hari ini.

    Seorang pejabat Telkom mengatakan Rinaldi akan didampingi oleh I Nyoman G Wiranata, Arief Yahya, Ermady Dahlan, Sudiro Asno, Prasetyo dan Faisal Syam. Semula, terdapat dua nama menjadi calon kuat sebagai dirut Telkom yaitu Kiskenda Suriahardja dan Rinaldi Firmansyah.

    “Nama-nama tersebut tinggal menunggu pengesahan dari rapat umum luar biasa pemegang saham (RUPSLB),” ujarnya pagi ini.

    Kiskenda saat ini menjabat sebagai dirut anak perusahaan Telkom yaitu Telkomsel dan Rinaldi Firmansyah menjabat sebagai direktur keuangan Telkom.

    Dia mengatakan sebenarnya terdapat tiga calon yang diajukan untuk posisi Dirut. “Tetapi dua calon yang mengerucut yaitu Rinaldi dan Kiskenda sedangkan satu nama lainnya yang berasal dari level Kadivre dianggap terlalu meloncat posisinya dari level tersebut ke dirut,” ujarnya.

    Seorang pejabat pemerintah mengatakan Garuda Sudargo yang menjabat sebagai Wadirut Telkom akan masuk ke PT Indosat sebagai Dirut.

    Kementerian BUMN telah meminta sejumlah pejabat Telkom dari level senior leader (satu peringkat di bawah direksi) seperti general manager, kepala divisi regional dan vice president untuk ikut dalam uji tuntas (fit & proper test) calon direksi BUMN tersebut. Pada hari ini dijadwalkan manajemen Telkom akan menggelar RUPSLB yang salah satu agendanya adalah pergantian direksi. (tw)

  4. Hedi says:

    Perlu mental siap uji begitu mau masuk ke news portal. Waktu tenggat lebih cepat dibanding menulis untuk media cetak. Mungkin ini yang belum terlalu dipahami OkeZone.

  5. Andy Santoso says:

    ehm cepet seh, tapi kadang ngga akurat dan terkesan yang penting cepet up dulu, contoh waktu itu saya pernah baca di detik soal gempa, ada berita yang mengatakan dilaporkan dari gedung xxx lantai xx, padahal gedung tersebut ngga ada lantai xx nya, meski berikutnya ada beberapa berita menyusul. dan biasanya dari segi bahasa juga terkesan gimana gitu. yah mungkin itu pengorbanan yang harus diambil. :)

  6. Nukman says:

    #2.
    PortalHR.com, yang tidak memposisikan diri sebagai portal berita, malah menulis hal itu pada jam 19:38 WIB, dengan angle yang berbeda, yakni sudut pandang SDM. Sehingga judulnya pun: Rinaldi Firmansyah Dirut Baru Telkom, Faisal Syam Direktur SDM. Isinya juga menekankan pada program pensiun dini Telkom yang dikampanyekan oleh Faisal.

    Dalam hal positioning di portal berita, kecepatan merilis berita merupakan salah satu kunci sukses utama. Perbedaan satu jam sangat signifikan di media ini. Saya masih ingat, ketika Astaga! menyemarakkan dunia portal berita pada awal 2000-an, terjadi perang adu cepat dengan Detikcom. Perbedaan kecepatan menampilkan liputan berita hanya dalam hitungan di bawah 10 menit.

  7. Nukman says:

    #2.
    Berita investigatif Bisnis.com tepat. Meski ditulis siang hari, sore harinya ramalan Bisnis.com tepat. Ndak heran kalau Bisnis Indonesia menjadi rujukan utama masalah bisnis.

  8. budiyanto_02 says:

    Wah, jangan pada pesimistis dulu soal yang satu ini. meskipun kita melihat bahwa isu ini penting untuk diangkat, tapi bahwa media juga mempunyai pertimbangan sendiri dlam memilih berita untuk media mereka.

    Selain itu juga jangan lupakan pengalaman masing-masing media yang juah berbeda. Detik memang sudah sangat “ngeh” dengan posisi dan kekuatan medianya, jadi fokusnya sudah sangat jelas. Kalau yang lain memang perlu banyak belajar dari itu.

    Khusus untuk Okezone, prosesnya memang masih panjang untuk mencapai level detikcom.

  9. Erna says:

    ***Khusus untuk Okezone, prosesnya memang masih panjang untuk mencapai level detikcom.***

    Halo mas Budiyanto, detikcom melatih diri 8 tahun utk segesit dan “sepeka” itu. Bahkan hingga saat ini mereka terus exercise…

    Jadi, saya kira, masih cukup relevan komentar saya dahulu banget soal detikcom vs “yang lain-2″… http://www.virtual.co.id/blog/?p=161

  10. Joe says:

    Sekarang detik juga sudah punya detiktv. Hmm..kira-kira bisa ngga yah detiktv mengalahkan liputan6.com yang sudah lebih dulu.

  11. Nukman says:

    #5.
    Kalau yang diburu kecepatan, biasanya yang dikorbankan ketelitian.

  12. Muslih says:

    #1 Maaf apakah Anda Iim Fahima yang dulu thn2 95-96 di SMA…. di Semarang? yang tiap pagi kita bareng naik bus kota DAMRI? ingat nama & wajah, lupa rasa, he,, he,,

  13. wahyu says:

    Wah saya rasa mungkin kurang fair kalo pendatang baru sudah langsung di benchmark dengan yang sudah pengalaman hanya dalam hitungan hari. Mungkin kalo secara fair sih kita lihat dalam waktu 6 bulan – 1 tahun nah baru kelihatan apakah pendatang baru ini bisa secara significant menyaingi yang sudah pengalaman. Tapi untuk berita sih, saya pernah tidak sengaja melakukan hal tanggal 21 Jan 2007 hari minggu pada saat gempa di Manado (alasannya sih karena ada saudara yang di sana jadi pengen melihat beritanya secara cepat), saya buka okezone menayangkan pukul 19:06 dan detik 19:13 terpaut hanya beberapa detik tapi si pendatang baru ternyata bisa lebih cepat.

  14. Nukman says:

    Saya setuju dengan pendapat mas Wahyu.
    Kita tunggu 6bulan-setahun mendatang.

  15. Tuhu says:

    hihihi, berarti detik masih paling oksss ya pak??? ok deh….

  16. sofa says:

    saya juga ngamati..berita okezone banyak yang lebih cepat..jauh..bahkan pengambilan angelnya lebih menarik..

    untuk kuantitas, seperti ternyata detik beberapa kali banyak kalah cepat..

  17. Marti says:

    Okezone milik Bambang Trihatmodjo dan kelompoknya. Bambang adalah kakaknya Tommy, anak dari Soeharto. Bisakah Okezone meyakinkan publik tentang independensi mereka?

  18. ridho wahyu says:

    saham bambang di perush ini tinggal secuil..rencananya bimantara akan rups dan akan segera mengganti nama, tidak lagi bimantara..ini bukti bambang tidak lagi punya kuasa di bimantara..

  19. Elyas says:

    Bung ridho wahyu nampaknya tahu persis isi Bimantara… Bisakah dishare lebih jauh disini? :D

  20. ridho wahyu says:

    bisa dicek di laporan keuangan 2006 yang baru dilansir. atau di prospektusnya.

  21. t3ddy says:

    wah menarik sekali ya bahasannya,
    terus terang sebagai orang awam, saya berpikir, apakah cepat atau lambat suatu berita sampai ke kantor apakah hanya tergantung kepada wartawan yg meliputnya? kalau “iya”, berarti tim wartawan detik lebih cepat daripada wartawan2 yang lainnya donk ya?
    apakah untuk mempercepat suatu berita, cukup wartawan aja di genjot? atau ada trik2 khusus lain sih yang diperlukan oleh situs-2 ini?

  22. radityo says:

    Mbak Iim, bisa dijabarkan lebih rinci tentang “online attitude”?
    Trims

  23. radityo says:

    Mungkin selain kecepatan dalam tampilan berita, yang juga penting adalah akurasi, gaya penulisan, dukungan foto, dan lainnya. Intinya, bagaimana dalam waktu yang terbatas bisa menulis dengan akurat plus indah, enak dibaca dan perlu.

  24. Yayan SF says:

    detikcom banyak jebolnya tuh..kalah cepat, dan berita bagus banyak yang lewat..

    btw, hari ini saya bandingkan berita soal sidang vonis bebas newmont di manado..kok detikcom beritanya nggak balance ya..pro newmont banget..padahal reporter jakarta dikirim ke sana..dibayar berapa tuh..? hehe..

  25. akangaziz says:

    maju terus detikcom!

  26. TEBE says:

    ANEH, KALO CUMA BERITA TELKOM YANG JADI PATOKAN. COBA LIHAT BERITA LAIN JUGA DONG, BARU BOLEH NGAMBIL KESIMPULAN. LAGIAN NGAPAI KAYA GINIAN AJA DIKOMENTARIN, TOH WAKTU JUGA AKAN MEMBUKTIKAN SIAPA YANG LEBIH CEPAT DAN AKTUAL…

    CUMA MAU KASIH TAU, BANYAK BERITA OKEZONE YANG GA DIMUAT SAMA MEDIA LAIN.

    TEBE TEA

  27. TEBE LAGI says:

    BUKAN CUMA DETIKCOM YANG PENGEN MAJU… OKEZONE, TEMPO, KOMPAS JUGA MAU MAJU.

    BIASANYA SIH, ORANG YANG NGERASA TERSAINGI ITU RADA PANASAN. SPORTIF AJA BUNG… MASALAH GINIAN AJA BAWA-BAWA BAMBANG TRIATMOJO,, GA SEKALIAN AJA BAWA BAPAKNYA…

    TEBE TEA

  28. maulana says:

    TABIR GELAP KOTA KEMBANG DI OKEZONE MEMBIKTIKAN OKEZONE LEBIH BAGUS DALAM INVESTIGASI….

  29. Nukman says:

    # 26.
    “CUMA MAU KASIH TAU, BANYAK BERITA OKEZONE YANG GA DIMUAT SAMA MEDIA LAIN.”

    Ini statement menarik. Apakah memang Okezone akan memposisikan diri sebagai portal investigatif? Kalau memang ini yang akan dikembangkan, saya kira Okezone akan punya posisi yang unik dan tidak perlu beradu kecepatan dengan Detikcom.

  30. A Hok says:

    Okezone kok ngga berani memberitakan sidang cerai Bambang Trihatmodjo >

  31. A Hok says:

    Okezone kok ngga berani memberitakan sidang cerai Bambang Trihatmodjo-Halimah seh…? Apa dependensi kayak gini terkait kapital ya? Kompas, Tempo, detkcom, semua media mengabarkan lho?

  32. eddy says:

    wah…katanya diskusi yang ini bisa nambah wawasan http://www.virtual.co.id/blog/index.php?p=189#comment-60917 tapi kok isinya sama ajah ya :) kayaknya Mas Nukman perlu menerapkan sistem moderator buat komentar yang di tulis, biar isinya ga cuma perang mulut yang tidak menambah wawasan. Jadi blog-nya Mas Nukman bisa tetap bermutu dan bebas dari “intrik” hehehehehehehe….

  33. iya. Diskusi keterkaitan Okezone dan Bimantara serta kebijakan redaksi selesai sampai di sini.

    Hanya komentar lain yang berekaitan dengan postingan di atas yang saya loloskan di sini

  34. andi says:

    berita telkom detik boleh menang, berita gosip kalah jauh sama kompas online, wartakota, bahkan nova yang mingguan

  35. Julian says:

    Wah masalah kenapa okezone tidak meliput masalah bambang, saya sih melihatnya itu tidak significant di lakukan wong itu berita yang bersifat infotainment kok, buktinya waktu saya nonton di RCTI masalah bambang tersebut di garap sampai sangat detail dan dalam beberapa minggu sempat masuk ke dalam top list infotainment baik RCTI maupun TPI. Jadi menurut saya sih sekalipun okezone itu ada di dalam group MNC akan tetapi policy di sisi redaksionalnya berbeda dengan media lain alias belum terintegrasi.

    Mau tanya nih sama guru online saya yaitu pak moderator alias Mas Nukman gimana kira-kira konsep redaksional seperti MNC apakah enaknya masing-masing memiliki policy berbeda atau di samakan?. Trims sebelumnya

  36. Mas Julian, guru off-line saya, ada dua hal yang saya lihat dalam hal keredakasian.

    Pertama, dari persepsi (sekali lagi, persepsi lho) pengunjung alias pembaca yang saya amati di sini: Okezone berhadapan dengan Detikcom. Maka, yang mereka ukur adalah kecepatan beritanya (bukan kedalaman atau investigasinya).

    Kedua, dari sisi Okezone sendiri, redaksi tidak pernah mengumumkan positioningnya ke publik bagaimana kebijakan redaksinya. Kalau pun pernah, barangkali strategi komunikasinya kurang, sehingga masih saja dipersepsikan sebagai pesaing Detikcom.

    Mengenai konsepnya yang tepat seperti apa, tentu redaksi Okezone yang lebih faham. Bagaimanapun juga, konsep redaksi itu bukan barang sekali jadi. ia merupakan proses pengolahan terus menerus untuk mendapatkan yang terbaik, sehingga dapat memenuhi dahaga publik yang menjadi target audience-nya.

  37. Lama says:

    Mas Nukman, coba donk bikin perbandingan lagi, kali ini dibuat perbandingan untuk tiap kategori dan kompartemen berita.

    Untuk berita ekonomi/bisnis misalnya, dengan melihat contoh kasus berita pergantian dirut Telkom, Detik.com mungkin lebih cepat, dan Bisnis Indonesia lebih jago investigasi berita ekonomi/bisnis.

    Lantas bagaimana dengan berita yang lain? Kalo bisa Mas Nukman bisa bikin lagi perbandingan berita-berita
    a. Nasional (Politik)
    b. Hukum
    c. Kriminal
    d. Berita Kota
    e. Olahraga Luar Negeri
    f. Olahraga Dalam Negeri
    g. Infotainment
    h. Feature ringan
    i. Investigasi
    dll

  38. pernong_budi says:

    pak Nukman, berani tidak buat media online….?

    nanti biar saya nilai karya pak nukman..
    kata temen saya, yang isi coment di blog ini orangnya itu2 juga

    memang sudah diset..

  39. Maksudnya membuat media online seperti Detikcom? Ndak berani ah.
    Kenapa harus berani?

    Tapi kalau mau menilai karya saya, silahkan simak beberapa diantaranya: Bisnis.com, PortalHR.com, Niriah.com.

    Ditunggu penilaiannya ya. Jangan sungkan-sungkan.

Leave a Reply

nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
tuhunugraha @tuhunugraha
Social Media Specialist
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
meisia @mumualoha
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • ferry kinalsal: - Setuju mas, sepertinya harus memilih salah satu media sosial tersebut untuk...

  • rusabawean: - hahaha #barutahu kalo bionya Pecinta Kuliner Nusantara :D

  • Tuhu Nugraha: - Salam kenal juga Mbak Linda, untuk segi desain mungkin bisa ditambah dengan tab...

  • Tongkonan: - Saya baru benar2 mengerti kasus yang menimpa Mario Teguh kemarin di twitter. :)

  • Joko Susilo: - Benar. kata pepatah “beda lubuk beda ikannya”. setiap social media...

  • Joko Susilo: - Sepakat. Kalau hanya berdasar KPI bisa-bisa hanya kejar setoran nge-tweet

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting