Industri pariwisata Bali adalah industri global. Wisatawan datang dari seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, memiliki situs web bagi para pelaku industri pariwisata di Bali, wajib hukumnya. Saya yakin, sudah banyak hotel, vila, serta pelaku industri pariwisata Bali yang goes Internet. Namun, seperti dikisahkan oleh seorang general manager sebuah hotel bintang lima di Denpasar ketika saya berkunjung ke sana awal tahun lalu, amat sulit mendapatkan wisatawan yang booking via website mereka. Bagaimana menjawab tantangan tersebut, bagaimana memaksimalkan peran Internet untuk online reservation, itulah yang saya sampaikan ketika diundang sebagai pembicara pada perayaan ulang tahun kedua Bali Villa Association, Sabtu 24 Mei 2008, di The Patra Hotel, Denpasar, Bali. Saya membawakan makalah berjudul “Internet Marketing for Tourism“.
Di hadapan 400-an peserta, yang kebanyakan terdiri dari para pemilik dan manajer vila di Bali tersebut, saya mengatakan, bahwa sukses tidaknya meningkatkan hunia vila via online, bukanlah sekadar pada memiliki website semata. Yang lebih penting adalah, mengetahui betul bagaimana customer experience pelancong, mulai dari ketika akan memilih tujuan wisata, berkunjung, hingga pulang ke negerinya. Tanpa memahami itu, memiliki website seperti apapun, dan upaya online marketing apapun yang dilakukan, tidak akan memberikan hasil yang optimal.
Ada lima tahapan customer experience pelancong.
Pertama, Pengenalan.
Apa sesungguhnya yang mempengaruhi calon wisatawan mau berkunjung di sebuah tempat? Faktor ini harus diperhatikan betul oleh pemilik vila, karena nyaris tidak ada wisata yang tidak direncanakan. Lebih dari 71% perjalanan wisata sudah direncanakan tiga bulan sebelumnya. Dan rencana itu biasanya makin matang setelah mendengar masukan dari teman dan sanak saudara, serta mencari lewat Internet. Sekitar 18% wisatawan mengatakan bahwa mereka masuk ke Internet untuk mencari informasi tujuan wisata, dan 68% diantaranya mengaku menggunakan Google sebagai sumber pencarian. Nah, dari sini, bayangkan sendiri seandainya situs vila Anda tidak ada di daftar hasil pencarian hingga halaman ketiga.
Kedua, Kualifikasi.
Setelah menemukan situs web yang diinginkan, mereka akan mengeksplorasi situs tersebut. Kalau situs Anda cukup menarik, mereka akan mempertimbangkan untuk tinggal di situ. Tetapi, untuk memutuskan apakah akan benar-benar memilih tujuan wisata dan tempat menginapnya, mereka tetap akan mencari tahu dari berbagai sumber, termasuk artikel di berbagai majalah, petugas pariwisata terdekat, serta para pelancong lain. Mereka akan mencari rekomendasi dan review tujuan wisata yang dipilih ke portal-portal pariwisata seperti Yahoo! Travel Plan, Boo.com, TripAdvisor, atau bahkan para blogger. Mereka ini bisa mempengaruhi pilihan calon wisatawan.
Pertanyaanya: Situs web seperti apakah yang akan memikat para wisatawan sehingga mereka mantap untuk memilihnya sebagai tujuan wisata dan kemudian melakukan kontak atau booking via web? Jawaban atas pertanyaan ini saya bahas agak panjang dibanding tahap lain.
Ketiga, Visit.
Bagaimana kita memperlakukan mereka selama mereka menginap akan sangat menentukan pengalaman mereka. Karena pengalaman yang mengesankanlah yang akan membawa mereka ke fase berikutnya.
Keempat, Endorsment.
Mereka yang terkesan dengan pelayanan, keramahan dan keunikan vila, akan memberikan komentar positif dan memberi rekomendasi ke orang lain.
Kelima, Evangelism.
Nah, jika anda bisa memuaskan mereka dengan sentuhan emosional yang amat dalam, mereka akan menjadi duta anda di mana-mana. Mereka akan cerita ke siapa saja, baik secara lisan, atau menulisnya di blog atau di jaringan sosial online mereka baik di Facebook, Friendster, Multiply atau lainnya, serta me-review-nya di portal-portal wisata dunia.
Setelah memahami kelima customer experience itulah baru dibangun strategi web dan online marketing-nya. Saya usahakan mengupas hal ini. Namun karena keterbatasan waktu bicara yang hanya satu jam — bahkan saya sempat diberi tambahan 30 menit — tidak banyak yang bisa saya berikan dalam hal strategi dan eksekusinya ini, apalagi mengenai bagaimana menghitung efektivitasnya. Namun, setidaknya, dari beberapa komentar yang hadir, terutama para pengelola vila, mata mereka kini semakin terbuka, bahwa memiliki website saja tidak cukup. Harus ada upaya optimalisasi website serta melakukan upaya online marketing yang sesuai dengan customer experience pelancong.
NB:
- Kecuali saya, panitia juga mengundang Hermawan Kartajaya yang mengupas tema the New Marketing Trilogy, Winning the Competition in 2008.
- Saya menginap di vila Uma Sapna, di Seminyak, Bali selama tiga hari. Sebuah vila yang sangat mengesankan, dengan kolam renang pribadi di setiap kamar. Terima kasih saya ucapkan kepada mas Ismoyo, General Manager Uma Sapna, yang juga ketua Bali Villa Association atas pelayanan Uma Sapna yang sangat baik.
thanks boss….
masuk Bali juga akhirnya…
thanks juga mampir di markas saya yang baru, sekalipun masih blom jadi semua.
Nanti pak nukman saya ajak masuk kelingkungan export di Bali. Di roadshow saya pak, ma im2. UKM Goes Online!
wah job ini pasti karena “jogja connection”, hihihihi … moyo memang moi
Wah wah, keren banget kostum nya pak, tumben pakai hem dimasukan rapi. Ndoro Kakung, apa kabarnya ?
oot: kata temen saya Pak Nuk mo ke jogja, kapan pak?
NL:
Sabtu, 31 mei 2008.
Seminar Being a Dotcommer, yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer UGM
Sip banget ilmunya,
jaman sekarang bikin website memang lebih sip kalo bisa bikin visitor menjadi evangelish.
Hasilnya ga cuma Brand Building, tapi bisa disempurnakan dengan Brand Engagement, ada hubungan emosionil
Makasih share ilmunya pak Nukman…
Wah…opo ora hebat ?! baru diposting jam 8.30 comments-nya sudah banyak sekali…semua men-support lagi…let’s vote NL for our next president…setuju ??
Sudah lihat Balihotelmap.com ? Map Web 2.0 dimana pengunjung bisa menambahkan hotel/resort/villa bangunan sendiri
Wah nginapnya enak banget pak, kolam renang pribadi setiap kamar…kalo nyewa berapa yah
Sipp… makin mantap kalau makin banyak yang aware dengan Internet marketing, bukan sekedar punya website terus diceritakan ke mana2 dengan bangga, he..he..
website tanpa internet marketing hanya omong kosong. Terima kasih atas ilmunya Pak
vila bali?
wahh.. ketemu pak kadek ndak ituu….
jadi?
kita ke ulen sentalu lagi besok om?
huehueheuhe..
salam kenal pak….
makasi atas seminarnya…mengugah banget..
thanks
terimakasih Pak atas tulisan-tulisannya tetntang internet marketing strategy ….. saya banya belajar
Dadang Razzak
Pak Nukman, Saya sedang mengembangkan portal pariwisata dan produk kerajinan Sukabumi.
Saya menggabungkan informasi pariwisata dan produk dalam satu portal. Apakah strategi saya sudah tepat, atau harus dibuat dua situs, pariwisata dan produk?
http://www.portalsukabumi.com
Mo ikutan, mohon doa restunya…utk kota Bandung.
Pak Nukman, banyak hal yg saya dapatkan dari tulisan2 dan pendapat Bapak. sungguh bermanfaat buat saya.
terimakasih
dear pak Nukman………
mohon informasi buku-buku bapak yang bisa saya pakai sebagai acuan untuk marketing & sales hotel dan villa
thank alot pak
wedha
salam hormat,
saya merasa senang sekali bisa ikut bergabung dengan komunitas ini. banyak sekali hikmah dan pengetahuan yang bisa saya dapatkan.
terima kasih