Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Sarapan Baru: Aktivitas Social Media

April 8, 2010
Oleh Nukman Luthfie

 

Bangun tidur di pagi hari, biasanya saya menyambar Blackberry, melihat 140 karakter yang bertebaran di dunia Twitter, menulis kata-kata atau menjawab pertanyaan di jejaring informasi (information networking) tersebut. Setelah itu  aktivitas beralih ke Facebook, dan melakukan aktivitas seperlunya di jejaring sosial (social media) terbesar di dunia tersebut. Seusai itu, baru membaca portal berita seperti Detik.com, Kompas.com, atau Vivanews.com.

Sebagai seorang yang memang hidup dan berbisnis di dunia maya, perilaku saya mengonsumsi media memang berubah total sejak media sosial lahir. Beragai isu bisa saya pantau via Twitter dan Facebook. Dengan mengikuti akun Twitter portal berita, saya tahu lebih dekat dengan jenis berita apapun yang saya pilih. Saya lebih “well-informed”.

Saya tetap membaca koran — terutama opini dan olah raga — dan mendengarkan radio  di mobil, dalam perjalanan menuju kantor. Nonton teve?  Masih juga. Tetapi itu semua dilakukan setelah aktivitas media sosial selesai.

Jadi sarapan rutin media saya sekarang adalah media sosial dan media berita online. Baru kemudian media cetak, radio dan teve.

Dunia sudah berubah. Perilaku mengonsumsi media pun juga berubah.

Dan itu bukan hanya saya. Banyak pengguna Internet, yang memakai telepon cerdas, memiliki kemiripan dalam mengonsumsi media. Saya cuplikan beberapa diantaranya yang saya temukan pagi ini di Twitter.

@Ulil: Menu pertama setiap pagi bukan lg baca koran skg, tp buka BB dan baca twit disertai segelas teh hangat :) Selamat pagi, teman2.

@Deesign: Manusia senantiasa berubah. Dulu: masuk toilet bawa koran. Kini: sebelum masuk toilet samber BB

@robymuhamad: Sjk di jkt gak pernah baca  koran/nonton tv krn mendingan ngobrol dan twitting.

Yang setuju dengan status mereka bertiga ternyata tidak sedikit. Silahkan cari di Twitter, Facebook dan jejaring sosial lain.

Media jejaring sosial telah mengubah perilaku mengonsumsi media bagi sebagian penggunanya. Kemungkinan besar akan mewabah ke yang lain.

Tautan:

Ikuti Seminar Sharpenging Your Social Media Marketing & PR Strategy, 29 April 2010

Apa Artinya 21,5 Juta Akun Facebook Indonesia

Strategi Social Media Marketing Perlu Riset dan Insight

Brand dan Manusia Bisa Saling Belajar di Social Media

Twitter Tembus Lima Juta Akun di Indonesia, Social Media Marketing Makin Rumit

27 Responses to “Sarapan Baru: Aktivitas Social Media”

  1. tapi di Indonesia, perilaku konsumsi ini belum berlaku secara menyeluruh.. cuman generasi yang peka (aware) teknologi saja yang seperti itu. dan, kebanyakan dari mereka tinggal di wilayah perkotaan..

    jadi, masih ada harapan kok untuk ‘berulah’ di dunia selain sosial media :D

  2. Social comments and analytics for this post…

    This post was mentioned on Twitter by idvirtual: Sarapan Baru: Aktivitas Social Media http://bit.ly/bIryR8...

  3. pepoluan says:

    Saya mungkin beda sedikit kalo gitu. Karena pekerjaan saya mengharuskan saya tetap up-to-date mengenai perkembangan Teknologi Informasi, bacaan pertama saya selalu sumber2 berita IT. Nanti kalau sempat baru SocNet. Dan mungkin saya salah satu dari segelintir orang di dunia yang (hampir) tidak pernah mengakses Twitter (tapi punya akun di sana dengan nama yang sama)

    Anyways, point saya adalah: Kebiasaan konsumsi informasi kita tidak hanya dipengaruhi oleh beragamnya saluran informasi yang telah berevolusi, tapi juga sedikit banyak dipengaruhi oleh kebutuhan kita. Seorang Mahasiswa mungkin butuh membangun jaringan. Tapi seorang manajer lebih butuh informasi yang memungkinkannya mengambil keputusan bisnis yang tepat.

  4. [...] This post was mentioned on Twitter by Nukman Luthfie, Nukman Luthfie, Nukman Luthfie, Nukman Luthfie, jilaim anjelik and others. jilaim anjelik said: RT @idvirtual: Sarapan Baru: Aktivitas Social Media http://bit.ly/bIryR8 [...]

  5. saya setuju ak, saat ini rata rata masyarakat Indonesia sedang terjangkit virus FB, Twitter dan BB yang menyebar dengan cepat. bersosialisasi adalah sesuatu yang menyenangkan dan unik bagi masyarakat Indonesia, saat ini pergeseran mambaca koranpun kerap kali tergantikan dengan situs online portal berita

  6. Ini tantangan bagi praktik Jurnalisme di seluruh dunia dengan kehadiran jejaring informasi seperti Twitter. Perilaku seseorang yang lebih menikmati konten berita di Social Media dibanding koran pada umumnya dikarenakan adanya “Sense Making and Understanding”. Jadi, orang-orang sekarang tidak hanya nurut untuk memahami cara pandang media terhadap sebuah permasalahan melainkan mereka mencoba untuk menggali lagi apa yg sebenernya terjadi dengan ngobrol/diskusi di Social Media seperti Facebook dan Twitter.

  7. Maslie says:

    Setuju Pak Nukman, setiap pagi larinya ke BB untuk mengecek balasan posting hehehehe

  8. Koen says:

    I start my days with WTF: Wordpress, Twitter, Facebook. Ya, kasihan tukang koran — beritanya jadi basi, tak dilirik lagi.

  9. wedan penyakit latah itu kini makin parah saja pak

  10. Cesar says:

    kalo sabtu sarapan aku #FQ pak.. *ehh

  11. mas awe says:

    lha wong saya yang ndak bisnis di dunia maya, kegiatannya sama kayak yang pakdhe Nukman lakuken setiap harinya..

  12. Apri says:

    Wah benar pak, kadang rasanya tanpa update status pagi pagi, ngga seru..!
    Tapi memang zaman udah berubah tekonologi komunikasi semakin maju, kita yang hidup dizaman ini, mau tidak mau, rela atau tidak rela harus belajar dan ikut dalam arus teknologi ini.

    salam kenal dan sukses pak,

    apri junaidi

  13. ALRIS says:

    Kalo saya punya BB mungkin juga bisa begitu. Tapi karena masih pake hp jadul, baca koran media cetak masih dilakukan. Saya pikir setiap jaman ada trennya. Salam sukses.

  14. Arham says:

    Saya jadi teringat acar fresh di langsat pekan lalu. perubahan yg ada sekarang memang semakin menajam terutaman soal sarapan media. tapi satu pertanyaan yg membuat media konvensional tetap ongkang ongkang kaki adalah media online seperti iklan baris belum efektif mendatangkan respond. Terutama untuk sales

  15. Betul pak nukman- jaman berubah jadi social media minded ya-

  16. jakober says:

    nice info
    thanks pak

  17. jakober says:

    mesti selalu update blog ini deh

  18. eko sugiarto says:

    Memang kita punya tradisi baru sekarang,,,online 24 jam tak terbatas, sambil sarapanpun kita pasti online,,,asik juga!

  19. Sasirangan says:

    Wah benar pak, kadang rasanya tanpa update status pagi pagi, ngga seru..!
    Tapi memang zaman udah berubah tekonologi komunikasi semakin maju, kita yang hidup dizaman ini, mau tidak mau, rela atau tidak rela harus belajar dan ikut dalam arus teknologi ini.

