Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Jika bukan faktor desain, apa yang membuat pengunjung loyal ke website kita?

August 28, 2007
Oleh Iim Fahima Jachja

 

Setelah tulisan tentang Desain bukan faktor … yang sempat disalahpahami oleh sebagian kalangan web developer maupun orang-orang yang bergerak di bidang desain, tapi diterima dengan jelas oleh konsumen yang baru masuk ke dunia online communication , berikut adalah faktor-faktor yang harus kita penuhi terlebih dahulu untuk membuat pengunjung bolak-balik ke website kita.

Selain content –well…content is the king–, berikut ada beberapa faktor lain:

1. Easy of Use and navigation. Pernahkan Anda bingung mencari informasi yang sangat Anda butuhkan di sebuah site padahal menurut Anda informasi itu seharusnya terdisplay jelas di depan? Pernahkah Anda tidak tahu cara kembali ke halaman utama, tidak tahu apakah file/email yang Anda kirim ke admin diterima atau tidak karena tidak ada info apa pun setelah Anda mengirim file/email? Atau, malas masuk ke sebuah site karena harus memasukkan password atau mengisi sejumlah persyaratan yang hanya menguntungkan pemilik site tapi tidak memberi benefit ke pengunjung? Atau masuk ke site yang tombol ‘back’ nya tidak berfungsi? Atau menu ’search’ tidak bekerja seperti yang Anda harapkan? Hal-hal di atas adalah beberapa ciri site yang tidak mudah dimanfaatkan konsumen dan cenderung tidak akan dikunjungi untuk kedua kalinya oleh pengunjung.

2. Fast response time. Apa rasanya jika kita mengirim email berupa pertanyaan, pemesanan, input, komplain atau apa pun isi emailnya melalui sebuah website, tapi respon baru didapat setelah beberapa hari atau bahkan tidak direspond sama sekali?

3. Familiarity. Pernah/sering lihat brand yang representasi di dunia nyata terlihat keren atau pun kredible, dari tampilan kemasan, image sampai iklannya, tapi ketika muncul representasinya di dunia online sama sekali tidak mencerminkan hal yang sama? Ini artinya, brand tersebut tidak memiliki faktor familiarity, tidak membuat konsumen online merasa familiar, nyaman, at home. Pada point ini, memang diperlukan kesadaran bahwa keberadaan di dunia online juga merupakan sebuah bentuk marketing communication kepada publik.

4. Recent and Accurate information. Menampilkan informasi terbaru dan akurat adalah hal yang wajib. Masih banyak pemilik brand yang rajin dan semangat bikin website tapi lemah di mantainance. Informasi yang terdisplay adalah informasi lama. Pada perusahaan-perusahaan yang sadar efek komunikasi di dunia online, biasanya ada satu divisi/team khusus yang bertugas menangani website mantainance. Atau, jika tidak sanggup, biasanya pengerjaan dikerjakan oleh team outsource.

10 Responses to “Jika bukan faktor desain, apa yang membuat pengunjung loyal ke website kita?”

  1. aboeokasha says:

    Setuju. Developer, posisikan diri Anda sebagai user yang (kadang) fakir bandwidth, miskin waktu, males install plugin, dsb dll
    Apalagi kalo web itu untuk bisnis/marketing.
    Bagaimana dengan situs saya ya? Any comments?

  2. hahaha, “usability vs design”

    Let the celebrity death match begin. Gentlemen, I expect a good clean fight. Come out with your hands up, and may the best web paradigm win.

    Sebenarmya gw lihat semua ini satu, tidak bisa dibahas dengan memisah-misah. Tidak ada yang king, tidak ada yang slave … Kalau web mau bagus ya semuanya harus terpenuhi … kalau satu komponen kurang …. jangan harap dapat hasil maksimal.

    Yahoo? usability ada, design ada …informasinya? ada juga. Ok contoh apa lagi mau … contoh kecil aja … wong buat website juga pake dreamwaver yang kategorinya program webdesign … jadi kenapa harus dipisahkan kalau semua itu satu.

    Kalau soal speed … ya orang yang buat itu yang salah pemilihan teknologi aja.

    Pembahasan ini akan panjanggggggg … dan panjangggg …

    Ada seorang yang menulis mars dan venus, dan saya setuju bahwa:

    Usability/ Information Architecture => the masculine => the left side of the brain => doing => math/science => the rational => logical action => the articulatable => Mars.

    Graphic Design => the feminine => the right side of the brain => being => art => the emotional => intuitive action => the inarticulatable => Venus.

    Kalau yang satu dari mars dan yang lain dari venus, … why the war? Kalau konten / isi jago bercuap-cuap selangit tapi ga bisa layout? pasti ngebosanin. Tapi kalau jago layout tapi ga ada content … ya kosong melompong ompong.

    Percaya deh, kalau ada job buat web, unsur write, program, dan design pasti saling membutuhkan. Ga bisa kerja sendiri2. Kalau ada … ya … gw ketawa aja … boleh kan ketawa :)

    Jadi kenapa harus dibahas adanya pemisahan. Seperti kata Danarto pada film cinta pada sepotong roti: ”

    “aku dan matahari tidak pernah bertengkar, siapa yang menciptakan bayangan”

  3. Fahrezy says:

    Mas Rio, ini membahas apa ya kok ada fight-fight segala :) Saya kok ngga ngliat ada yang dipertarungkan di sini. Justru penjelasan di atas sangat mengarahkan saya untuk melewati proses yang benar.

    Its not about design VS usability, not even who’s the slave and who’s the king. Its literally about thinking process. And me, as an innocent consumer ha ha ha who has no idea about internet harus begini dan begitu think that everything explained here and prev post are worthful to avoid people like me memuja muja desain dan melupakan unsur yang basic. Well..i was, but not anymore.

    But really, its about thinking process.

    U think mba iim and mas adhit more into usability and put design as a slave? oh c’mmon man! Mba iim and mas adhit justru orang desain banget yang tiap hari kerjaannya ngurusin desain! They both creative team and been on some big big agencies before, how come design become a slave??

  4. Waduh … waduh … pukulan pertama … langsung gw KO … :)

    Ga ada fight kok … ini cuma ekspressi2an aja kok ya … biar pembahasan ini ada ritmenya … kaya nonton film gitu … ga ada maksud lain …

    kalau ga pada tempatnya … ya officially gw minta maaf kepada semua yang terkait … my bad … my bad

  5. Fahrezy says:

    Mas Rio, itu bukan pukulan :) , saya cuma komen aja, speak up my opinion, sama kaya mas Rio. Ga perlu minta maaf lah, kan ini diskusi :)

  6. Iim-Adhit says:

    Percaya deh, kalau ada job buat web, unsur write, program, dan design pasti saling membutuhkan. Ga bisa kerja sendiri2. Kalau ada ?????? ya ?????? gw ketawa aja ?????? boleh kan ketawa :)

    Mas Rio, coba dibaca lebih teliti. Tidak ada pemisahan di tulisan di atas. Seperti halnya, tidak ada yang menganggap usability sebagai king atau desain sebagai slave :)

  7. Irfan says:

    Hi,

    Kalau memang tidak ada yang dianggap sebagai king, lalu apa maksud dari tulisan Mbak Iim ini?

    Selain content ???????well??????content is the king???????, berikut ada beberapa faktor lain…

    Kalau content yang jadi king, maka yang jadi slave siapa ya? Atau semuanya menjadi king? :)

    Bukankan “all impressions is NO impressions?

    Sekedar 2 picis dari saya. :)

  8. Iim-Adhit says:

    7#
    Soal king-slave, saya menanggapi komennya mas Rio yang, dugaan saya dan mudah-mudahan salah, masih beranggapan bahwa saya berpikir desain sebagai ’slave’ dan usability sebagai ‘king’. Padahal bukan itu pointnya.

  9. Endy says:

    kalo menurut saya design nomor dua. karena selera dari pengunjung itu beda2. sebagai contoh aja adalah warna. tetapi peletakan link dan informasi yang berkaitan dengan tepat sangat2 penting. Dan yang paling mendasar bagi saya adalah permudah pengunjung kita. CMIIW

  10. kurniawan says:

    terima kasih atas tempat yang disediakan..

    gw hanya ingin inform..jika diantara kalian yang expert di bidang “usability or accessibility” pada website dan software(atau setidaknya sedang mendalami bidang ini)
    harap hubungi saya di vedder_g2000@yahoo.com

    saya sedang membutuhkan tenaga dibidang ini..terima kasih

Leave a Reply

nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
tuhunugraha @tuhunugraha
Social Media Specialist
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
meisia @mumualoha
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • ferry kinalsal: - Setuju mas, sepertinya harus memilih salah satu media sosial tersebut untuk...

  • rusabawean: - hahaha #barutahu kalo bionya Pecinta Kuliner Nusantara :D

  • Tuhu Nugraha: - Salam kenal juga Mbak Linda, untuk segi desain mungkin bisa ditambah dengan tab...

  • Tongkonan: - Saya baru benar2 mengerti kasus yang menimpa Mario Teguh kemarin di twitter. :)

  • Joko Susilo: - Benar. kata pepatah “beda lubuk beda ikannya”. setiap social media...

  • Joko Susilo: - Sepakat. Kalau hanya berdasar KPI bisa-bisa hanya kejar setoran nge-tweet

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting