“Saya tidak percaya blog!” kata seorang eksekutif sebuah perusahaan. Hm… saya hanya manggut-manggut (mengangguk-anggukkan kepala sambil bengong) saja.
“Kamu punya blog?” tanya saya kemudian.
“Tidak,” jawabnya.
“Pernah baca blog?” tanya saya lagi.
“Hm…. pernah…,” jawabnya. “Tapi jarang sekali,” lanjutnya.
“Blog siapa yang kamu baca?”. Saya penasaran.
“Hm…. ndak ingat,” katanya sambil nyengir.
Itulah percakapan imaginer yang saya tulis berdasarkan diskusi dengan mereka yang tidak percaya blog. Tentu saja saya tidak diskusi dengan dua menteri Malaysia yang merendahkan martabat blogger. Saya hanya bercakap-cakap dengan beberapa eksekutif yang saya kenal saja.
Dari diskusi itu saya mendapatkan insight, mereka tidak percaya karena memang mereka tidak tahu apa itu blog. Oleh karena itu, perkenankan saya melanjutkan diskusi imaginer lagi.
“Kamu suka menulis buku harian?” tanya saya.
“Suka dong,” jawabnya lugas.
“Pernah menulis ide-ide yang belum sempat terwujud?”
“Wah, itu sering. Setiap punya ide, biasanya saya tulis di komputer, saya simpan dan saya baca di saat saya perlu.”
“Hm… luar biasa,” kata saya. “Apakah suka memotret juga?”
“Suka. Tapi amatiran. Hasilnya jelek.”
Saya tersenyum senang dengan jawabannya yang lugas, cepat, tanpa ragu. Ia memang seorang eksekutif handal di sebuah perusahaan cukup besar.
Lalu saya isengi dia sedikit dengan pertanyaan:
“Ngomong-ngomong, kamu percaya ndak dengan apa yang kamu tulis di buku harianmu?”
“Hah… kamu ini gila atau apa sih? Ya percaya dong. Masa nggak percaya sama tulisan sendiri!” jawabnya sambil tertawa masam.
“Kalau ada yang tidak sengaja menemukan buku hariamu, dan kemudian mengatakan bahwa yang kamu tulis itu bohong bin dusta belaka, kamu marah ndak?”
“Ya tentu saja marah. Emangnya saya nulis sembarangan di buku harian?”
Ia mulai curiga dengan pertanyaan saya.
“Nah, jika tulisanmu yang berupa buku harian itu ditaruh di Internet dengan alamat khusus, ditulis secara berkala, ada foto mu, ada profilmu, maka jadilah sebuah blog,” kata saya.
Tentu saja itu definisi sederhana. Buku harian disimpan untuk diri sendiri. Sebaliknya blog ditulis agar dibaca orang lain. Hal-hal yang dianggap tabu oleh masing-masing blogger tentu tidak akan ditulis di blog.
Oleh karena itu, blog seringkali berisi hal-hal ringan mengenai pengalaman sehari-hari yang berbasis fakta. Bisa saja itu kisah yang menggembirakan. Namun bisa juga umpatan dan keluhan. Untuk mereka yang serius, blog kadangkala dipakai untuk menggelar wacana dan mengharapkan imbal wacana dari pembacanya.
“oooo… begitu ya,” kata teman saya sambil garuk-garuk kepala. “Jadi, sungguh bodoh kalau tadi saya bilang saya tidak percaya blog?”.
Tentu saja saya tidak menjawab pertanyaan itu. Bodoh atau tidak, bukan urusan saya.
Meski mulai mengerti, saya masih membaca di matanya ada sesuatu yang mengganjal.
Tapi nanti saya ceritakan di episode berikutnya saja.
Tetap diiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii blog Internet Marketing!
Halah! Tukul banget sih.
Tautan:
Beda Antara Blog dan Media Mainstream Kian Kabur
Kembali ke… Pak Nukman! :p
Anyway, saya setuju dengan cara Bapak ‘menggambarkan’ arti blog kepada orang ‘awam’. Sederhana namun mengena.
Bravo deh untuk Pak Nukman yang out of the box hehe.
yup saya setuju dengan pak Nukman. negara tetangga kita saja sudah mulai memakai blog. Bukan cuma di gunakan sebagai online diary sekarang. Mereka menggunakan untuk membangun komunitas dan berjualan di blog mereka. Yah mungkin Blog menjadi salah satu revolusi marketing. Untuk mengembangkan brand image kita atau prusahaan kita. dan menjadi komunikasi dua arah
Sukses selalu pak Nukman.