  20. Keren banget dah tulisan mas Nukman. Saya juga berpikir ingin mengembangkan social media, tapi memang terlalu makro kalau ingin mengembangkan sebuah brand atau produk.

    Tulisannya membuat saya semakin tercerahkan demi terus berproses dalam dunia kreatif yang semakin terdigitalisasi.

    Maaf saya gak dateng ke seminar Social Media-nya, tapi saya tau kalau industri inilah yang akan membawa industri periklanan ke arah yang semakin dekat dengan konsumen.

    Terima kasih mas Nukman! :)

  21. sama pak..melek mata saya lsg samber HP saya…hehehe..tapi belum punya BB…liat order yg masuk di tengah malam…hehehe…tapi kalau ke kamar mandi tetap harus ada yang saya baca, buku, koran ato detik.com, kompas.com by hp….salam

  22. Adib cah solo says:

    portal media dan jejaring sosial sudah jadi alternatif media baru. tapi di indonesia spertinya belum semua bisa menggantikan media konvensional sekelas koran TV. ga percaya? ga usah jauh2, itu bisa dilihat di pedalaman Jateng atau Jabar. memang BB makin murah, hp cerdas makin banyak, tapi kesadaran pakai hp di dunia maya juga masih rendah. mungkin masih butuh 5-10 tahun lagi untuk melihat perubahannya…salam

  23. galz says:

    bener banget mas..saya juga kalo bangun tidur yg disamber 1x itu past BB, langsung lihat status temen2 di FB…1 jam kemudian saya biasanya update status, seterusnya baca email2 yg masuk, dan terakhir bbm temen2. semenjak ada BB, otomatis saya jadi jarang banget nongkrong di warnet, soalnya buat apa karena skrg semua bisa dulakukan dr BB. sebelum ada BBN, saya maniak banget namanya warnet, dari browsing buat cari kerja, cek email, buka FB, dan ngeblog wah segala deh…

    memang hebat ya sekarang ini… bener kata temen2 kalau zaman skrg bukan teknologi yg mengerti kita, tapi sebaliknya, kita yang harus mengerti dan memahami teknologi. Kalo gak ada BB, mana mungkin ada bbm, mana mungkin di taksi atau busway bisa YM an, di Kopaja bisa update FB….hehehhehe….

    so thanks social media and the gadgets :)

  24. Sama pak, setelah sholat subuh, baca Qur’an, pertama kali saya buka adalah facebook, dan selanjutnya membuka Google Reader untuk membaca update blog temans dan news dari berbagai portal berita.

    Tetapi yang tidak bisa saya tinggalkan juga adalah tetap membaca koran fisik, yaitu Jawa Pos xixixixi :-)

  25. tomi says:

    haha.. betul betul betul (mengutip kata ipin) :D
    sekarang memang jaman sudah berubah.. saya pun begitu.. sarapan utama sll beraktivitas dgn social media :D

  26. wah sama nih.. hanya saja utk twitter saya belum optimal..

  27. robbi says:

    zaman sekarang telah berubah dengan internet…informasi makin mudah dan gampang didapatkan…

Leave a Reply

nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
tuhunugraha @tuhunugraha
Social Media Specialist
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
meisia @mumualoha
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • rusabawean: - hahaha #barutahu kalo bionya Pecinta Kuliner Nusantara :D

  • Tuhu Nugraha: - Salam kenal juga Mbak Linda, untuk segi desain mungkin bisa ditambah dengan tab...

  • Tongkonan: - Saya baru benar2 mengerti kasus yang menimpa Mario Teguh kemarin di twitter. :)

  • Joko Susilo: - Benar. kata pepatah “beda lubuk beda ikannya”. setiap social media...

  • Joko Susilo: - Sepakat. Kalau hanya berdasar KPI bisa-bisa hanya kejar setoran nge-tweet

  • Joko Susilo: - Studi kasus yang menarik. Usul, perlu dipersering posting soal studi kasus...

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting