Teori hirarki kebutuhan Maslow yang dicetuskan 64 tahun lalu menyebutkan bahwa manusia memiliki lima kebutuhan bertingkat. Mulai dari kebutuhan fisiologis (sandang, pangan, serta kebutuhan biologis), keamanan (bebas dari ancaman, penjajahan, teror, dan sejenisnya), sosial (bertemen, berkeluarga, cinta), penghargaan (pujian, penghargaan, tanda jasa) serta aktualisasi diri (bertindak sesuka hati sesuai bakat dan minatnya). Barangsiapa bisa memenuhi lima kebutuhan ini maka akan bisa mendapatkan bisnis yang amat besar.
Nah, di dunia maya, Communispace menemukan enam kebutuhan sosial utama manusia. Barangsiapa bisa memenuhinya di dunia maya, maka akan mendapat efek bisnis yang luar biasa.
Apa itu keenam kebutuhan sosial di dunia maya?
Pertama: Mengekspresikan Identitas Personal.
Jaringan sosial online menyediakan berbagai fasilitas dan alat bagi siapapun yang ingin mencitrakan (atau mencitrakan kembali) dirinya sendiri melalui profil dan interaktivitasnya. Coba perhatikan profil-profil Friendster, Facebook dan sejenisnya. Anda bisa saja tercengang membaca profil teman kita sendiri karena bisa berbeda dengan persespi kita selama ini mengenai teman tersebut.
Kedua: Status dan Penghargaan (self-esteem).
Kebutuhan untuk diakui, dihargai, dipuja, tersalur betul via jaringan sosial online. Friendster bisa menghebat di Indonesia antara lain karena ada fasilitas testimonial, yang isinya biasanya puja puji dari teman-teman terhadap prestasi seseorang. Perhatikan juga, foto-foto yang tampil di jaringan sosial online adalah foto-foto untuk menaikkan status (misalnya sedang jalan-jalan di Eropa, menyelam di pantai paling indah di dunia, atau foto bersama bintang tenar).
Ketiga: Saling Memberi dan Menolong.
Manusia memiliki kebutuhan untuk meminta pertolongan atau memberi pertolongan. Internet mempermudah kebutuhan itu. Bahkan kepada orang yang belum kita kenal pun kita bisa memberikan pertolongan di jaringan sosial online.
Keempat: Berafiliasi dan Saling Memiliki.
Komunitas online menjadi ajang paling mudah untuk menemukan orang-orang “yang seperti kita”, kemudian menjalin komunikasi dan saling terkoneksi satu sama lain untuk saling berbagi informasi mengenai hobi, minat atau kebutuhan yang sejenis. Misalnya, membentuk komunitas sesama Internet marketer, pehobi kendaraan bermotor, dan lain-lain.
Kelima: Rasa Komunitas.
Rasa memiliki saja tidak cukup untuk membangun komunitas. Komunitas akan terbentuk jika ada hubungan timbal balik jangka panjang yang saling menguntungkan. Inilah yang disebut oleh Communispace sebagai Sense of Community atau rasa komunitas.
Sebenarnya, hanya dengan memenuhi kelima kebutuhan sosial online di atas, menurut Communispace, perusahaan akan meraih kepercayaan pelanggannya, sekaligus mendapatkan insight mengenai pelanggan dan anggota komunitas. Consumer insight yang dicari oleh kebanyakan marketer tersedia melimpah di jaringan sosial online.
Dan manakala perusahaan bergerak lebih jauh lagi, dengan mengajak mereka dan memenuhi gagasan-gagasan pelanggannya, menurut Communispace maka seseungguhnya mereka memenuhi kebutuhan keenam jaringan sosial online.
Keenam: Keyakinan terhadap Nilai Diri.
Manusia butuh merasa yakin terhadap nilai dirinya. Mereka berharap apa yang mereka ucapkan dinilai penting oleh yang lain dan berdampak positif ke lingkungan di sekitar mereka.
nambahin :
banyak yg ingin komentar di blog celeb online pertama kali => Pertamax
Sedikit berbeda ya dengan lima kebutuhan bertingkat dalam kehidupan manusia..
website saya masuk kategori yg mana ya?
media online bisa untuk mengekspresikan diri dan pendapat
asal jangan kebablasan
Bagaimana dengan orang yang tidak memiliki profil di friendster atau lainnya? Ceruk pasar juga nih
Kalo forum gimana pak ? Banyak situs yang hidup bermodalkan forum saja ya. Saya sedang coba-coba juga.
alhamdulillah dapat pencerahan…..
Yang pasti bisa mengekspresikan diri kita sendiri in the way we like.
pak Nukman, jelasin tentang maksudnya purpose driven social driven denga mendalam dong pak…
ane gak ngatri
Generasi sekarang memiliki kebutuhan akan community, self-expression, dan personalization. Kebutuhan itu bisa dipenuhi lewat internet, music, dan mobile devices. Saya kira itu bisa menjadi panduan tentang masa depan.
Betul sekali Pak Nukman, ada 6 kebutuhan social di dunia maya, namun menurut saya ke 6 itu bukan tingkatan artinya kebutuhan sosial seseorang di dunia maya tergantung orang tersebut. Misalnya saya kebutuhan sosial di dunia maya untuk mengekpresikan identitas personal. Mungkin orang lain kebutuhan sosial didunia maya untuk self esteem. Namun tentunya apabila ke 6 itu terpenuhi memang sangat baik…
bener-bener pencerahan nih…thanks ya Pak
ekspresi diri tak harus seluruhnya tertumpahkan di online, namun berkaca dari wajah (up load foto diri) dan tulisan, orang akan bisa membaca karakternya. dengan demikian bertambah satu informasi tentang perilaku manusia.
wah boleh juga nih infonya……salam kenal
Lha efek di bisnis nya mana? kok gak dijelaskan?
katanya:
“Barangsiapa bisa memenuhi lima kebutuhan ini maka akan bisa mendapatkan bisnis yang amat besar.”
makasih
[quote]katanya:
“Barangsiapa bisa memenuhi lima kebutuhan ini maka akan bisa mendapatkan bisnis yang amat besar.â€Â
mnurut saya, maksudnya itu siapapun yang mampu menyediakan kelima atau keenam kebutuhan itu agar terpenuhi bagi pengunjung atau pengguna situs, akan mendapatkan sense of belonging shg lebih mampu menarik perhatian.
Om, kalo ke6 kebthan Sosial Online itu teh intinya karena “Kepentingan” kan? Maksudnya kepentingan buat berkomunikasi. Kayak aq nih ngasih comment disinipun krn kepentingan biar ikut nampang..haha..:D Thanks om!
jadi kebutuhan di dunia maya lebih banyak dibanding kebutuhan utama manusia ya…
lebih dari 8 dalam sehari, saya habiskan di internet.
selain karena tuntutan pekerjaan juga kebutuhan sosial.