Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Internet Marketing for Tourism, Bagaimana Meningkatkan Hunian Hotel-Vila via Online

May 26, 2008
Oleh Nukman Luthfie

 

Industri pariwisata Bali adalah industri global. Wisatawan datang dari seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, memiliki situs web bagi para pelaku industri pariwisata di Bali, wajib hukumnya. Saya yakin, sudah banyak hotel, vila, serta pelaku industri pariwisata Bali yang goes Internet. Namun, seperti dikisahkan oleh seorang general manager sebuah hotel bintang lima di Denpasar ketika saya berkunjung ke sana awal tahun lalu, amat sulit mendapatkan wisatawan yang booking via website mereka. Bagaimana menjawab tantangan tersebut, bagaimana memaksimalkan peran Internet untuk online reservation, itulah yang saya sampaikan ketika diundang sebagai pembicara pada perayaan ulang tahun kedua Bali Villa Association, Sabtu 24 Mei 2008, di The Patra Hotel, Denpasar, Bali. Saya membawakan makalah berjudul “Internet Marketing for Tourism“.

ulang tahun Bali Villa AssoctiationDi hadapan 400-an peserta, yang kebanyakan terdiri dari para pemilik dan manajer vila di Bali tersebut, saya mengatakan, bahwa sukses tidaknya meningkatkan hunia vila via online, bukanlah sekadar pada memiliki website semata. Yang lebih penting adalah, mengetahui betul bagaimana customer experience pelancong, mulai dari ketika akan memilih tujuan wisata, berkunjung, hingga pulang ke negerinya. Tanpa memahami itu, memiliki website seperti apapun, dan upaya online marketing apapun yang dilakukan, tidak akan memberikan hasil yang optimal.

Ada lima tahapan customer experience pelancong.

customer experience wisatawan

Pertama, Pengenalan.

Apa sesungguhnya yang mempengaruhi calon wisatawan mau berkunjung di sebuah tempat? Faktor ini harus diperhatikan betul oleh pemilik vila, karena nyaris tidak ada wisata yang tidak direncanakan. Lebih dari 71% perjalanan wisata sudah direncanakan tiga bulan sebelumnya. Dan rencana itu biasanya makin matang setelah mendengar masukan dari teman dan sanak saudara, serta mencari lewat Internet. Sekitar 18% wisatawan mengatakan bahwa mereka masuk ke Internet untuk mencari informasi tujuan wisata, dan 68% diantaranya mengaku menggunakan Google sebagai sumber pencarian. Nah, dari sini, bayangkan sendiri seandainya situs vila Anda tidak ada di daftar hasil pencarian hingga halaman ketiga.

Kedua, Kualifikasi.

Setelah menemukan situs web yang diinginkan, mereka akan mengeksplorasi situs tersebut. Kalau situs Anda cukup menarik, mereka akan mempertimbangkan untuk tinggal di situ. Tetapi, untuk memutuskan apakah akan benar-benar memilih tujuan wisata dan tempat menginapnya, mereka tetap akan mencari tahu dari berbagai sumber, termasuk artikel di berbagai majalah, petugas pariwisata terdekat, serta para pelancong lain. Mereka akan mencari rekomendasi dan review tujuan wisata yang dipilih ke portal-portal pariwisata seperti Yahoo! Travel Plan, Boo.com, TripAdvisor, atau bahkan para blogger. Mereka ini bisa mempengaruhi pilihan calon wisatawan.

Pertanyaanya: Situs web seperti apakah yang akan memikat para wisatawan sehingga mereka mantap untuk memilihnya sebagai tujuan wisata dan kemudian melakukan kontak atau booking via web? Jawaban atas pertanyaan ini saya bahas agak panjang dibanding tahap lain.

Ketiga, Visit.

Bagaimana kita memperlakukan mereka selama mereka menginap akan sangat menentukan pengalaman mereka. Karena pengalaman yang mengesankanlah yang akan membawa mereka ke fase berikutnya.

Keempat, Endorsment.

Mereka yang terkesan dengan pelayanan, keramahan dan keunikan vila, akan memberikan komentar positif dan memberi rekomendasi ke orang lain.

Kelima, Evangelism.

Nah, jika anda bisa memuaskan mereka dengan sentuhan emosional yang amat dalam, mereka akan menjadi duta anda di mana-mana. Mereka akan cerita ke siapa saja, baik secara lisan, atau menulisnya di blog atau di jaringan sosial online mereka baik di Facebook, Friendster, Multiply atau lainnya, serta me-review-nya di portal-portal wisata dunia.

Nukman Luthfie di seminar Bali Villa AssociationSetelah memahami kelima customer experience itulah baru dibangun strategi web dan online marketing-nya. Saya usahakan mengupas hal ini. Namun karena keterbatasan waktu bicara yang hanya satu jam — bahkan saya sempat diberi tambahan 30 menit — tidak banyak yang bisa saya berikan dalam hal strategi dan eksekusinya ini, apalagi mengenai bagaimana menghitung efektivitasnya. Namun, setidaknya, dari beberapa komentar yang hadir, terutama para pengelola vila, mata mereka kini semakin terbuka, bahwa memiliki website saja tidak cukup. Harus ada upaya optimalisasi website serta melakukan upaya online marketing yang sesuai dengan customer experience pelancong.

NB:
- Kecuali saya, panitia juga mengundang Hermawan Kartajaya yang mengupas tema the New Marketing Trilogy, Winning the Competition in 2008.
- Saya menginap di vila Uma Sapna, di Seminyak, Bali selama tiga hari. Sebuah vila yang sangat mengesankan, dengan kolam renang pribadi di setiap kamar. Terima kasih saya ucapkan kepada mas Ismoyo, General Manager Uma Sapna, yang juga ketua Bali Villa Association atas pelayanan Uma Sapna yang sangat baik.

21 Responses to “Internet Marketing for Tourism, Bagaimana Meningkatkan Hunian Hotel-Vila via Online”

  1. mr.keke says:

    thanks boss….
    masuk Bali juga akhirnya…
    thanks juga mampir di markas saya yang baru, sekalipun masih blom jadi semua.
    Nanti pak nukman saya ajak masuk kelingkungan export di Bali. Di roadshow saya pak, ma im2. UKM Goes Online!

  2. ndoro kakung says:

    wah job ini pasti karena “jogja connection”, hihihihi … moyo memang moi :D

  3. Robby says:

    Wah wah, keren banget kostum nya pak, tumben pakai hem dimasukan rapi. Ndoro Kakung, apa kabarnya ?

  4. iqranegara says:

    oot: kata temen saya Pak Nuk mo ke jogja, kapan pak?

    NL:
    Sabtu, 31 mei 2008.
    Seminar Being a Dotcommer, yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer UGM

  5. catur pw says:

    Sip banget ilmunya,

    jaman sekarang bikin website memang lebih sip kalo bisa bikin visitor menjadi evangelish.

    Hasilnya ga cuma Brand Building, tapi bisa disempurnakan dengan Brand Engagement, ada hubungan emosionil :)

  6. wth5758 says:

    Makasih share ilmunya pak Nukman…

  7. Wah…opo ora hebat ?! baru diposting jam 8.30 comments-nya sudah banyak sekali…semua men-support lagi…let’s vote NL for our next president…setuju ??

  8. Kukuh TW says:

    Sudah lihat Balihotelmap.com ? Map Web 2.0 dimana pengunjung bisa menambahkan hotel/resort/villa bangunan sendiri

  9. Wah nginapnya enak banget pak, kolam renang pribadi setiap kamar…kalo nyewa berapa yah :)

  10. Modelbisnis says:

    Sipp… makin mantap kalau makin banyak yang aware dengan Internet marketing, bukan sekedar punya website terus diceritakan ke mana2 dengan bangga, he..he.. :)

  11. arimurti.com says:

    website tanpa internet marketing hanya omong kosong. Terima kasih atas ilmunya Pak

  12. -tikabanget- says:

    vila bali?
    wahh.. ketemu pak kadek ndak ituu….

    jadi?
    kita ke ulen sentalu lagi besok om?
    huehueheuhe..

  13. dharma says:

    salam kenal pak….

    makasi atas seminarnya…mengugah banget..

    thanks

  14. terimakasih Pak atas tulisan-tulisannya tetntang internet marketing strategy ….. saya banya belajar

    Dadang Razzak

  15. Pak Nukman, Saya sedang mengembangkan portal pariwisata dan produk kerajinan Sukabumi.

    Saya menggabungkan informasi pariwisata dan produk dalam satu portal. Apakah strategi saya sudah tepat, atau harus dibuat dua situs, pariwisata dan produk?

    http://www.portalsukabumi.com

  16. Andri says:

    Mo ikutan, mohon doa restunya…utk kota Bandung.

  17. Pak Nukman, banyak hal yg saya dapatkan dari tulisan2 dan pendapat Bapak. sungguh bermanfaat buat saya.

    terimakasih

  18. wedha says:

    dear pak Nukman………
    mohon informasi buku-buku bapak yang bisa saya pakai sebagai acuan untuk marketing & sales hotel dan villa
    thank alot pak
    wedha

  19. Habib Chs says:

    salam hormat,
    saya merasa senang sekali bisa ikut bergabung dengan komunitas ini. banyak sekali hikmah dan pengetahuan yang bisa saya dapatkan.
    terima kasih

  20. nurul andini says:

    pagi pa nukman,.
    saya mau tanya kalau tahapan customer experience tersebut sumber&referensinya dari mana ya pa?
    terima kasih pa,.

  21. agus wibowo says:

    salam pak nukman,
    mohon kalau bisa mampir ke blog hotel kami, mungkin ada saran, terima kasih

Leave a Reply

nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
tuhunugraha @tuhunugraha
Social Media Specialist
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
meisia @mumualoha
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • rusabawean: - hahaha #barutahu kalo bionya Pecinta Kuliner Nusantara :D

  • Tuhu Nugraha: - Salam kenal juga Mbak Linda, untuk segi desain mungkin bisa ditambah dengan tab...

  • Tongkonan: - Saya baru benar2 mengerti kasus yang menimpa Mario Teguh kemarin di twitter. :)

  • Joko Susilo: - Benar. kata pepatah “beda lubuk beda ikannya”. setiap social media...

  • Joko Susilo: - Sepakat. Kalau hanya berdasar KPI bisa-bisa hanya kejar setoran nge-tweet

  • Joko Susilo: - Studi kasus yang menarik. Usul, perlu dipersering posting soal studi kasus...

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting