Kalau biasanya blog Virus penulis utamanya saya, kali ini saya mencomot tulisan dari personal blog Adhitia Sofyan tentang online advertising yang biasa dilakukan oleh traditional agency. Analogi yang sederhana dan lugas. Here we go, tanpa saya edit sedikitpun:
Dari tahun 2000 sampai pertengahan 2005 saya berkecimpung dalam berbagai proses pembuatan iklan televisi, cetak dan radio untuk berbagai macam campaign brand-brand besar. Periklanan adalah sebuah industri yang sangat mapan di Indonesia. Sepertinya semua orang tahu betul dan punya berbagai opini tentang bagaimana seharusnya marketing campaign yang betul, bagus, kreatif, efisien, menghasilkan, dsb dsb.
Akhir tahun 2005 saya meninggalkan hiruk-pikuknya panggung periklanan nasional dan hijrah ke industri online advertising. Saya dan istri mendirikan Virus Communications, sebuah biro konsultan di bidang online marketing. Virus berdiri sebagai divisi baru atau in-house shop atau sister company dari Virtual Consulting, sebuah perusahaan dotcom yang sudah terlabih dahulu mapan yang didirikan oleh seorang Nukman Luthfie. Sebetulnya tugas saya di tempat baru ini sama persis dengan apa yang saya kerjakan sewaktu di dunia iklan, yaitu membuat ide-ide kreatif untuk kampanye iklan klien, namun ada satu hal fundamental yang sangat berbeda; medan tempur saya adalah interenet, bukan televisi, bukan majalah / koran dan bukan radio.
Analoginya, ketika di dunia periklanan tradisional saya sudah terbiasa mengendarai berbagai kendaraan untuk mencapai berbagai tujuan di darat, kali ini saya harus pergi ke laut dan belajar untuk bisa mencapai berbagai tujuan, baik hanya sebatas permukaan, atau ke dalam. Saya harus menggunakan perahu, selancar, kapal selam dan berbagai kendaraan laut lainnya, it’s a totally different world. Walaupun saya sudah berpengalaman dalam hal berkendara, kali ini saya harus belajar mengenal seperti apa lautan itu. O ya, saya juga harus belajar mengendarai berbagai macam kendaraan laut tadi tentunya. Mempelajari semua hal baru diatas menjadi pengalaman yang menyenangkan, membuat saya humble dan sangat open, setelah sebelumya telah cukup sombong dengan ilmu-ilmu dari daratan.
Dan sekarang internet terus berkembang pesat menjadi medium yang terus di sasar oleh para pemilik brand. Mereka, secara langsung atau melalui biro iklan mereka berbondong-bondong melakukan komunikasi di internet. Banyak dari mereka yang langsung menyerbu lautan internet ini dengan memasang berbagai macam banner dan mempromosikan website-website menarik. Tetapi dalam banyak hal apa yang mereka lakukan adalah membawa kendaraan-kendaraan darat mereka ke laut. Bentuknya sih keren-keren, tapi yang namanya Ferrari model apapun kalau di bawa ke laut pasti tenggelam.
Berkomunikasi dan ber-marketing di online sangat jauh dari sekedar memasang banner dan mempromosikan website-website menarik.
So, I’m getting to my point now. Semua ilmu-ilmu untuk memastikan berbagai macam komunikasi marketing berjalan baik di dunia internet akan dirangkum dan dibahas dalam 1 hari. There’s going to be a seminar held by our office. Kita akan berbicara habis-habisan soal lautan internet, tentang berbagai ceklist yang harus dipenuhi sebelum kita sampai ke banner dan website-website yang flashy (kalau yang diperlukan memang banner-banner dan website flashy).
Nukman Luthfie akan menjadi pembicara utama. Iim Fahima dari Virus dan beberapa rekan dari brand-brand lokal yang telah melakukan online campaign akan membahas kasus-kasus lokal. Orang iklan favorit saya, Budiman Hakim, akan menjadi pembicara tamu.
Tulisan yang ringan! Enak banget bacanya, jadi pingin ikut seminar…
Kalau ngga mau ferari nya nyemplung, musti ikutan seminar, dong mas?!
* Terimakasih Biru Langit, sampai ketemu di seminar kalau begitu
* Ya, memang materi seminarnya eksklusif akan membahas untuk (bahkan) tidak membawa Ferrari ke laut sama sekali mas Zaky, hehehe.
Different world, different methods.
.
Suatu artikel yang manis, renyah dan menggugah!
Meski singkat dan seperti hanya sebuah pengantar, tapi saya dapat menangkap point dari artikel ini dan saya pun jadi melek dan sadar bahwa apa yang saya lakukan dalam iklan/campaign meski dalam skala kecil (utk web saya sendiri) telah salah langkah.
Terima kasih atas artikel yang mencerahkan ini!
wah kayaknya seru nih…
Maaf yang bener Ferrari, di judul Ferari kurang ‘r’ , biasalah klo brand believer emang saya sewot
Citra, salah tulis emang.Thanks Koreksinya !
jadi penasaran, ada berapa banyakkah perusahaan yang memang benar2 berkompeten dibidang ini (untuk wilayah indonesia)?
mau dong diundang ikutan seminarnya…
seminarnya kapan?
3 desember mas, silahkan liat di http://virtual.co.id/MakingYourOnlineAdvertisingWorks.php
hehe..
analogi Ferarri-nya dapet tuh. percuma aja secanggih apa juga tuh Ferarri kalo minus penyesuaian, kan?
cheers!
=D
Great post….mungkin ke depan Mas Adhit bisa lebih banyak sharing semacam ini…
Barangkali akan menarik kalau pengalaman-pengalaman Adhit selama ini dituangkan dengan gaya ringan nan inspiratif seperti post kali ini.
Tengkyu Mas Yodhia. Sebetulnya menulis belum menjadi sesuatu yang natural bagi saya (at least demkian yang saya rasakan), belum mengalir seperti Iim atau Pak Nukman, mungkin karena saya orang art
. Most of the time saya tidak punya pikiran apa-apa yang bisa berubah menjadi tulisan yang baik, tetapi kadang kepala ini suka kepentok dan saya menulis begitu saja.
Tapi tentu akan saya usahakan Mas, thanks again
Nyemplung laut? Negeri kita memang negeri bahari…
sayang rakyatnya kurang mencintai lautan bernama internet itu.
Inilah satu alasan kenapa banyak brand yang pede nyemplung di laut.
Ralat belum banyak brand yang pede….
yes.. tp berapa besar porsi orang2 Indonesia yang melek internet saat ini? pertumbuhannya seperti apa? boleh di share kl ada yg tau? thanks..
memang betul mas mau nggak mau rakyat indonesia harus melek ke dunia online agar tak ketinggalan semakin jauh dengan luar negeri, terutama untuk para pengusaha/pebisnisnya untuk menjangkau pasar yang lebih luas baik dalam maupun luar negeri.
Mungkin seminar ini bs menginspirasi Ferrari utk buat sesuatu utk bs dpake d laut. He2.. Pengen bgt utk bs dateng k seminarnya. Tp kalo gak bs dtg, apa ada dokumentasi yg bisa d share bu Iim n pak Adhit? All d best n nothing less guys! Keep up the spirit
Ini komen perdana sy disini. Blog yg satu ini kyknya blog “serius”, tertarik utk membaca lebih lnjt isi lainnya. Thanks