Berkali kali saya mendapat pertanyaan, seberapa efektifkah aktifitas komunikasi di Internet. Seberapa works di Indonesia? Siap ngga konsumen kita dengan itu? Dan serentetan pertanyaan-pertanyaan lain yang ujung-ujungnya sama: Bisa bikin sales saya naik apa ngga. Jangka pendek dan jangka panjang.
Bicara soal jawaban, kebanyakan konsultan marketing/komunikasi yang mencoba melebarkan sayap dengan merambah online sering memberi jawaban dengan sejumlah contoh kasus luar negeri seperti viral mini movie-nya BMW, viral Subservientchicken-nya Burger King,iklan-iklan AXE dan VW luar negeri atau video-video di You Tube yang buat saya ‘please deh, emang itu secara infrastruktur, consumer insight dan online behavior nyambung sama pasar indonesia?’.
Padahal yang diperlukan oleh klien atau pun pemilik brand adalah contoh-contoh kasus lokal karena lebih real, lebih membumi, lebih dekat, lebih kebayang.
Kalau contoh kasus brand luar dan berhasil di luar negeri sih ngga heran. Paling gampang emang mencomot sukses story dan menjadikannya sebagai contoh. Cuma yang jadi pertanyaan, contoh-contoh itu executable ngga di Indonesia? Akan seberhasil ‘di luar’ kah ketika hal yang sama diterapkan di sini?
Mungkin, karena selama ini mayoritas atau bisa dibilang hampir semua konsultan marketing/komunikasi memang belum memiliki contoh kasus yang Indonesia banget. Dikerjakan sendiri, menyasar pasar Indonesia, dan berhasil. Mungkin.
Dan dari pada disimpan di dapur sendiri, maka kali saya akan cerita sedikit tentang online communication yang sudah dikerjakan Virus terhadap beberapa klien kami seperti Hewlett Packard, XL dan Toyota. Mudah-mudahan sharing ini bisa berguna untuk meyakinkan Anda atau siapapun yang ingin membawa brand-nya memasuki dunia komunikasi di internet.
XL XPLOR.
Untuk brand yang sangat heavy berkomunikasi tentang RP 1/detik via TV dan Print Ad, akan menjadi kurang maksimal jika masuk ke online hanya bertujuan membangun awareness. Karenanya, XPLOR memiliki objektif yang lebih advance, yaitu menciptakan sales. Setelah melewati tahapan riset konsumen dan penggarapan strategy online, Virus kemudian meluncurkan www.makinseru.com yang antara lain bertujuan menjaring konsumen baru Xplor.
Tanpa diiklankan di TV atau pun cetak, dalam 3 bulan site ini dikunjungi oleh puluhan ribu pengunjung, menjaring lebih dari 800 registrant baru, di foward lebih dari 900 kali, dikunjungi tak hanya oleh pengunjung dalam negeri tapi juga dari Amerika, Malaysia dan Singapore.
Tak hanya itu, selama masa campaign, kunjungan ke produk site www.xl.co.id juga meningkat belasan kali lipat. Jika sales via internet di Indonesia rata-rata 0,1 %, maka XPLOR lewat www.makinseru.com berhasil mencapai 0,5%.
Secara keseluruhan sales, pihak XPLOR menyebut aktifitas ini jauh lebih efektif dibanding offline.
Hewlett Packard.
Sejumlah online campaign dilakukan oleh Hewlett Packard tahun ini. Diantaranya adalah campaign Multi Function Printer lewat SOS Contest yang dalam 2 bulan berhasil mengundang ribuan orang berpartisipasi untuk sharing story, meski tidak sebuah sharing diapproved. Virus juga melakukan kerjasama dengan 10 blogger terkemuka di Indoesia untuk melakukan product review. Hasil dari product review tersebut adalah terciptanya viral effect ke sejumlah blog lain.
Online Campaign lain dari Hewlett Packard yang layak dicatat adalah launching HP Mini. Ada 2 tahap komunikasi pada launching HP mini ini. Tahap pertama adalah pre-launch yang kontentnya berupa simple kuiz yang kemudian disambung dengan launch yang kontentnya berupa ‘Inseparable Contest’.Jadi, website www.hp.co.id/myhpmini ini mengalami 2 kali masa ganti kulit dan content.
Tanpa campaign di media cetak dan tanpa memasang online banner di portal-portal besar seperti yahoo atau pun detik.com, di tahap pre launch, dalam satu hari (catat: 1 hari!) lebih dari 1500 orang mengikuti kuis dan angka ini terus meningkat menjadi 3500 peserta di hari ke -2! Juga, dalam 2 hari, tercatat 100 orang meng-confirm untuk membeli HP Mini.
Untuk 2 online campaign di atas, HP Regional bahkan menyebutnya sebagai ‘great work and number’
Saat ini, campaign Inseparable Contest juga masih berjalan. Silahkan klik ke www.hp.co.id/myhpmini, silahkan bergabung kalau tertarik. Berhadiah laptop HP Mini, HP Printer etc dan kalau mau, bisa menikmati inseparable moment seharian penuh sama HP Ambassador, si ganteng Christian Sugiono. Beneran! It’s not a joke!
*******
Masih ada cerita lain sekitar online campaign Indonesia yang ingin saya share dengan contoh kasus Toyota dan Telkom. Tapi tangan saya sudah lumayan pegal menulis postingan sepanjang ini, plus, waktu saya nge-blog juga terbatas.
Kalau Anda tertarik mengetahui lebih detail mengenai apa mengapa dan bagaimana menciptakan campaign di internet yang berhasil, silahkan ikuti saja Seminar Online Strategy pertama di Indonesia yang mengupas kasus-kasus lokal. Pembicara utama seminar ini adalah Indonesia Online Marketing Guru, Nukman Luthfie, CEO Virtual Consulting yang merupakan salah satu sosok arsitek keberhasilan detik.com hingga menjadi portal berita no 1 di Indonesia dan masuk dalam brand yang tak bisa lepas dari hidup konsumen Indonesia selama 24 jam versi majalah Marketing MIX .
Pak Nukman juga sosok dibalik portal swa.coid, bisnis.com, selular.co.id dan masih banyak lagi portal lainnya.
Insya Allah saya juga akan akan di sana, sharing tentang sejumlah brand yang ditangani Virus seperti XL, Hewlett Pakcard, Toyota serta Telkom.
Informasi selengkapnya bisa dilihat di http://www.virtual.co.id/seminar_onlinestrategy.php
Hi Mba Iim,
Sharing yang bagus, semoga semakin banyak sharing seperti ini… Saya sendiri percaya untuk market Indonesia, selama online campaignnya di handle dengan baik, maka hasilnya akan baik pula. Dihandle dengan baik dalam arti, dari mulai pemilihan media, pembuatan creative banner/microsite, strategy, dsb dipikirkan secara matang, tidak asal jadi, tidak asal comot, tidak asal bikin.
Hasil diatas cukup menggembirakan, mungkin saya juga akan menambahkan sharing sedikit :
Ada client saya sesama industry Telco juga yang melakukan online campaign di network yang saya handle, dalam 4 minggu saja, mendapatkan traffic > 50,000 dan di forward > 5,000 dan CTR nya cukup memuaskan sekitar 0,48%, kalau dihitung2 secara ROI dibandingkan dengan campaign media traditionalnya? wah jauh banget deh…
Saya belum bisa mention siapa clientnya karena harus ada approval untuk case studiesnya (tahu sendirilah…
)
Kesimpulannya, manfaatkanlah media online secara baik dan benar jika ingin mendapatkan hasil yang memuaskan!
“Andy OrangeMood is Online Advertising & Business Consultant”
Ada objektif lebih luas dari awareness ngga mas? Misalnya create direct sales, create loyalty etc. Kalau ada itu bisa makin bagus case studynya, makin terasa manfaatnya masuk ke online karena ada measurement yang lebih dari sekedar visit. Visit itu penting, but what’s next after visit yang mengarah ke sales dan brand building itu akan membuatnya menjadi lebih berbobot.
Mba Iim,
Untuk campaign tersebut client memang tidak mau melakukan direct sales, mereka beberapa membagikan sample produk dalam campaignnya, kalau user puas, mereka akan melanjutkannya sendiri.
Oh ya mba Iim dan lainnya juga pasti tahu, bahwa memang ada beberapa special case dimana tanpa beriklanpun beberapa product sudah langsung diterima dimarket (bahkan sampai inden) karena memang produk tersebut sedang sangat dibutuhkan oleh market dan bagus. (good product at right moment)
Misalnya saya mendapat cerita dari client saya langsung yang merupakan Marketing Director Asus EeePC, mereka tidak mengiklankan product tersebut, tetapi 1 hari sebelum launching, antrian panjang sudah menunggu di depan toko, dan pemesanan dari perusahaan2 sudah menghabiskan stock untuk target kuartal pertama… (jadilah client dengan senyum2 mengatakan, seberapa bagusnya ROI dari sebuah campaign, untuk yang case seperti ini, ini yang terbaik karena Zero Cost Marketing… dan saya hanya nyengir… :p )
Contoh lain juga kita juga pasti ingat ketika Nokia E90 melakukan launching, padahal harga handphone sebesar batu bata tersebut sangat mahal. Atau ketika kita akan membeli Toyota Avanza sekarang? atau waktu Honda Jazz launching dulu? bahkan mungkin sekarang Nissan Livina dan Suzuki SX4… dan masih ada beberapa special case lainnya.
Itulah yang mungkin disebut dengan world of mouth traditional…
“Andy OrangeMood is Online Advertising & Business Consultant”
Sip..sip…
Btw, mas Andy, kalau ada contoh kasus lokal yang measurementnya lebih dari sekedar visit/awareness, boleh silahkan di share di sini biar bisa jadi acuan banyak pihak. Saya yakin semakin banyak contoh akan semakin baik dan membuka mata.
mantap
halo mb.Iim/M.Adit.
sy tertarik utk ’sharing’ pengalaman di dunia portal.walopun baru gabung di portal, change/chalange nya lebih menarik,krn sy pkr utk next nya poratl ini sgt bagus growingnnya. media kami dgn tampilan yg lebih fresh,apakah mampu menjadi media promo bagi klien2 kami?fyi,hits n pageviewnya sdh sgt bagus,mengingat media kami concern kdp entertainment n lifestyle..n mungkin qt bisa kerjasama..trmksh
efektif tp belum tentu paling efektifkan mbak iim