Saya ketemu dengan Pandu WA, Director of Client Services, New Media Co. Ltd yang berpusat di Bangkok beberapa bulan lalu. Kami berbicara mengenai iklan Internet di Indonesia. Hari ini ia memberi komentar di blog ini. Panjang sekali komentarnya, karena kecuali menanggapi tulisan saya yang berjudul Selamat Tinggal Cetak, Teve dan Radio, juga menanggapi komentar Widi, Ryan dan Kiev. Agar enak dibaca, saya posting dalam sebuah tulisan tersendiri.
Dear Pak Nukman,
Saya akan mencoba menyumbang beberapa informasi mengenai internet advertising di Indonesia kepada rekan-rekan disini. Latar belakang saya sebenarnya adalah Marketing Service of Technology dan sedikit background di Tourism Marketing. Saya baru 2 tahun bekerja pada sebuah online advertising firm untuk South East Asia yang pusatnya di Bangkok, namum baru awal tahun ini ditugaskan untuk meng handle network di Indonesia.
Untuk Indonesia, populasi pengguna internet yang ada sekarang sudah mencapai 18 juta, jumlah ini meningkat 7 juta dari tahun 2004 (11 juta). Saat ini Indonesia adalah pasar internet user terbesar se Asia Tenggara. Coba anda perhatikan semakin banyak companies yang mencoba beriklan online di Indonesia, sebagian iklan online yang biasanya hanya ditayangkan di negara lain juga akhirnya ditayangkan di website Indonesia. Untuk perusahaan besar, kampanye biasanya dilakukan serentak dibeberapa negara melalui regional office mereka. Nilai pasar iklan (Value of Ad Market) di Indonesia kurang lebih sebesar US$ 3.3 miliar, dimana breakdownnya adalah sebagai berikut:
- TV 64.2%
- Newspapers 25.1%
- Magazines 4.6%
- Radio 2.8%
- Outdoor 3.2%
Lalu dimanakah Internet spending???? ternyata sampai dengan tahun 2005, internet spending di Indonesia hanya mencapai US$ 0.4 M. Mengapa demikian? Menurut saya sebagian besar hanya karena market internet advertising di Indonesia belum terbangung dari tidurnya. Website selalu bergerak sendiri sendiri dalam mencari client. Mereka tidak mengetahui apa yang sebenarnya diincar oleh client atau agency, tidak ada standarisasi ad spots dan penempatan iklan yang benar sehingga client merasa website tersebut terlalu cluttered. Hal ini menyulitkan agency dalam mendesain ad yang sama di setiap website. Kemudian ada pula masalah website yang tidak dapat menyediakan teknologi yang diperlukan untuk menciptakan campaign yang creative, atau kemampuannya menjamin peroleh impression dan Click Through Rate (CTR), dll.
Itu dari sisi websites, dari sisi client, banyak rekan manager di Indonesia yang saya temui tidak begitu paham mengenai online advertising, mereka belum cukup terbuka untuk mengerti bagaimana cara beriklan, apa yang harus diperhatikan, bagaimana menjustify investment tersebut, apa kriteria campaign yang berhasil, dan lain sebagainya. Keterbatasa-keterbatasan ini lazim saya temui pada pasar-pasar seperti Thailand (setahun yang lalu), namun sekarang pasar online advertising dinegara tersebut meningkat sangat pesat, websites bisa meningkatkan perolehan revenue mereka 200% dari sebelumnya dan client pun berlomba lomba memasang iklan online.
Untuk KIEV:
Mudah-mudahan tidak perlu menunggu 10 tahun agar iklan online di Indonesia bisa berkembang, saat ini saja saya merasa sudah cukup bagus perkembangannya. Hanya saja mungkin masih terfokus pada beberapa website besar. Hidup ini sepertinya mengikuti aturan 20:80 rule, hanya ada 20 persen websites yang akan kebagian 80% kue online ad.
Untuk WIDI:
Memang website yang cluttered akan mengurangi efektifitas iklan yang kita tayangkan, konsumen akan melihat begitu banyak graphics dan iklan dalam satu halaman website, sehingga mereka seringkali enggan untuk mengetahui lebih banyak mengenai iklan tersebut (menyebabkan CTR yang rendah). Namun disisi lain website juga perlu memaksimalkan pemasukkannya karena cost untuk menjalankan website seperti detik.com tidaklah kecil. Salah satu cara agar iklan kita memperoleh perhatian dari visitor, yaitu dengan membuatnya semenarik mungkin. Biasanya untuk klien kami, kami selalu mengusulkan untuk membuatnya interactive, kalau memang ingin beriklan mengapa hanya iklan satu arah , iklan dua arah dengan eksekusi yang creative akan memberikan hasil jauh lebih baik dari pada iklan yang static atau terbatas creativitasnya. Berdasarkan pengalaman kami, iklan online biasa hanya akan memperoleh kurang dari 1% visitor meng-klik iklan tersebut (CTR), bahkan jauh lebih kecil apabila website sudah penuh dengan iklan lainnya (cluttered). Iklan creative seperti floating ad, expanding ad, video ad, dan interactive ad bisa memperoleh CTR antara 2-20% CTR (case by case).
Ada cara lain yang ingin kami kembangkan di Indonesia. Seperti halnya friendster, yahoo dan MSN , website-website international tidak menjual spot iklan dengan Fixed spot Rupiah/Bulan, namun dengan Rotate CPM based(Cost per Impression). Dengan CPM website hanya akan mencharge client berdasarkan jumlah pageviews yang client terima, 1 CPM = 1000 pageviews. CPM jauh lebih transparan dan lebih cost effective bagi pemsang iklan. Rotate berarti satu spot ad dapat diisi oleh beberapa iklan dari client yang berbeda (lihat friendster disana ada 4 buah iklan yang rotate: clear, close up, kapanlagi.com dan sunsilk)
Dengan cara ini, website bisa mendadani layoutnya dengan lebih ‘manusiawi’ sekaligus memperoleh revenue yang lebih banyak. Pemasang-pemasang iklan yang memiliki budget terbatas masih dapat beriklan diwebsite tersebut dengan pembelian impression tertentu. Masalahnya: client di Indonesia, selain Unilever mungkin, masih belum mengerti akan hal ini. sekarang nalarnya adalah begini: apabila perusahaan besar seperti Unilever mau melakukannya mengapa yang lain tidak? mudah-mudahan bukan tidak, namun belum
Untuk RYAN:
Sebuah iklan online bisa dikatakan memuaskan jika rata2 impressionnya per hari berapa? Untuk hal ini tergantung dari tujuan sipemasang iklan, ada pemasang iklan yang hanya ingin menciptakan brand recall, sehingga mereka akan mencari website dengan impression terbesar, namun ada pula client yang ingin benar-benar targetted ke specific users, untuk lebih melibatkan mereka lebih jauh dengan brandnya, untuk ini client tersebut mungkin saja memilih website yang specific namun mungkin tidak begitu besar impressionnya. Apa bedanya impressions dan page view / banner view? semuanya memiliki arti yang sama Banner di situs2 besar semacam detik / kcm berapakah impressions dan klick and views-nya ?Saya punya statistic tiap channel dari hampir semua website lokal maupun international apabila bapak mau, mohon Japri kesaya langsung.
Untuk Pak Nukman, terimakasih banyak atas kesempatan yang diberikan ini, sukses selalu untuk Bapak.
NB: Bapak ada salam dari Pak Yoki Wira, saya bertemu beliau sewaktu di Bangkok.
Hormat saya
Pandu WA
Director of Client Services
New Media Co. Ltd
Pandu.a@newmediaworldwide.com
hihi, keren…
*pencet CTRL + S”
btw, kalo boleh saya mau nanya dari sisi pubsliher, sisi pemilik website yang ingin mendapatkan revenue dari iklan lokal.
jadi kemana kita harus mencari pengiklan?? kan yang selama ini saya tau hanya program afiliasi dan periklanan luar negeri aja.
sementara untuk publisher yang punya target pengunjung lokal, berarti kesempatan meningkatkan pendapatan dari websitenya jadi lebih kecil.
jadi apa kita harus mendatangi langsung calon pengiklan? apa ngga ada sistem terpusat seperti AdWords atau Commision Junction?
tolong ya kalo ada yang bisa kasi petunjuk. saya akan sangat berterima kasih
Publisher baru, biasanya mesti bekerja ekstra keras untuk dua hal dalam mendapatkan kue iklan: pertama, melakukan pendekatan ke calon pemasang iklan langsung, yang jelas bakal makan waktu dan biaya besar. Kedua, melakukan hal yang sama dengan cara lebih cerdik melalui biro iklan. Sayang, media baru biasanya tidak mendapat perhatian dari biro iklan karena mereka lebih senang memasang iklan di media yang sudah terbukti jumlah pembacanya dan profil demografis pembacanya. Oleh karena itu, cara tercepat media baru adalah dengan menembus langsung ke calon pemasang iklan. Inilah yang dulu dilakukan oleh Detikcom, juga SWA.co.id. Nanti kalau sudah banyak pemasang iklan langsung baru bisa menarik minat biro iklan. Biasanya begitu
Menarik sekali, apa boleh lebih spesifik lagi Pak Nukman infonya.
Yang dimaksud “Menembus langsung ke calon pemasang iklan”, berdasarkan pengalaman Bapak, ke unit apa sebaiknya yang lebih tepat untuk pengenalannya.
Terima kasih, juga buat Pak Pandu.
Untuk Bung RIZKY
RIZKY wrote: Kemana kita harus mencari pengiklan??
Seperti yang dijelaskan Pak Nukman, anda bisa langsung door to door ke perusahaan yang mungkin tertarik pada website anda, atau anda bisa menawarkannya kepada agencies. Untuk dapat menarik agencies mungkin lebih sukar karena agencies biasanya hanya mau mengambil 1-2 terbaik dari tiap categori.
Ada banyak kategori yang dapat dipilih, misalkan: Teenagers , kid, parents, electronic, news, travel, automotive, mobile phone, shopping, business, sport etc.
Lalu gimana caranya agar agency/direct customer ini melirik website anda?
Ya anda harus bisa fokus pada satu kategori saja dan menjadi yang terbaik (good statistic on UUs, PVs, etc) di kategori tersebut.
Misalkan: untuk website otomotive yang khusus untuk mobil mewah, belum ada tuh padahal mungkin saja agency seperti saya sedang kebingungan nyari website untuk pasang iklan mobil mewah (misalkan)
RIZKI wrote: Sementara untuk publisher yang punya target pengunjung lokal, berarti kesempatan meningkatkan pendapatan dari websitenya jadi lebih kecil.
Mengapa begitu, ada banyak perusahaan diluar sana yang mau menargetkan local users, asalkan itu tadi, the best for each category dan punya demographic visitors yang sesuai dengan produk/service tertentu.
Kalo anda ada di negara-negara seperti Filipina atau Malaysia yang mayoritas bisa berbahasa inggris, mungkin publisher local akan susah mencari client karena internet users lari ke website-website international untuk mencari berita etc, sehingga client lebih prefer beriklan di big international publishers. Namun kalo di Indo, Thailand, china, korea??? Masih banyak sekali peluang yang bisa digarap.
Mudah-mudahan dapat membantu, terimakasih
Best Regards
Pandu
http://www.newmediaisme.blogspot.com
http://www.newmediaworldwide.com
“Sayang, media baru biasanya tidak mendapat perhatian dari biro iklan karena mereka lebih senang memasang iklan di media yang sudah terbukti jumlah pembacanya dan profil demografis pembacanya. Oleh karena itu, cara tercepat media baru adalah dengan menembus langsung ke calon pemasang iklan. Inilah yang dulu dilakukan oleh Detikcom, juga SWA.co.id.”
Saya selalu mengagumi sang empu virtual.co.id ini; bukan saja karena pengetahuan dan reputasinya yang luar biasa, namun juga karena blak-blakan dan apa adanya.
Cerita beliau (seperti kutipan di atas) sangat inspiratif bagi pemula seperti saya. More, please…
Bung Pandu dan Bung Nukman,
Bagaimana kita menentukan menentukan tarif iklan di portal kita dilihat dari unique visitor? Apakah ada kriteria yang berlaku? Hal ini akan bermanfaat saat mengajukan proposal guna mendapat tarif yang wajar. (Mengingat kami belum punya pengalaman disini).
Sekali lagi, terima kasih pencerahannya.
Untuk Ferry: Menembus langsung ke calon pemasang iklan bisa dilakukan paling tidak ke ke manager promosi, syukur-syukur kalau bisa menembus level yang lebih tinggi, misalnya General Manager Pemasaran, atau bahkan Direktur Pemasaaran. Yang penting, sebelum menembus langsung ke perusahaan, pahami terlebih dulu siapa pemegang keputusan untuk strategi pemasaran dan promosinya karena setiap perusahaan bisa memiliki struktur organisasi yang berbeda
Untuk mas Agus… ah.. Yogyes sudah tampil dengan desain baru yang lebih bersih dan lebih enak dilihat…
semoga makin sukses dengan tampilan barunya.
mas agus pegang yogyes ya, websitenya bagus. Kebetulan saya menjajaki kemungkinan pariwisata indonesia di iklankan online kebeberapa negara dan berdasarkan pihak departemen, mereka juga akan promosikan jogjakarta. Bisa minta masukan mas, event besar atau object wisata apa yang paling bagus untuk dijadikan theme iklan 2007. mungkin landing pagenya bisa ke Yogyes??
Nah.. ada tawaran menarik tuh mas Agus. Hayo cepat ditindaklanjuti. Saya ikut bersyukur kalau ada kerjasama bisnis yang lahir dari diskusi2 di blog ini.
Pak Nukman, salam kenal ya…
Saya tertarik mengikuti perkembangan usaha rekan2 web agency untuk mendidik pasar supaya sadar thdp potensi internet sebagai media beriklan. Dulu ada Cyber Design Asia yang sempet bikin viral jenaka dengan pesan menggelitik, menyindir “kebodohan” orang Iklan yang blom percaya dgn internet (kira2 mirip banner Virus Communication-nya Mbak Iim). Sekarang ada blog-nya Pak Nukman & Pak Pandu yang terus “memompa” semangat beriklan di internet. Salut. Dst……
catatan saya:
komentar Anggun cukup panjang dan saya putuskan untuk saya posting dalam tulisan khusus. Silahkan dibaca di Email dari Anggun: Jangan Hanya Terfokus pada Angka 18 Juta Pengguna Internet
Salam
Nukman
SUARA DARI SISI CLIENT: Sangat menarik sekali. Namun benar apa yang di tulis di paragraf terakhir email Mas Pandu, dan sangat jelas bahwa client tidak bisa dituntut banyak untuk mengerti istilah IT dan online advertising. Kalau dikatakan mereka belum cukup terbuka untuk mengerti bagaimana cara beriklan, apa yang harus diperhatikan, bagaimana menjustify investment tersebut, apa kriteria campaign yang berhasil, dan lain sebagainya. seharusnya hal ini di sampaikan dan di edukasikan ke klien oleh penyedia jasa online adv, itu, paling tidak untuk saat ini. Jadi, just an opinion: Untuk menjual jasa adv online anda, jangan jadi penjual space dan ad, tapi jadilah konsultant advertisingnya!! (ini salah satu korban pak nukman neeehhh..hehehehehe..) tapi hebat Pak! di traffic kami, swa.co.id selalu dalam kategori 10 besar referral ke website kami!!!
dan Mungkin bisa di share lebih detail apa yang terjadi di thailand, bagaimana mereka bisa ‘terbangun’ dari tidurnya itu…
Salam!
[...] Suara sejenis itu sudah sering saya dengarkan dari banyak eksekutif lapis tengah — yang biasanya memegang jabatan Manager atau General Manager — perusahaan besar. Mereka sangat maklum karena bos-bos mereka berusia 40 tahunan ke atas dan kurang (tidak?) melek Internet. Nah, hari ini ada komentar menarik dari Anggun Himawan pada tulisan saya berjudul Email dari Bangkok Mengenai Iklan Internet di Indonesia. Seperti komentar Pandu yang saya jadikan posting tersendiri, maka komentar Anggun pun saya muat khusus dalam tulisan ini. Silahkan disimak. [...]
Banyak pengiklan di indonesia menggunakan google adwords sebagai solusi promosi online. Saya pikir beriklan di google lebih luas jangkauannya, iklan baris sudah tidak efektif, tapi baik untuk meningkatkan link popularity web. Saya coba pasang google adsense di , lumayan juga incomenya, he he he
Salam Pak Nukman
Saya baru ketemu laman ini, ia memberi banyak informasi online bisnes di indonesia. Saya telah link kan di laman blog saya bagak.com/bizblog. Tujuan blog saya ialah mencari seberapa banyak networking di nusantara.
semoga kita dapat berhubungan di lain ketika.
salam
pak, saya mau nanya (ini tugas kuliah)
bagaimana saja prosedur pemasangan iklan outdoor ?
saya sudah browsing kemana2 tapi belom juga ketemu. tolong ya pak!bantu saya!saya tunggu …
Pak saya mau nanya, gimana caranya pasang iklan lewat internet? prosesnya gimana?
Trims
pak saya mau nanya nih
bagaimana kita menentukan tarif iklan di website kita? kira-kira berapa charge normalnya yaa??
karena saya masih bingung bagaimana menghargai iklan menggunakan per clikthrough dan per impressi.
saya kebetulan sedang membangun online portal
#11. Pak, tag italics-nya lupa ditutup
Saya punya website, tapi blom bisa di promosikan di internet, yang saya mau tanyakan adalah bagaimana website saya bisa di liat orang banyak di internet?, syarat apa saja yg dibutuhkan?
Salam Kenal Pak,
Nama saya agung dari bali, saya punya website (sederhana)tentang penyedia jasa transportasi dibali,saya ingin sekali promosi di internet. saya pernah coba adword(saya menggunakan pihak ketiga)tetapi sering trouble pak,saya minta info bagaiman sebaiknya saya melakukan promosi di internet untuk generate Hit ke website saya,atau pun ada yang mo promosi di website saya. saya tunggu infonya.
Salam,
Agung – Balibuddy
http://www.bali-agung-tours.com
Bali Tours : SUPER SAVER !!!!
Yth Admin , saya mau konsultasi masalah periklanan.
Bagaimana trik untuk beriklan gratis di web dan tolong kirimkan web iklan yang reputasinya baik untuk beriklan . thank
Salam kenal pak! saya baru mau belajar cara memnfaatkan internet untuk mempromosikan produk, baik di dalam negeri maupun keseluruh dunia, langkah apa yang harus saya lakukan, bagaimana mempromosikan website keseluruh pengguna internet, media promosi gratis apa saja yang tersedia, jika harus bayar, kira2 berapa pak dan dimana medianya? terima kasih atas sarannya.
mas mohon bantuannya,
1.bagaimana caranya untuk menentukan penempatan media promosi Outdoor khususnya Billboard, baligho, poster supaya promosi outdor kita tidak sia-sia?
2. tempat-tempat yang paling diminati untuk di pasang promosi outdoor?
biaya perizinana dan pajak billboard?
Terimakasih
Sejak pak Nukman lakukan seminar tentang Sharpening Your Online Strategy kemarin, mudah2an Indonesia menyusul seperti negara Thailand, atau sekarang sudah menyusul?
Sebagai vertical website kesehatan, kami sedang mencari agencies yang mau membantu.