Semmy
sipp.. wong ndeso kayak saya jadi ngerti dah akhirnya..
sekarang saya menunggu dan bertanya, ada nggak ya calon presiden negeri mimpi yang mau ngeblog seperti yang terjadi di negeri dongeng? itung-itung nyuri start dari sekarang dan jalin popularitas..
Hmm.., bukannya jaman sekarang udah kurang tepat lagi pak menyamakan blog dengan diary / buku harian?
Diary / buku harian bukannya tidak untuk dibaca – baca orang?
Kayaknya sih blog udah bergeser menjadi Online Personal Publishing.
AFAIK sih.. :p
*Vega..! air minumnya mana? masa penulis komen gak dikasih air minum !! Sobek – sobek nanti..
He..he.. Ikutan Babe Nukman ah..
Tergantung kepada siapa kita bicara dan dalam konteks apa?
Tulisan di atas ditujukan untuk orang yang belum percaya dan belum mengenal blog. Sekaligus, sebagai tips bagi para blogger bagaimana menghadapi mereka.
Itu sebabnya, seperti saya sebutkan di atas, definisi di atas adalah penjelasan sederhana. Buku harian disimpan untuk diri sendiri. Sebaliknya blog ditulis agar dibaca orang lain.
Okto sudah terlalu maju, sehingga menempatkan blog sebagai online personal publishing.
Yang ini akan saya bahas di episode berikutnya.
* Ngatini!!!!!! Tolong Okto dikasih minuman manusia biar nggak terlalu maju! hehehe
Good points! Mr. Nukman
@okto… tetapi ada juga yang nulis blog tapi ngga di public lho… seperti misalnya di password, atau memang hanya untuk konsumsi sendiri, jadi memang bisa sama seperti diary modern yang bapak Nukman maksud, bisa juga jadi Online Personal Publishing yang bapak Okto maksud…
Kembali lagi ke tujuan blog itu sendiri, private, public, personal, coorporate, dsb.
hehehe…keren, mas. singkat dan tepat sasaran. kalo buat saya sih, ngeblog itu semacam terapi. yaaaa..mirip2 buku harian manual. cuma yg ini gak ada gemboknya. kurang lebih begitu. dan pak cik dari sebelah rumah itu…waduuuhhh… ndeso, kata saya mah
@Andy : “tetapi ada juga yang nulis blog tapi ngga di public lho… seperti misalnya di password”
Bener sekali, fasilitas ini pun pasti tersedia di tiap blog application.., tetapi dari pertama kali saya nge-blog tahun 2004, saya cukup “aneh” dengan fungsi ini. Seseorang membuat tulisan di internet, dan dipassword. Sehingga nanti kalo dia mau lihat harus login dulu. Kok rasanya repot yah..
Tetapi memang sih sepertinya yg paling aman nulis hal2 pribadi yang tidak ingin dibaca orang ya lewat blog. Karena *seharusnya* hanya anda yang tahu passwordnya. Bayangkan jika anda simpan di komputer, ato di kertas, atau gaya klasik di diary. Sangat mungkin untuk dibaca orang, baik dengan sengaja atau dengan tidak sengaja..
@Pak Nukman : Oh iya.., saya lupa ini konteksnya apa..
* Pepi anak jin..! Sini kasih kuis.. Passwordnya : Fis to fis empat mata.., Para blogger… pasti pinter..!!
udah lama dan sering baca di blog ini tapi belom pernah kasih koment. sampai saat ini saya sendiri masih sering ditanya “apa itu blog?”, saya sendiri tidak bisa menceritakannya, maksudnya tidak bisa harus mulai dari mana
, tapi nanti jika ada yg tanya2 lagi tentang blog, saya referensikan kesini aja
. ngirit waktu
Setubuh dengan Bang Silaban, sepertinya blog pribadi lebih mengarah ke prsonal thought and publication.
wah itu blog saya banget… cuman berisi kehidupan pribadi
ga ada manfaatnya buat orang laen
)
Sebenarnya kita bisa aja bikin blog untuk apa aja. Palagi akhir-akhir ini ada trend bikin blog untuk bisnis. Tapi yang paling penting, jadi blogger kudu bertanggungjawab, jangan hanya melempar issu jika blog bisa di baca banyak orang. Walau blog adalah instrument privat, tapi blog berada di ruang publik. Hati-hati, ntar bisa aja ada yang giring blog ke UU Pers.. he..he
yagn penting bisa jadi tempat mengeluarkan sampah-sampah otak.
Setuju banget pak nukman. Mungkin “matahati” orang indonesia perlu dibuka lebar-lebar ya. Lha wong portal seperti detikcom kompas aja kalo ngambil berita dari blog-blog terkenal dunia cuman ditranslate kedalam bahasa indonesia. Trus yang mereka percaya itu siapa? Translatornya? Hehehheeeh
Hmmm, blog memang perlu lebih banyak lagi disosialisasikan. Terutama untuk orang-orang yang tipe follower dan laggard hehehe
Buat saya sendiri, bukan masalah bahwa tulisan dalam blog ini benar atau bohong, tapi lebih kepada interpretasi dari sang penulis blog.
Suatu fakta kejadian A, mungkin memiliki interpretasi berbeda antara satu blogger dengan blogger lainnya. Yang satu mungkin bisa menginterpretasikan secara negatif sedang yang satu lagi bisa menginterpretasikan secara positif. Namun keduanya berdasar pada satu fakta yang sama. Ini bukan sebuah kebohongan, namun hanya perbedaan dari sisi interpretasi.
Kondisi seperti ini yang sangat sulit untuk bisa disaring, karena sifatnya sangat subjektif.
Nah masalahnya sejauh mana kita bisa meyakini interpretasi si blogger tersebut. Buat saya ini kan menjadi lebih sulit lagi. Pada akhirnya bagaimana membentuk standar kepercayaan terhadap tulisan seorang blogger menjadi absurd juga kan..!?
Sebenarnya kondisi seperti ini juga dialami oleh semua media massa. Subjektivitas sangat kental dan tak mungkin dihindari. Hanya saja, pada media2 massa, ada kontrol secara institusi untuk semua tampilan dan tulisan yang ditayangkan. Lha, kalo blog kan ga ada kontrol seperti itu, kecuali si penulis sendiri.
Kalo sudah begini, dengan berat hati, akhirnya saya juga bisa memaklumi ketidakpercayaan orang terhadap blog.
saya pun juga setuju dengan bung silaban. Kalo saya sendiri menggambarkan blog sebagai journal Online atau bisa juga diary online.
terlepas dari semua itu, menjelaskan blog bagi orang awam memang sulit pak..
ehm,,, Terlepas dari masalah fungsi blog, yang jelas blog bisa mendjadi wadah oentoek menuliskan segalanya, dari uneg-uneg kritik, hingga wadah berorganisasi. Kalo kata Gus Dur “Gitu aja kok repot”. Tapi ada kendala bagi orang Indo oentoek ngeblog pak Nukman, yaitu habit untuk menulis. Budaya kita lebih cenderung untuk bertutur, mungkin bagi mereka yang soedah biasa untuk menulis dalam diare eh salah,,, Diary atau menulis laporan tidak masalah tapi bagi mereka yang memang asing untoek menulis(seperti saya) rasanya butuh waktu untuk mebiasakannya dan saya kira blog bisa menjadi saran pembelajaran itu tanpa harus takut salah.
saya sering sekali menghadapi teman-teman yang gak suka blog seperti itu, pas saya tanya jawabnya karena isinya gak penting, gak bermutu.
ternyata mereka masih terbawa beberapa blog dahulu yang isinya hanya curhat pribadi (yg bagi mereka gak penting), padahal kan blog sekarang ini isinya gak hanya curhat2 saja, bahkan banyak yang isinya sharing knowledge.. seperti blog ini tentunya
salam kenal, Pak..
Blog ??? hhmmm…..saya sendiri sih ndak punya blog. Habis tak pikir buat apa ? ndak ada Gunanya? Tapi setelah saya mengetahui (Baru Kulit Luarnya saja), OL MARKETING, ternyata blog dibutuhkan. Bagaiamana yach caranya buat Blog ?? Jadi pengen buat Blog
tapi yang gratisan dulu. Buat sarana pembelajaran saja. Mungkin Bpk, bisa membantu saya.Trims
Ehm.. , kulonuwon Pak Nukman..
Buat mas Hery.. , saya juga bisa bantu kok..
Ha..ha.
Monggo mas Okto.
Mas Herry, tuh sudah ada yang siap membantu. Silahkan kontak langsung ya
[...] “Hah?” begitulah komentar seorang eksekutif yang semula tidak percaya blog ketika membaca data tersebut. “Bagaimana mungkin blog yang mirip buku harian bisa sebegitu hebatnya dan mampu bersaing dengan media mainstream?” Ingin rasanya ia tak mempercayai data tersebut. (Catatan: baca postingan saya sebelumnya mengenai blog dan sang eksekutif ini di sini). Namun, ia tak bisa mengesampingkan hal itu karena data itu disampaikan oleh CEO perusahaan sebesar Technorati, perusahaan yang memang tugasnya, antara lain, mendata blog. Apalagi kajiannya juga disiarkan di e-Marketer, sebuah lembaga riset online terpercaya. [...]
Pak, kalo ada eksekutif gak pernah denger istilah blog, maka tolong kasih tahu pemegang sahmnya untuk mecat dia, itu kan artinya orangnya gak update pengetahuan, hehehe.. habis itu kasih tahu pemegang sahamnya untuk nelpon saya untuk dicarikan penggantinya
Akhir 90an saya bikin web gratisan ttg kehidupan keluarga saya. Isteri saya -begitu liat web tsb- langsung protes dan maksa saya untuk mematikan web tersebut. Bikin malu, katanya. Nggak pantes, imbuhnya.
Kini, blog saya tiap hari dikunjungi isteri saya.
(Padahal yang sekarang kadang terasa lebih narsis dibanding yg saya buat di th. 90-an !)
Pak Nukman, saya jadi berpikir pasti ada kosakata bahasa Indonesia yang cocok untuk menggambarkan blog. Tapi saya tidak tahu apa.
Tapi karena ‘download’ lebih populer daripada ‘unduh’, saya baru ngerti setelah dikasi tau teman arti dua kata itu.
kayaknya calon pengganti tukul sudah ditemukan. tapi nama acaranya bukan empat mata, melainkan seribu mata …
Siip…lah..Pak..saya tertarik banget dengan tips nge-BLOG gaya Bapak. Usulin aja tuh ke stasiun TV dengan judul acara “CATATAN BLOG N” (not blok m…)
OOOOO jadi catatan si tukul itu merupakan blog versi TV ya Pak Nukman…
Salam hangat dari redaksi ZoomPromosi.com
masih banyak yang belum kenal blog Pak, susah juga menjelaskannya. Tapi ilustrasi di atas mengena sekali. Tapi kalo mereka udah tahu dan mengerti, responnya bagus koq dan pengin bikin blog sendiri. Salam …
pak nukman, tulisannya asyik banget, menyemangati saya, blogger baru lahir yang ingin mengelola blog secara serius nih pak (:D, hehe). boleh nggak pak tulisannya saya kopi dan saya bagikan ke teman-teman. makasih pak.
menarik sekali uraian bapak, trima kasih. saya sebagai pemula jadi punya semangat lagi buat nulis. dan mungkin akan mulai mengajak teman2 buat ikutan ngeblog, untuk tukar pikiran.
#31.
Silahkan di-copy mas wawan.
Asal tidak lupa menyebutkan sumbernya.
[...] tetapi aq mo sedikit mengulas tentang apa itu blog? mungkin untuk para senior blogger alias “karuhun”nya blogger, blog itu bukan lah sesuatu yang aneh tapi bagi orang baru kaya aq blog itu menjadi sesuatu yang sangat aneh. sudah banyak di internet dijelaskan apa itu blog tapi tidak ada penjelasan baku tentang blog sendiri, itu bergantung kepada blogger sendiri. ada yang bilang blog itu buku harian / diary, ada yang bilang blog itu tanggapan, sanggahan, komentar, wacana dan apalah masih banyak lagi. tapi menurutq sih… blog itu salah satu bentuk partisipasi dalam dunia maya. entah partisipasi itu berguna untuk orang lain ataupun tidak, namun paling tidak blog bisa berguna bagi diri sendiri. bagi orang awam blog telah dijelaskan disini dan kalo asal muasal blog bisa dilihat disini, nah kalo penjelasan di perpustakaan maya lihat aja disini. [...]
[...] Dengan kejadian tadi, saya teringat tentang cerita pak Nukman Luthfie, beliau menulis dalam blognya, bagaimana memahami sebuah blog. Paling tidak dengan membaca artikel tersebut, bisa membuka pikiran apa sebenarnya blog itu. [...]
buat pak numan, gmna yah..
sia ituh suka nulis banget, paling selama ini hanya di blog fs..
tapi saya pingin punya blog ndiri macam kayak punya escoret.com gituh or punya radityadika(kambingjantan)
tapi gmna buatnya yah????
pernah baca tapi yang ada malah mumyet gak karuan dweh..
duh…bapak-bapak tolong kasih tahu saya gimana jadi marketing dealer motor yang profesional dan mudah dapet customer? tolong ya bapak-bapak yang udah ahli dibidang ini kasih tau saya…
Duh senengnya nemukan blok ini, kebetulan saya butuh sekali temen yang bisa ngajarin buat blok step by step atou ada yg bisa kasi referensi buku praktis cara buat blok. Kalo ada makasih ya.
saya senang sekali mebuat blog
kreativitas kita berkembang.
wahh aku ketinggalan nih . . .
tolong dong yang tau cara bikin blog yang cepat, bagus.
oh ya alamatku di eyek2008@yahoo.co.id
trims
saya sudah buat blog di gmail, tapi nggak bisa masukkan tulisan. Gimana caranya ?(katrok ya …. aku ) – Thanks
ha….ha…ha…. bagus banget tuh ngejelasinnya !!!!!