Jika masih beranggapan bahwa blog hanyalah tren sesaat, Anda salah besar. Semenjak lima tahun lalu, blog kian menguat dan fenomenal. Kelahiran bergitu banyak terobosan baru di dunia maya, termasuk social media Facebook.com, microblogging Twitter.com atau social calendar semacam Plurk.com tak menghentikan laju blog. Bahkan garis tegas antara blog dan mainstream media kini sudah pudar. Itulah temuan mutahir survei yang disponsori oleh Technorati, mesin pencatat blog, selama Juli-Agustus 2008.
Bukan hanya jumlah blog yang terus membengkak, mereka yang antusias ngeblog atau bahkan jadi blogger profesional kian banyak. Lebih dari itu, blog kini diadopsi oleh media mainstream dengan memberi para redakturnya halaman blog untuk memberikan opini personalnya.
Di Indonesia, fenomena blog bahkan semakin terlihat jelas ketika Dagdigdug.com lahir dengan layanan khusus blogging gratis dan mendapat sambutan yang bagus dari mereka yang ingin ngeblog di server Indonesia. Bahkan media online yang sudah mapan Detik.com menyediakan fasilitas untuk ngeblog di BlogDetik dan Kompas.com menyediakan domain khusus untuk ngeblog bagi jurnalisnya serta mengundang beberapa blogger tamu.
Kegairahan blog itulah yang membuat statistik blog di seluruh dunia mencapai angka yang menakjubkan. Selama Agustus 2008, Comscrore mencatat, seluruh blog Amerika Serikat berhasil menarik 77 juta pengunjung unik. Angka ini mengalahkan MySpace (75 juta) dan Facebook (41 juta). Tidak berlebihan jika CEO Technorati, Richard Jalichandra, berpendapat bahwa blog kini sudah naik pangkat menjadi media mainstream.
Kecuali temuan mengenai blog yang kian memainstream, hasil survei menunjukkan, blogger Asia didominasi oleh pria dengan porsi 73%. Dari sisi usia, blogger Asia didominasi oleh anak-anak muda berusia 18-34 tahun (juga 73%). Mereka kebanyakan kaum terdidik: 69% sarjana. Saya menduga, profil ini mirip dengan profil blogger Indonesia.
Yang penting buat para pemilik dan pengelola brand, para blogger ini menulis pengalaman sehari-hari dengan perusahaan atau merek (34%) dan bahkan product review (37%).
Skarang taun 2010 sudah mulai terbukti, Pak. Tren sesaat. Yang beken justru media yang bergaya blog, spt kalo di bidang web design ada smashingmagazine, webdesignerdepot, hongkiat dsb.
Lebih banyak pada lari ke Twitter. Termasuk Bapak sendiri kali ya
Salam hangat
Steven