Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Non Traditional = Mindset

April 11, 2007
Oleh Iim Fahima Jachja

 

Dalam bahasa sederhana, komunikasi non traditional bisa diterjemahkan sebagai komunikasi yang menggunakan medium di luar TV, Radio dan cetak. Medium mobile dan internet paling sering disebut-sebut sebagai media non traditional karena keberadaannya yang dianggap mewakili medium komunikasi dengan teknologi paling akhir.

Namun, jika dilihat lebih jauh, non traditional pada dasarnya adalah sebuah mindset untuk membuat sebuah komunikasi menjadi lebih enggaging, diterima dengan positif dan tidak mengganggu. Misalnya: direct mail seringkali masuk ke kotak sampah karena dianggap junk mail, dan ini juga berarti pemborosan budget komunikasi. Dengan mindset non traditional, direct mail dibuat sedemikian menarik sehingga membuat semua orang penasaran untuk membukanya.

Atau, selama ini materi Point of Sales yang biasa dipasang di rak-rak toko bentuknya tidak jauh dari wobler dan umbul-umbul dengan design seadanya. Dengan membuat design yang appealing, materi POS bisa menjadi lebih menarik dari pada iklan di media cetak bahkan bisa langsung men-trigger terjadinya transaksi karena pernah disebut dalam sebuah riset bahwa 70% keputusan membeli seringkali terjadi di lokasi (toko). Dan keputusan itu terjadi karena ketertarikan terhadap product display dan segala sesuatu yang ada di sekitarnya .

Percuma saja menggunakan medium komunikasi terbaru jika mindsetnya masih traditional yaitu membuat komunikasi yang biasa-biasa saja dan menginterupsi ala spam.

Contoh komunikasi non traditional yang lain bisa dilihat di tulisan ini, ini, ini, dan ini

14 Responses to “Non Traditional = Mindset”

  1. agus siswantoro (cobus) says:

    mbak iim… yang lebih seru dong ulasannya…….
    ayo…..
    cari ide lagi yang seru……

    jangan membahas arti harafiah Trad dan Non trad -nya……. hehehhehe

    yang seru im…. kalo diseputaran trad dan non Trad (hanya bahas pro dan kontra sebatas artinya aja….) maka blog mu akan jadi TRAD….:-)

  2. Iim-Adhit says:

    Kalo semua orang udah ngerti kaya mas agus sih saya ngga perlu membahas ini mas ;)

    Ini per;lu saya tulis karena masih banyak pertanyaan yang muncul sekitar pengertian non trad dan trad.

    Sabar ya mas…audience blog ini luas ;)

  3. agus siswantoro (cobus) says:

    ok mbak iim…. ditunggu yah, bahasa tulisan mbak iim udah pas banget..
    tinggal tema-nya aja..di perkaya walaupun base-nya tetep ttg educate non trad dan non trad..

    salam.:-)

  4. afoez says:

    Salam,
    Teruslah menulis, sebab tulisan adalah tanda “peradaban” lebih maju. Banyak orang hanya pandai mambahas saat tulisan itu muncul, tapi sangat sedikit yang bisa menuliskan pikiran-pikirannya.
    Teruslah menulis kawan…

  5. arya says:

    i see..i seee.. emang sebelumnya saya salah paham. Sepengertian saya, non traditional itu ya mediumnya. Soalnya banyak juga kan yang masuk ke medium non trad tapi model komunikasinya yang masih mengganggu kaya baner pop up kek atao apa itu istilahnya.

    thx bratz mba iim, jadi makin jelas sekarang.

  6. Andy Santoso says:

    @arya… banner pop up, expandable, over the page mengganggu atau tidak mengganggu ngga hanya di lihat dari sisi tekniknya saja, tetapi faktor lain seperti creativitas, target audience yang pas, sampe nama brand itu sendiri akan memberikan efek yang lebih luas… dalam arti mengganggu atau tidak mengganggu itu relative untuk masing2 individu/audience…

    let’s say, saya suka brand Adidas, saya suka websitenya, saya suka produknya, saya suka iklannya, saya suka konsepnya, jadi kalo pas saya buka website ada iklan Adidas saya akan senang, makin canggih tekniknya, makin macem2, makin keren, bahkan kalo bisa flashnya saya download untuk koleksi… :) itu sample kecilnya, lagipula bukannya iklan memang bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat? meski tentu saja ada batas2nya… :)

  7. arya says:

    @Andy, mas itu kan karena mas Andi suka iklannya. Kalo ngga suka trus tiba-tiba lagi baca berita muncul banner pop up segede gede gaja, kan nyebelin?!:)

  8. kanaya says:

    Gue rasa disini pentingnya postingan ini. Biar masing-masing orang sadar kalo non traditional itu bukan sekedar medium tapi juga cara berpikir. Kalo baca limk-link yang ditulis mba iim sih jelas sekali ya, kalau non traditional itu ngga mengganggu tapi malah memanjakan konsumen.

    Nay.

  9. Andy Santoso says:

    @arya… itulah kenapa saya berpikir mengganggu atau tidak mengganggu itu relative, tergantung dari banyak hal, bisa creativenya, audience, brand itu sendiri, dan faktor lain kan?! :)

    another case, misal websitenya website news, dan menggunakan expandable yang notabene bakal nutupin beritanya kalo mouse rollover, jelas itu mengganggu, tapi yang mengganggu bukan teknik expandablenya, tapi kembali ke advertiser atau agency yang memilih spot disana… lain cerita kalo websitenya online community yang hanya ada 1 banner di 1 page, behavior internet usernya saja sudah berbeda… :)

  10. Menurut saya, komunikasi non traditional adalah apapun yang merupakan hal yang tidak umum dipakai dalam komunikasi traditional. Apapun itu bisa ditinjau dari sisi bentuk medianya mapun cara penyampaiannya. Nah, nantinya bila media non traditional itu sudah umum dipakai maka dia akan sendirinya berubah jadi media traditional. Jadi kata kuncinya adalah kreatifitas untuk selalu berbeda.

  11. kikan says:

    Mba Im, tengkyu banget udah ditulis definisinya dengan jelas. Soalnya emang banyak yang mengira kalo komunikasi non traditional itu ya mediumnya yang baru. Salah satunya saya hehehe

    @Mas Agus, mba iim sering banget nulis di milis periklanan yang audience nya mahasiswa. Jadi tulisan yang kaya gini manfaat banget :)

  12. agus siswantoro (cobus) says:

    buat Kikan.. ehmmm memang bener :-)
    maksudnya supaya mbak iim lebih seru ngebahasnya langsung menerapkan NOn trad-nya versi Virus…. ( ngelirik iim ) jadi ga ada komen2 tentang arti harafiahnya… langsung ke olahan non trad versi Blog virus…
    buat iim…. ok banget! dari dulu emang dirimu oke…..(…..)

  13. F.Syahwali says:

    Non tradisional = uncommon, surprising?

  14. donny arifin says:

    hmmm, gmn kalo dibedakan trad-non trad as a mindset sama trad-non trad as the medium. jadi pembahasan strategi nya bisa lbh luas kan, misalnya traditional medium with non traditional mindset jg akan menarik utk audiences. see..

Leave a Reply

nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
tuhunugraha @tuhunugraha
Social Media Specialist
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
meisia @mumualoha
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • ferry kinalsal: - Setuju mas, sepertinya harus memilih salah satu media sosial tersebut untuk...

  • rusabawean: - hahaha #barutahu kalo bionya Pecinta Kuliner Nusantara :D

  • Tuhu Nugraha: - Salam kenal juga Mbak Linda, untuk segi desain mungkin bisa ditambah dengan tab...

  • Tongkonan: - Saya baru benar2 mengerti kasus yang menimpa Mario Teguh kemarin di twitter. :)

  • Joko Susilo: - Benar. kata pepatah “beda lubuk beda ikannya”. setiap social media...

  • Joko Susilo: - Sepakat. Kalau hanya berdasar KPI bisa-bisa hanya kejar setoran nge-tweet

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting