Strategiskah sebuah website perusahaan? Kalau anda tanya ke tamu saya hari ini, ia akan segera menjawab: Sangat strategis! Kenapa? Sederhana. Dengarkan kata-katanya: “Seminggu lalu saya gagal tender gara-gara website perusahaan saya mati, tidak bisa diakses oleh tim penilai tender,” katanya bernada getun.
Rupanya, eksistensi situs web dimasukkan sebagai salah satu penilaian administrasi oleh tim tender tersebut. Karena websitenya tidak bisa diakses saat itu, maka nilainya nol, sehingga menurunkan nilai total administratif perusahaan tamu saya ini.
Saya kurang tahu, kenapa eksistensi situs web dijadikan salah satu faktor penilaian. Dugaan saya, tim tender berharap dapat menilai historis serta keunggulan perusahaan perserta tender dari corporate website peserta tender. Ini mirip jaman dulu, di mana peserta tender dipersyaratkan untuk melampirkan company profile agar bisa dinilai apakah perusahaan yang bersangkutan cocok untuk mengikuti tender atau tidak.
Jadi, pelajaran penting hari ini: jangan abaikan situs web perusahaan Anda karena di situlah antara lain tersimpan kredibilitas perusahaan yang bakal membuka peluang rezeki lebih banyak.
wah benar sekali pak Luthfie, contohnya saja kasus yang sangat sederhana seperti saya,
setelah saya membuat website, saya lebih mudah mendapat klien-klien baru.
ya, betul. Setiap kali bertemu dengan perwakilan suatu perusahaan saya selalu menanyakan alamat situs webnya untuk mempelajari mengenai company-nya.
hihi.. tapi coba tanya deh, lumayan banyak loh web developer/designer di Indonesia yang punya alamat domain, tapi isi webnya ndak ada updatenya… Bukan berarti mereka nggak lihai. Banyak yg portonya udah edan-edanan, tapi kalo ditanya desain kandangnya sendiri, umumnya selalu bilang lagi diredesain.. hehe..
suatu saat, mungkin malah sudah terjadi, perusahaan merekrut karyawan dengan melihat blognya.
wah, alhamdulillah, makasih banyak infonya pak nukman.. ini bisa jadi bahan promosi untuk calon2 klien saya nih pak
ngomong-ngomong, belakangan ini (setelah pak nukman mengganti fotonya dan banner blognya) kok di akhir tulisan pak nukman selalu ada tulisan [more..] ya? padahal ini kan sudah tulisan lengkapnya, bukan excerpt di halaman index..
Terima kasih mas Ilman. Sudah dibetulkan.
Setuju!!!
nah kan? mulai internet dijadikan refensi,
kalau perusahaannya pakai situs yang bagus tapi hasil beli template itu gimana ya pak??
Semoga aja semua perusahaan negeri ini udah gak gaptek lagi.
hihihihi…..
mas Pitra nyindir daku nih… yaa… kalo buat alasan sih karena memang saking banyaknya garapan maka website sendiri malah gak ada yang ngerjain. Kenapa gak rekrut karyawan? cara ngelesnya gini karena standar perusahaan yang tinggi, maka sulit sekali mencari karyawan yang memenuhi kriteria. Banyak yang harus di training dan dididik dulu.
hehehe….
all in all itu cuma alasan saja sebenarnya atas kekurangbaikan management website sendiri. Disamping perasaan bahwa website profilenya belum menunjukkan hasil yang signifikan.
Apa perlu web designer/developer minta tolong perusahaan lainnya untuk ngerjain websitenya sendiri? hehehe….
btw, postingnya kali ini top banget pak. Bisa di’bawa’ kemana mana
Website bagi saya sangat penting pak nukman. Personal Brand saya sebagai freelance web developer dibangun melalui website pribadi saya. Content/tulisan saya-pun juga berpengaruh dalam personal brand tersebut.
By the way, senang rasanya sekarang blognya pak nukman sekarang sudah ada NEWSLETTER dan RSS-nya. Jadi saya tidak ketinggalan dalam ‘memantau’ blog pak Nukman.
Salam,
udhien – http://www.slash.web.id
#4
Setuju!
Mungkin Pak Nukman perlu buat posting yg judulnya
“Lamaran Ditolak Gara-Gara Website/Blog”
Strategiskah sebuah website/blog pribadi?
ehem, corporate website adalah salah satu elemen dalam corporate communication, jadi memang plus minusnya langsung berpengaruh ke kredibilitas perusahaan di mata target marketnya.
Untuk hal yang satu ini, saya setuju sekali..
Maaf,
Tapi saya rasa kurang proporsional ketika website kemudian menjadi salah satu penilaian kriteria untuk berbagai perusahaan.
Kalau tender itu adalah tender Web, atau IT based, maka wajar perusahaan tamu Pak Nukman kalah karena web nya mati.
Tapi, kalau tendernya adalah perusahaan infrastruktur, semisal pengeboran lepas pantai atau pembangunan jalan dan jembatan, maka konyol sekali menilai 0 pada perusahaan yang web nya mati. Pada kasus ini seharusnya web hanya menjadi sarana penjualan dan informasi saja.
Jadi, menurut saya web memang sangat bagus untuk pemasaran. Namun, ketika menilai perusahaan hanya dari web-nya, maka itu salah kaprah yang parah.
Terima kasih
bagi yang tak punya perusahaan, cukup blog saja. iya kan pak?
[...] Maret 15, 2008 at 2:17 pm (Pikir) Pak Nukman, pemilik virtual.co.id menuliskan bahwa ada salah seorang tamu beliau yang kalah tender gara-gara website di sini. [...]
Pelajaran buat para pelaku bisnis dan kita semua ya…
Satrio
halo salam kenal, saya pengunjung baru situs Pak Nukman.
mau ikut nimbrung nih.
menurut saya, jika hanya kendala website mati sebenarnya masih banyak cara atau jalan agar profile website perusahaan tsb tetap terbaca keberadaannya di internet.
salah satu caranya, dengan mesin cari : “apakah tercatat di mesin pencari di internet?” , atau dengan web-history seperti menggunakan nqt.php, untuk melihat kepemilikan domain/nama situs sejak kapan didaftarkan dan berada di ip-address berapa.
lumayan banyak alat-alat di internet untuk mereferensikan keberadaan sebuah website perusahaan. yg lainya mungkin : alexa, netcraft.com dsb.
Salam.
dulu waktu cari kerja
saya malah ngeri kalau perusahaannya nggak punya website
atau webnya nggak diupdate :d
Memang saat ini eranya internet “katanya pakar2″, sekarangpun udah banyak website2 yang menyediakan fasilitas “1 untuk semua” seperti blog2 atau website yang sejenis “social network”, gratis lagi, tapi sayangnya kebanyakan website2 tersebut konstroksi tampilannya tetep sama semua, masih belum mewakili atau menujukkan pribadi pemiliknya.
Sebenarnya untuk memiliki website pribadi tidak sulit.
ya minta dibikinkan website aja kayak ilmukomputer.com atau ilmuwebsite.com atau virtual.co.id atau ilmugrafis.com hehehe… gitu aja kok repot