Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Mengukur Awareness Online Campaign: Kalau Bukan Jumlah Visit, Lalu Apa?

January 18, 2009
Oleh Iim Fahima Jachja

 

Untuk produk-produk yang sebelum memutuskan untuk membeli kita perlu mencari tahu informasinya  lebih dalam seperti laptop, handphone, mobil dan lain lain, maka awareness brand secara keseluruhan bisa dilihat dari jumlah pencarian yang terekam di Google.

Terkait dengan online campaign, tercapainya awareness sebuah campaign bisa dilihat dari beberapa hal, diantaranya yang paling umum adalah :

1. jumlah pencarian terhadap content campaign di Google
2. Terjadinya diskusi dan viral di blog-blog
3. Diskusi di forum dan mailing list

Ketika 3 elemen itu tidak terpenuhi, sulit menyebut sebuah campaign di aware oleh online usser. Jumlah visit ke site saja terlalu dangkal untuk dijadikan sucess metrix, meskipun number of visit tetap menjadi elemen penting dalam mengukur keberhasilan sebuah online campaign.

7 Responses to “Mengukur Awareness Online Campaign: Kalau Bukan Jumlah Visit, Lalu Apa?”

  1. Agus agus says:

    Itu apa ngga perlu pake riset lagi ya mba mas?

  2. Hi Virus,

    Bisa tolong dijelaskan lebih detail untuk point no. 1?

    Thanks.

  3. Rangga says:

    Hi Mba/Mas

    Apakah sekarang sudah ada media online monotoring, untuk mengukur covarage dari sebuah online campaign, bagaimana sih cara mengitung ROI nya Mba/Mas ?

    Tks

    Rangga

  4. edoy says:

    kalau viralnya untuk segmen kelas atas, misalnya pembeli mobil mewah, apakah point no 2 dan 3 masih relevan? ataukah mungkin ada parameter lain yang bisa diukur?

  5. Point [1]. Jika search volume belum signifikan bagi Google, tentunya susah untuk menjadikannya sebagai acuan, karena Google tidak akan menampilkan datanya.

    Saya sendiri cenderung menggunakan statistik web untuk melihat apakah brand yang di-campaign sudah digunakan orang sebagai keyword dalam pencarian di search engine. Dengan catatan, website setidaknya ada di top 10 di Google SERPS untuk keyword yang di-campaign.

  6. BudiTyas says:

    Kayaknya emg bener di 3 hal itu, tinggal dibandingkan sebelum & setelah online campaign, plus pengukuran brand lain yg tidak melakukan online campaign di periode yg sama sbg pembanding. Bisa jadi search google brand kita naek, kompetitor juga naik padahal ga campaign online. Brarti emg trend di genre produk tsb lagi hit, naiknya bukan krn campaign online.

  7. syahrul says:

    bagaimana cara mengefektifkan blog sebagai media marketing?

Leave a Reply

nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
tuhunugraha @tuhunugraha
Social Media Specialist
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
meisia @mumualoha
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting