Coba baca salah satu keluhan yang saya temukan di sebuah milis sepekan lalu: “Mau sharing aja nih… Kebetulan saya lagi rada pusing untuk nyari nama untuk nama situs internet. Kebanyakan nama-nama bagus yang saya koleksi ternyata udah eksis di internet. Atau paling nggak, di .net belum ada tapi di .com udah ada“. Keluhan semacam itu sudah sering saya dengar.
Kemarin malam misalnya, saya terlibat dalam diskusi pembuatan portal untuk komunitas pecinta olahraga tertentu. Sudah pasti nama domain yang persis dengan olahraganya sudah diambil orang lain, baik itu yang versi inggris maupun versi indonesia. Bahkan bukan hanya domain .com yang sudah diambil orang lain, yang .net pun sudah tidak tersedia. Dua pekan lalu, saya juga dimintai pendapat untuk nama domain sebuah produk konsumer yang akan dirilis tahun depan. Hebatnya, domain yang persis dengan nama produk itu sudah dimiliki oleh pihak lain.
Celakanya, sebagian besar domain-domain yang sudah dibeli itu cuma diparkir di sebuah tempat dan tidak (belum) dipakai untuk apapun. Sebagian lainnya sengaja dibeli untuk dijual dengan harga lebih tinggi. Kondisi seperti ini jelas memusingkan banyak pebisnis yang akan serius masuk ke bisnis online. Rekan saya yang tahun lalu membuat portal baru misalnya, terpaksa merogoh koceknya untuk membeli domain yang ia sukai dengan biaya (menurut pengakuannya) sampai seratus juta rupiah (sengaja saya tulis dalam kata-kata biar tidak keliru dengan sepuluh juta rupiah).
Tentu saya geleng-geleng kepala dengan kenyataan di atas. Yang saya lihat, kesalahan justru dilakukan oleh para pebisnis sendiri. Ternyata, yang mereka sebut bagus itu adalah nama-nama generik. Sudah nyaris mustahil saat ini mencari nama generik dengan ekstensi .com.
Jadi kalau Anda masih saja bersikeras menggunakan nama generik dengan domain .com, ya terpaksa harus membeli dengan harga premium. Tetapi, sebelum terburu melangkah ke sana, coba baca buku “the 11 Immutable Laws of Internet Branding†karya Al Ries dan Laura Ries. Di situ antara lain disebutkan, merek-merek Internet yang berhasil kebanyakan adalah merek yang unik, bukan merek yang generik. Coba perhatikan, merek yang berhasil mendunia antara lain Yahoo!, Google, YouTube.
Karena kesulitan yang luar biasa mendapatkan nama domain yang sesuai, pebisnis online sekarang memang dituntut untuk jauh lebih kreatif dalam hal nama.
wah berarti dengan demikian buku “the 11 Immutable Laws of Internet Branding†masih recomended dong yah:)
kalau ada penyesuaian2 (seiring dengan berkembangnya online Behaviour) di Sharing dong pak.
trus saya bingung juga neh tentang pemilihan antara .com dan .co.id
walaupun nama “Nomads” bukan nama generik untuk sebuah komunitas Gamer console portable Online, tapi nomads.com udah ada yang punya (toko souvenir dan tidak aktif, expired tahun 2009), kira2 kalo saya pakai nomads.co.id masih oke oke aja gak pak??
saya takutnya ada yang nyasar atau kebingungan,
Hehehe, nomads.co.id pasti bikin nyasar:
1. Untuk mengurus .co.id perlu akte pendirian perusahaan dan NPWP, bagaimana anda membuat akte dan npwp untuk sebuah komunitas?
2. nomads adalah kata-kata dalam bahasa inggris, orang akan mengharapkan berakhiran .com
3. bagaimana kalo g-mad.com? plesetan dari “gila game”
Tambahan lagi, susah dapet iklan / dapet duit. Karena sekilas terdengar seperti no-ads
heheh boleh juga komentarnya, paling nggak ini mewakilkan salah satu….uhm.. user awam
Setuju Mas Nukman,
saya perhatikan beberapa web yang sukses belakangan ini justru menggunakan nama-nama domain yang sangat unik (beberapa contohnya telah disebut diatas). Memang saat ini banyak petualang-petualang domain yang hanya memarkir domainnya.
Justru web yang sukses bukan hanya dilihat dari nama domainnya saja tetapi dari kreativitas content yang disajikan. Seperti kata Mas Nukman dalam satu diskusi “Kita harus bisa menciptakan madu di web kita yang membuat kumbang berdatangan”. (Mas Nukman, ini yang menjadi tantangan pribadi saya dengan sumber daya yang ada).
Kreativitas nama domain juga sebenarnya gak berbeda di dunia offline ketika membuat brand. Contoh suksesnya dengan merk-merk unik seperti Torabika, Kopiko, Extra Joss.
1. Seperti kata mas East3oy, .co.id hanya diperuntukkan bagi badan hukum di Indonesia. Itu pun tidak sembarangan diberikan. Nama domain dan nama PT nya harus cocok. Virtual.co.id bisa kami dapatkan karena nama PT nya adalah PT Virtual Media Nusantara. Atau, bisa juga, nama brandnya sudah didaftarkan.
2. Kalau dana terbatas, dan belum niat bikin badan hukum, ya pilih .com saja.
3. Jangan salah, East3oy bukan orang awam. Pandangannya layak dipertimbangkan. Cari nama-nama yang tidak mengandung konotasi negatif untuk target pasar.
maaf maksud saya bukan awam seperti itu… tapi maksudnya internet user
kemudian saya mikir lagi dan Alhamdulillah dapet nama lain lagi yang masih memungkin kan memakai.com, yaitu; gembotspot.com karena game portable/ handheld notabene kalu ini bagai mana??? terdengar norak kah??
kalau boleh sedikit textbook minded dalam buku “the 11 Immutable Laws of Internet Branding†dalam hukum nama khas kriteria yang saya coba penuhi dengan nama gembotspot.com adalah:
-unik
-Aliteratif
-dapat diucapkan
yah… mungkin itu aja… mohon bantuannya
Nama domain kata generik (.com) memiliki beberapa keunggulan dibandingkan nama domain unik.
antara lain:
1, Nama domain generik sudah mendapat free traffic tanpa harus dipromosikan. dengan bantuan promosi, traffic akan lebih banyak lagi. Disisi lain, nama domain unik, harus dipromosikan secara lebih intens dan tentu juga biaya pemasarannya lebih besar.
2, Nama domain generik sudah memiliki konsep yang nyata di pikiran konsumen (visitor). Disaat seseorang berpikir tentang olahraga bulutangkis, maka secara refleks dia akan mengetik bulutangkis.com di panel keyboard. begitu juga kalau seorang perempuan ingin tahu lebih banyak tentang masalah yang berhubungan dengan perempuan, maka dia akan mengetik perempuan.com. Dalam dunia online behavior, nama domain generik kalau dikelola secara benar bisa selalu menjadi TOM (Top of Mind). Visitor tidak harus berulang kali diingatkan mengenai nama domain yang kita miliki, karena kata tersebut sudah terpatri di benak mereka.
3, Nama domain generik juga bisa mewakili psikografis konsumen. Dalam pemasaran, menyasar segmentasi atas dasar psikografis sangat umum digunakan. Perempuan.com misalnya, bisa meraih segmentasi perempuan (se-indonesia lho) dan sisi psikografis dari perempuan. Bisa dibayangkan berapa besar pasar potential nya. Karenanya saya rasa jika perempuan.com ditebus seharga 100.000.000 (seratus juta rupiah) secara bisnis masih sangat menguntungkan.
Walau begitu, saya setuju dengan mas Nukman kalau punya domain generik itu bukan jaminan sebuah bisnis online akan berhasil. Bisnis online, sama seperti bisnis lainnya cuma bisa berhasil kalau dikelola dengan baik, benar, dan memberikan manfaat utk stakeholdernya. Just my 2 cents
#8 Penjelasan yg sangat informatif, mas Andi emang.. weleh weleh sip laah, “anak-e sopo jane iki” hehe…
Setuju dengan pendapat mas Andi diatas, domain name generik juga menjadi pertimbangan saya juga saat memilih nama http://www.tokohelm.com
Saat itu saya merenung dan mencari “Top of Mind” dari para Internet Surfer, dan menemukan beberapa jawaban dari pertanyaan2 sbb:
Q: Kalo cari helm, kata kunci dasar apa yg anda gunakan?
A: Helm (ada kata Helm-nya)
Q: Biasa membeli Helm dimana ?
A: toko helm, kios helm, pedagang kaki lima, pasar, mall
Nah berdasarkan hasil polling questioner terbanyak menyatakan TOKO dan HELM adalah kata kunci yang sering diketikkan untuk mencari informasi tentang helm baik untuk keperluan pembelian, penjualan, service helm dll.
Jadi terpilihlah domain http://www.tokohelm.com (generik tapi Top of Mind)
alhasil, domain http://www.tokohelm.com menjadi TOM (Top of Mind) untuk produk helm online. Amieen… 3X (Mohon Doa Restunya)
selanjutnya adalah optimalisasi dari website kita untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Yang mas Andi dan Catur sampaikan itu memang argumen yang paling sering saya dengar. Itu masuk akal. Behaviour pengguna Internet (yang lebih sering mencari terlebih dulu di search engine untuk mencari sesuatu) memperkuat argumen tersebut. Itu sebabnya banyak yang memburu domain-domain generik yang menarik. Dan muncullah bisnis baru jualbeli domain dengan harga premiun.
Bagi yang menganut faham ini, tentu beruntung jika mendapatkan domainnya, termasuk mas Andi dengan domain waralaba.com. Bagi yang tidak dapat tetapi tertarik ke bisnis ini? Ya harus kreatif memikirkan nama.
Nah, menurut Al Ries dan Laura Ries, nama-nama merek yang non generiklah yang terbukti lebih unggul dalam persaingan dan mereknya menancap di benak konsumen.
Yupe, jangan sampai kita patah arang hanya karena tidak mendapat domain yang generik. Punya nama domain yang generik bukan segalanya, content + business model + manajemen, masih menjadi yang terpenting dari keberhasilan bisnis online. Berlomba-lomba aja dalam kreativitas supaya bisa menjadi situs yang diminati banyak orang.
Sebenarnya nama domain yang saya gunakan bukan hasil keberuntungan mas
, tapi lebih berupa hasil persiapan dan penantian yang panjang (antisipasi/ekspetasi kembali jayanya bisnis dotcom) dan juga hasil riset kecil2an seperti mas Catur. Karena itu, senang sekali mas Nukman menurunkan tulisan tahun 2007: kebangkitan bisnis dotcom. Mudah2an kita semua bisa berjaya bersama-sama.
Nama domain generik, memang akan sangat potensial untuk menjadi TOM, namun menurut saya tetap memerlukan trigger atau pemicu untuk dapat mengendap di dalam benak user. Pemicu bisa berupa :
1. Kegiatan promosi dan marketing. Keuntungan dari nama generik, kegiatan promosi dan marketing cukup dilakukan secara horisontal atau meluas, yang penting menjangkau sebanyak – banyaknya orang / user / pemirsa. Tidak perlu secara vertikal atau berulang – ulang kepada target user yang sama. Karena sifat nama generik itu yang sekali melintas di benak user, berpotensi mengendap.
2. Content atau informasi yang relevan, unik dan eksklusif. Apabila seorang user dapat sampai pada suatu website karena content atau informasi yang hanya tersedia di website tersebut, maka nama generik akan sangat powerful karena langsung terpatri di benak mereka. Bayangkan kalau website http://www.pajak.go.id diberi nama domain lain.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kita ingin menggunakan nama generik:
1. Tanpa adanya effort untuk marketing dan promo, mengharapkan hanya dari habit user mungkin agak sulit. Karena, kebiasaan orang mencari sesuatu yang generik adalah mencari di search engine, bukan di Address Bar browser mereka. Karena suatu keyakinan bahwa informasi di search engine jauh lebih lengkap dan berguna daripada informasi di satu website. Sebagai contoh, saya pribadi jarang sekali (hampir tidak pernah malah) menggunakan fitur “Saya Lagi Beruntung” nya Google. Karena saya lebih suka mendapatkan banyak pilihan website daripada hanya satu website, walaupun website itu adalah peringkat pertama di Google.
2. Dengan menggunakan nama domain generik, kita secara sadar menempatkan nama usaha / institusi (jika ada) pada prioritas di bawah nama jenis produk / jasa yang kita tawarkan. Sehingga, kekuatan content / produk dan jasa memang harus benar – benar unik dan unggul. Karena itu menjadi andalan utama untuk menciptakan awareness.
Moga – moga sedikit buah pikiran ini bisa nambahain knowledge yang sudah ada di rekan – rekan semua.
Kalo meliat komentar2 diatas, saya malah teringat dengan domain (aukahglap.com) baca: Auk ah gelap!!
Emang untuk masalah domain tergantung dengan fungsi, baik yang generik ato nggak generik. Yang peting mau dibawa kemana
domain tersebut.
Kalo saya milih,pendapat Pak Nukman yang cenderung, sesuai. Kalo pemikirang orang Indo masih cenderung generik itu yang
pas, kalo orang luar dah berpikir yang “nyleneh” itu yang dicari.
ada kisi2 tg lahirnya okezone.com?
kalau mereka mau bikin portal laksana detik.com
apa layoutnya harus mirip2
hmm…. kalo dipikir pikir, ternyata memang belum ada (setahu saya sih) domain dengan nama generik yang sukses seperti domain unik semacam yahoo! dan goooogle.
tapi memang dengan domain generik, positioning di search engine akan jadi bagus dan sangat membantu untuk SEOnya. yang repot itu kalo misalnya udah dapet domain bagus trus nggak diapa-apain
ada yang bisa menganalisa kenapa kok selama ini yang bisa menjadi RAKSASA adalah domain domain yang unik (bukan generik) saya masih nggak nemu kenapa kecuali karena memang websitenya dikelola dengan baik. mungkin ada yang punya argumen lebih baik mengapa domain unik lebih banyak yang sukses?
eh…. tapi bukannya friendster itu nama generik? :-/
kalo diluar alasan dikelola dg baik, pastinya kalo masalah kenapa nama2 Domain yg tdk generik yang menjadi raksasa, salah satunya ada di benak pengunjung di level alam bawah sadar
selain unik, nama google dan yahoo memiliki beberapa kelebihan lain:
-singkat dan simple, hanya terdiri dari 4 huruf: google = 2g+2o+l+e
membuat nama ini mudah “nempel” di benak user, bandingkan dg altalvista
-jelas namanya mudah utk diucapkan, dan ini memudahkan utk proses getuk-tular secara ofline dan online.
-google juga sebenernya istilah yang umum, dan masih berhubungan dengan mata yang biasa kita pakai utk mencari. tapi tidak generik kalau di pakai untuk searchengine (sama halnya dg yahoo), tapi tetap nyambung sama kategori situs nya.
mungkin itu aja sih kalau menurut saya
]
[seru neh post nya... jadi kayak "ulangan" habis baca bukunya Al Ries
Dilema nama generik atau nama unik memang berat
Peran nama generik untuk membantu SEO memang masih meragukan meski sudah banyak bukti empirisnya. Namun ketika keyword dalam nama generik tersebut jarang digunakan dalam pencarian, saya rasa efeknya akan menjadi minimal.
Sedangkan friendster bukan nama generik, melainkan brand yang menjadi nama generik seperti “aqua”, “kleenex” (di Amerika), dan “honda” (di Jawa Tengah).
Pilihan semakin berat bila keduanya tersedia, nama generik dan nama unik. Ketika saya dihadapkan pilihan menggunakan nama generik atau nama unik untuk nama situs saya 3 tahun lalu, saya memilih untuk “berjudi” dengan nama unik msekipun waktu itu nama generiknya masih tersedia
Pertimbangan saya waktu itu adalah situs dengan nama generik mungkin akan berjaya bila persaingan tidak begitu ketat dan belum ada brand yang menjadi market leader. Mempertahankan kejayaannya akan jauh lebih susah ketika di kemudian hari muncul brand dengan nama unik yang lebih kuat (kasus job.com dan monster.com). TokoHelm.com akan berjaya bila belum ada yang membuat situs “pecas-ndahe.com” atau “helmi-helm.com” misalnya
(hahaha, bercanda bro.. jangan tersinggung)
Ya, Friendster bukan nama generik. Dicari di Oxford pun ndak akan ketemu saat ini. Itu nama generik yang diplesetkan sendiri sehingga menjadi unik. Ini mirip dengan Yogyes, yang saya duga “plesetan” dari Yog dan ya, kemudian dibahasainggriskan menjadi Yog dan yes, sehingga menjadi Yogyes. Yogyes.com itu nama yang unik dan menarik. Begitu kan mas eas3oy?
Nah, uniknya (atau hebatnya?), nama unik yang baru pun bisa menjadi kata baku. Kata Googling kini biasa digunakan sebaga kata kerja untuk menunjukkan pekerjaan mencari keyword di Google. Cari sesuatu? Googling aja!.
Mau ke Jogja? Yogyes dulu aja! (Wah, bisa dipakai sebagai key message Yogyes nih
)
Saya tambahin sedikit soal generik vs non generik dari sudut pandang ekspansi merek dan bisnis. Nama generik itu mengikat pemiliknya dalam satu persepsi tertentu. Waralaba.com ya dipersepsikan situsnya waralaba. Tokohelm ya jualan helm. Bulutangkis.com ya seputar kegiatan olahraga tersebut.
Jika suatu ketika merek online dan bisnis itu berkembang (Insya Allah, semoga semuanya berkembang baik), akan kesulitan melakukan ekspansi di luar persepsi itu. Katakanlah, setelah sukses, tokohelm.com misalnya mau ekspansi jualan kompor gas. Tentu membangun persepsi jualan kompor gas di toko helm tidak mudah.
Hal ini tidak dirasakan oleh Amazon.com. Apa hubungannya Amzon dengan toko buku? Jawabannya: tidak ada, sebelum amazon.com lahir. Tetapi ketika sang pemilik membangun merek itu dengan serius, saat ini sudah terbangun persepsi Amazon.com itu identik dengan jualan buku. Nah, ketika mereka berhasil, mereka dengan mudah melakukan ekspansi persepsi. Coba perhatikan, tag line Amazon.com saat ini adalah: “Amazon.com: Online Shopping for Electronics, Apparel, Computers, Books, DVDs & more”. Tidak sulit bagi Amazon untuk membangun persepsi jualan selain buku karena mereka tidak menggunakan domain bookstore.com.
very well put. thanks mas
nama generik sangat mengikat kategori produk & jasa yang ditawarkan situs tersebut, lucu rasanya kalau waralaba.com akhirnya memberikan informasi seputar musik. peluang ekspansi keluar dari content yang ditawarkan juga terbatas. paling kalau mau ekspansi peluang secara vertikal, fokuskan ke produk/jasa lain di industri terkait (yg sebenarnya punya peluang sangat besar juga).
”
Apapun Domainnya, Kontent tetep Rajanya….
“
Di luar negeri (US?) spt-nya ada semacam hukum yg melindungi brand2 ‘besar’ dotcom bila ada nama yg mirip2. Kono, ‘pengusaha’ dotcom asal Indonesia yg tlh ‘memiliki’ domain yaahoot.com merasa dirugikan krn domainnya dilock akibat dikomplain ama Yahoo. Padahal, bukan maksud utk memplesetkan Yahoo. Yaahoot = bagus!
Di Indonesia, banyak gak sih cybersquatter(?)nya? Kalau di blogosphere dikenal Jablai Blog (sbg btk kontrol sosiblog?), mungkin para cybersquatter ini perlu diberi julukan “Jablai Domain” jugakah?
Tapi jangan salah lho, masih ada pegiat IT yang peduli sekaligus baik hati ttg contoh kasus domain ini.
CMIIW.
Salam.
Di Indonesia, semua merek yang terdaftar juga dilindungi. Oleh karena itu, saya sarankan untuk segera mendaftarkan merek yang akan dikembangkan. Sejauh yang saya tahu, nama generik tidak bisa didaftarkan sebagai merek. Coba yang merasa memiliki merek generik mengecek hal ini.
Dari diskusi di atas, semua sepakat, nama sangat penting. Di dalam nama terkandung banyak makna, tujuan, bahkan doa. Oleh karena itu cari nama sebaik mungkin.
Kalau sudah dapat nama yang baik, jangan lupa perhatikan komponen pemasaran dan bisnis yang lainnya, seperti yang antara lain disarankan oleh mas Adrianto Gani.
Sama dengan memiliki anak. Kita mencari nama sebaik mungkin, dengan harapan dan doa. Kelak anak akan sukses atau tidak, bukan tergantung pada nama saja, tetapi bagaimana orang tua memberi lingkungan yang baik, landasan pendidikan, dan lain-lain. Tetapi, semuanya itu dimulai dengan memberi nama yang baik.
Ntar klo udah dapat nama domainnya register di Jagoan Domain … Hehehehe comment yang numplang iklan di allow ngga ya, mumpung temanya PAS :d
Hik lagi bingung cari domain buat undangan
Wah klo saya biasanya kalo di apotek mintanya yang obat generik, biar murah tapi tetep nendang obatnya
)dan orang dengan nama unik Stephen (klo di desa saya ni masih unik
) kira-kira sapa yang lebih cepat dikenal orang ya???
Tapi setuju dengan komentar Pak Nukman #24, bisa dianalogikan dengan nama orang nggak ya, misal di suatu sekolahan di kelas yang baru orang dengan nama generik Agus (maaf kalau ada yang bernama Agus
monggo dipun lanjut….
sruput…..enak tenan
(enaknya hidangan intelektual yang disajikan para saudagar-saudagar disini, sangat bermanfaat)
Terimakasih Pak Nukman…
intinya masih tetep… membangun bisnis online dengan cinta nih ya??
soalnya kalo gak cinta namanya pasti ngasal dan gak bakal di pikirin samapi mendalam gini
#26.
Hadir! Hahaha…
What can i say, my father didn’t read Al Ries
#18.
Wah, terima kasih atas ide tagline-nya, Pak. Dulu kami biasanya pakai “se-yogya-nya klik yogyes” untuk tagline, nanti kami ganti deh…
Luar biasa, saya tidak menduga sama sekali perbincangan yang cukup intelek namun dengan kemasan yang sangat empuk dan enak dikunyah..!
Salut untuk Pak Nukman atas tulisan dan ide-ide segarnya..!
wah….ternyata dunia dot com di negri sendiri sudah sedemikian matang dan berkembang. Salam kenal buat Pak Nukman, kayaknya sudah saatnya saya “mudik” nih….
Dari apa yang saya baca di sini, semua sudah memahami hukum dasar domain, tetapi jangan lupa kalau masih banyak hal lain yang harus diperhatikan agar sukses dalam bisnis online, generik atau bukan, dikembangkan secara tepat sasaran memang sangat penting. Coba anda ketik nama generik di google, dan perhatikan berapa persen nama domain yang muncul dalam top list hasil pencarian yang menggunakan nama generik
Untuk sukses mencapai top list bukan semata-mata karena website kita menggunakan nama generik atu nama unik, tetapi SEO (Search Engine Optimization) sangatlah penting. Pengetahuan akan keywords behaviour saat ini adalah yang paling utama, bukan nama domain itu sendiri.
Semoga bermanfaat dan maaf kalau salah kaprah
mas Edy kelamaan di luar negeri ya sehingga kurang memantau perkembangan dotcom dalam negeri? Semoga blog ini bisa membantu memperkaya referensi mas Edy. Salam kenal juga mas.
Terima kasih juga masukannya soal SEO. Bermaanfaat kok.
, apalagi banyak dotcomer pemula yang justru berangkatnya dari SEO dan getol mempelajari dan mencoba menerapkan hal ini.
oiya, ada satulagi nih yang generik dan lmayan sukses
http://www.getafreelancer.com nah ada yang bisa mengomentari?
Komentar saya mas Fauzan, nama itu hanya salah satu komponen keberhasilan sebuah bisnis. Kalau percaya dengan buku “the 11 Immutable Laws of Internet Branding†karya Al Ries dan Laura Ries, berarti masih ada 10 komponen lain. Pikirkan dan pilih dengan sebaik mungkin sebuah nama atau merek. Lalu eksekusi sisanya sebaik mungkin.
Menarik memang untuk berbicara masalah domain.
Selain harus keyword and search engine friendly, juga harus mempunyai nilai jual yang tinggi.
Saya sering menggunakan jasa overture tentang tool domain sugestion :
http://inventory.overture.com/d/searchinventory/suggestion/
Sampai saat ini saya masih sependapat, kalau com comerce yang success sebagian besar menggunakan nama domain yang unik, logika termudah, karena nama domain yang mudah diingat.
Namun di balik itu semua, ternyata penamaan sebuah domain juga bisa menjadi mega bisnis, yang di hitung pada puluhan US dollar.
Coba tengok http://www.sedo.com dan DJjournal.com yang melakukan lebih dari 10 juta dollar tiap minggunya.
Namun kembali lagi tentang susahnya menemukan nama domain yang menarik dan keren. Memang SEO tidak sepenuhnya bergantung pada penggunaan nama domain, namun paling tidak penggunaan nama yang friendly dengan Google, yahoo etc, akan sangat membantu optimalisasi searching.
modesarianto@yahoo.com
#34
Menarik sekali komentar Mas arianto dengan link ke overture-nya. Tetapi kalau boleh saya ingin tekankan untuk tidak 100% percaya dengan hasil keywords search results dari overture, karena mereka lebih banyak menggunakan yahoo search engine sebagai panduan. Sedangkan saat ini google yang menguasai pangsa search engine.
overture boleh dijadikan salah satu acuan, dan untuk lebih sip-nya digabung juga dengan hasil keywords search dari google, yang bisa dicari di http://www.google.com/trends atau https://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal
Selain dari mengandalkan hasil pencarian keywords, ada satu lagi faktor yg juga sangat menentukan, yaitu riset pangsa pasar. Hal ini dimaksudkan untuk melihat apakah keyword yang kita dapatkan itu mempunyai pangsa peng-iklan yg nantinya akan kita harapkan untuk pasang iklan di website kita. Untuk mengetahuinya, bisa dilakukan dengan cara mengetik keywords yang kita dapatkan dari hasil search di inventory dan google pada halaman pencarian google.com dan lihat apakah di halaman results-nya ada perusahaan yang memasang iklan atau biasanya ada di sebelah kanan di bagian sponsored links, semakin banyak sponsored links-nya berarti keywords tersebut semakin baik dan potensial
Semoga bermanfaat.
Kadang-kadang saya cenderung lebih optimis dengan domain yang aneh dan gampang diingat, ketimbang domain yang terlalu generik seperti http://www.iklan.com, http://www.pemerintah.com, dan seterusnya.
Meskipun semua itu juga tidak ada yang pasti, namanya internet selain optimisasi SEO saya tidak yakin sukses tidaknya sebuah situs itu adalah merupakan “ilmu pasti”. Untuk situs-situs indonesia yang berdomain aneh, http://www.malesbanget.com atau http://www.aukahglap.com menurut saya lebih mudah diingat, catchy, serta mengundang pengunjung untuk kembali lagi.
Atau juga http://www.milliondollarhomepage.com meskipun bernama panjang, tetap terdengan menarik. Kesimpulannya susah untuk menentukan “ilmu pasti” untuk mempopulerkan sebuah situs. Karena terkadang yang menyalahi “hukum pasti” itu justru lebih memiliki nilai komersil yang oke punya.
Setubuh….eh setujuh dengan Pak Tile
Tetapi harus diingat juga akan segment pasarnya lho Pak….kalau untuk segmen anak muda, nama-nama seperti malesbanget, aukahgelap, cuex, de el el memang cocok, tapi untuk yg segmen “agak” corporate itu yang jadi susah buat dapetin nama domainnya
Pak Tile, saya juga se7 dengan anda
Nama domain yang unik memang membawa keuntungan tersendiri bagi kita. Namun bukan berarti kita melewatkan arti konjungsi antara nama domain dan project content yang akan kita garap.
Tentang [ http://www.milliondollarhomepage.com ] saya ada analiys baru. Saya acungkan jempol buat si pemiliknya [alex], dia telah menemukan celah yang tak pernah terpikirkan oleh kita.
Hampir semua artikel tentangnya [alex], mengemukakan, bahwa dia dan kesedarhanaanya bisa membuat project yang fantastis, namun saya pernah bergabung dengan millisnya, saya temukan yang hal berbeda.
Dia bukanlah sekedar pelajar SMU, yang tanpa pengetahuan marketing sama sekali, dia sangat cerdas, menurut saya dia juga salah satu penemu alasisys niche market.
Dia memanfaatkan celah, ketika orang sibuk menawarkan produk dengan embel-embel kepopularitasan, dia hanya berjalan seolah-olah , ingat SEOLAH OLAH dia begitu sederhana, itu yang menjadi nilai jualnya.
Sebenarnya sebelum meluncurkan MDhomepagenya, dia telah “berkarya” dengan website lain yang jauh lebih profesional, namun ndak pernah meledak seperti MDHP.
Salam sukses
Ngomong-ngomong domain aneh, ada situs lucu juga baru dapat dari milis. http://www.weirddomains.blogspot.com
Ternyata domain orang bule itu aneh-aneh, Ada PenisLand.com, FatChicsInPArtyHat.com dll
aneh ya, orang ndak ada isinya
ngomong tentang domain, idenya kita mau bikin youtube versi indonesia, jd coba brainstroming yg muncul adalah nama generik
seperti indovideo.com, megavideo.com, videoexplorer.com yg tidak menarik dan ternyata sebagian besar sdh ada pemiliknya.
terakhir ada ide layartancap.com yang sangat kental indonesianya dan sukurlah belum ada yg punya…
jadilah http://www.layartancap.com yang gampang ingat dan cukup unik namanya
Pengalamanku menjual domain cukup menarik.
Aku sih iseng2 aja memasang Domain for SALE pada domain yang aku punyai. Ech, tiba2 satu saat aku ditelpon seseorang mau beli domainku dengan harga 500rb, padahal aku mau jual 50juta. Lumayan khan buat ngelunasin KPR ku yang belum lunas2. Maklum dech pegawai rendahan. Si calon pembeli tetap memaksa ingin membeli walau aku tak berniat lagi menjualnya, karena beliau menawarnya dengan harga sangat murah. Dia bilang domainnya untuk keperluan pribadi. Aku bilang pakai aja domain .net atau .org, masih kosong tuch. Yah, akhirnya karena kasihan aku lepas aja dech.
Belakangan ketahuan kalaw dia itu dari perusahaan gede dan domainnya digunakan untuk kepentingan business.
Yikes.. nyesel aku.
Dulu aku punya domain bagus untuk perusahaanku. Aku coba gambling untuk tidak memperpanjang domain itu dari xxxxxnic.com (habis ngeselin) dan nanti aku beli lagi melalui gkg.net atau networksolutions.com. Hei.. hei.. belum juga habis masa tiga bulan, domainku sudah berpindahtangan. Sampai sekarang susah banget dapetin lagi tuh domain.
Aku sendiri juga bingung untuk domain website pertamaku. Karena aku tinggal di Bali aku mencoba cari nama dengan content lokal misalnya : BaliAjeg, OrangBali, BaliShop, TokoBali, BeliBali, TiyangBali, ternyata sudah ada yang pakai.
Aku juga pernah buka usaha dengan nama BALIFORNIA tapi saat aku mau masuk ke bisnis online, nama itu tidak mencerminkan apa-apa bagiku, akhirnya aku menemukan domain yang sepertinya cocok dengan usahaku yaitu http://WWW.BALICART.COM intinya ingin menjual produk-produk lokal yang ada di sekitar tempatku.
Salam kenal untuk teman-teman semua, aku banyak mendapatkan ilmu dari blog ini. Kalau ada yang tertarik mungkin isi di Blog ini di resume dan dijadikan artikel yang bisa didownload (pdf) sehingga dapat mendongkrak kembali bisnis online yang sempat terpuruk.
[...] Susahnya Mendapatkan Nama Domain yang Keren [...]
terus terang dulu saya sering lupa dengan alamat situs virtual ini, sempat saya mesti masuk dulu ke situs swa untuk mencari link ke virtual blog . he he he .
Jadi menurut saya yang penting itu isi contentnya , kalau menarik tentu orang bakal ketagihan untuk masuk dan masuk lagi .. setuju ?! salam kenal dari http://www.zoompromosi.com
bagaimana cara mengurus npwp yang digunakan untuk mendirikan pt yang lama sedangkan sudah tidak aktif di pt tersebut dan sekarang mau mendirikan pt yang baru???
ngomong-ngomong soal domain kira2 domain http://www.bisnispulsa.com
kalo di jual laku ga yah???????
Maaf domain bisnispulsa.com kalau ada yang naksir laku sepertinya. Bagaimana dengan domain dot de yang menurut telinga orang Indonesia terdengar asing bisa laku puluhan ribu euro?
google.com terdengarnya aneh tapi top nya bukan main
nama domain sudah seharusnya unik dan mudah diingat..
Seperti google, anak kecil saja tahu dan mudah mengingatnya