Google dan Alexa menampilkan data yang menghenyakkan saya pertengahan Juli 2009 ini. Selama ini, situs web terbesar yang diakses oleh orang Indonesia adalah Yahoo!. Posisi itu tidak pernah tergeser sekali pun, baik oleh Google, Friendster, Facebook, maupun Detik.com atau media top lainnya. Namun data dari kedua kedua entitas pemeringkat web itu menunjukkan, per Juni 2009, Facebook kini merebut tahta sebagai web terbesar yang diakses orang Indonesia!
Selama ini acuan standar peringkat web yang banyak dipakai adalah Alexa, meski datanya kurang akurat. Alexa mencatat peringkat berdasarkan data dari browser yang dipasangi toolbar Alexa dan dari cookies. Sayang, tidak ada data seberapa banyak browser di Indonesia yang dipasangai toolbar Alexa, yang saya duga amat kecil dibanding sekitar 31 juta pengguna Internet di Indonesia. Namun sejak awal Google meluncurkan Google AdPlanner tahun lalu, saya mulai menggunakan fasilitas baru ini untuk terus memantau pergerakan peringkat situs terbesar di Indonesia. Google Ad Planner lebih akurat karena datanya berdasarkan statistik pengunjung langsung.
Untuk pertama kalinya, berdasarkan data Google Adplanner, Facebook menggeser Yahoo! dari peringkat pertama. Dan setelah saya cek Alexa pada jam yang sama, Facebook juga berada di nomor satu situs terbesar di Indonesia.

Ini perubahan sangat penting bagi para marketer. Fakta ini menunjukkan bahwa social media semakin menghebat di Indonesia. Pengguna Internet Indonesia lebih banyak mengunjungi situs social media ketimbang membaca berita. Bahkan Friendster pun, yang tren penggunaannya menurun, masih di atas Detik.com, portal terbesar asli Indonesia.
Sebagai catatan, di data Google AdPlanner tersebut tidak ada Google.com maupun Google.co.id. Raksasa search engine itu memang menyembunyikan datanya. Tapi di Alexa terlihat, Google.co.id berada di peringkat dua dan Google.com peringkat empat.
Fakta ini, bagaimana pun juga akan mempengaruhi strategi pemasaran dan komunikasi online perusahaan-perusahaan dan merek di Indonesia. Social Media sudah saatnya menjadi bagian penting dari strategi marketing communications di Indonesia. Tak perlu diragukan lagi.
Follow Nukman on Twitter
tahun ini era kejayaan facebook utk indonesia..
terimakasih informasinya dan memang sangat bermanfaat..
Hihihih… Friendster masih diatas Detik
Ya, wajar. Saya saja punya beberapa biji akun di FB, .. belum lagi di FN ..
, meski jarang2 saya tengok.
Pak, kelihatannya data di atas juga tidak begitu akurat. Yang jelas, kategorinya sebagian kacau. Masak kapanlagi.com kategorinya business services & consulting, blogdetik.com kategorinya personal finance dan games.co.id kategorinya sports?
Data trafiknya juga sepintas meragukan. Apa iya lebih banyak orang Indonesia mengunjungi microsoft.com dibandingkan ke kapanlagi dan kaskus? Orang tidak berkunjung ke microsoft.com kecuali untuk windows/office support. Kunjungan ke live.com juga rasanya nggak mungkin mengalahkan ke detikhot atau detiksport. (Live.com kini di-redirect ke bing.com, search engine Microsoft yang baru).
Menarik untuk disimak bahwa sekitar 80% situs terpopuler adalah situs asing. Artinya, bangsa kita masih betul-betul menjadi konsumen, belum lagi menjadi produsen dalam pasar internet dalam negeri. Dan dari daftar situs terpopuler itu, hanya satu yaitu games.co.id yang pakai co.id (registry-nya di Indonesia).
Artinya orang Indonesia suka bersosialisasi dan silaturahmi tidak hanya offline di dunia online pun demikian.
wajar, facebook saat ini telah mewabah sampai ke pasar pasar (beberapa kali diteriakin oleh tukang ojek, taksi, dll, “demem facebook jg mas”, padahal gak buka facebook).
luar biasa baget FB,
apa saya buat akun FB juga ya..??
Bagaimana facebook tidak melambung tinggi, semua operator seluler dan produsen telepon seluler beramai-ramai menggunakan facebook sebagi ujung tombak daya tarik mereka. Semakin tinggi lah awareness masyarakat terhadap facebook
Setuju dg mas Hendro…
FB lumayan buat narsis narsia-an + buat promosi
daru dulu memang sudah patut idak diragukan kok
. yeah setidaknya jadi makin paten ajah nih, dengan data Om di atas
..
soal paragh. petama, saya rasa wajar ajah. tinggal nunggu waktu, karna pengguna / pengakses yahoo ngak jauh jauh dari baca isi email yahoo nya dibanding beritanya..
gak ada google?
selalu repot kalau bicara data ini karena metodologinya gak terlalu jelas jadi agak bingung. Facebook itu, berapa banyak yang dihitung dengan akses BB/mobile? (YM tidak menghitung chat lines sebagai PV)
bukan meragukan analisa mas Nukman atau data dari Ad Planner – saya cukup yakin data diatas mendekati secara kira2 – tetapi masih jauh dari akurat toh, saya yakin PV google masih jauh lebih besar dari total semua (ad planner gak menghitung google, sy tidak terlalu familiar – atau percaya – dengan metode alexa). Kalau liat dari ComScore atau Hitwise, urutannya mirip sekali walaupun angka persisnya berselisih luar biasa banyak dan di luar batas wajar. Ruwet kalau bicara ini. Marketer harusnya selalu punya metrik yang lebih tajam dan di kaitkan relevansinya dengan obyektif marketing supaya hasilnya sesuai tujuan.
pa kabar mas? lama tak basua….
info yang bagus pak ,…. saya mau ber iklan di web yang ramai ini
temen saya yg seorang pedagang online saat ini lebih memilih FB drpd Google utk beriklan. Dan sepertinya saya akan mengikuti langkahnya
Nice posting ya
Facebook memang lg booming. Selain iklan di facebook, skrg iklan2 ponsel jg selalu dihubungkan dg facebook. Hampir semua iklan mengunggulkan facebook applications. Akankah tren ini tergeser?
kata banyak orang : Facebook adalah saya…
kata pedagang online : Facebook is my salesman/salesgirl…
kata marketing online strategist : facebook is…
Sy pernah bikin artikel: “facebook, like or dislike you will be there.” Awalnya untuk menyentil mereka yang semula gak mau gabung di FB karena kasih alasan “Ja-Im” alias jaga image. Tapi sekarang..
http://stephenlangitan.com/2009/01/12/facebook-like-or-dislike-you-will-be-there/
tahun lalu fesbuk masih bertengger di posisi 5 masih kalah dengan pendahulunya friendster. eh saat ini fesbuk tak hanya melangkahi friendster, tapi situs sebesar google.
internet marekter agaknya perlu lebih dalam menggali lebih dalam cara mengoptimalkan penggunaan fesbuk.
Saya sangat setuju dengan pendapat Mas Nukman. Saat ini facebook telah menjadi “momok” bagi dunia marketing online dimana melalui facebook semua bisa dilakukan. Fasilitas yang cukup kompleks membuat social community ini masuk dalam urutan pertama dari sekian banyak social community yang ada.
itu karena memang facebook keren abesss
lihat blog sebesar ini saja sudah masang badge connect di fb.. hehe..
no.fb no marketing, pak nukman? ato sebagai pelengkap saja?
Wah fb memang fenomenal pak
Saya sedang mencoba menerapkannya.