Sejauh yang saya amati, Twitter Indonesia semakin mudah mendobrak Trending Topics di Twitter. Beberapa kata kunci berhasil didorong menjadi kehebohan dan kemudian menjadi 10 kata kunci paling hot di Twitter, sehingga berpotensi dilirik, dibaca, disebarkan dan diklik oleh pengguna Twitter di seluruh dunia.
Beberapa kata kunci asal Indonesia yang menyita banyak pembicaraan di Twitter, alias menjadi Trending Topics, pekan lalu yang saya ingat misalnya: Indonesia Muslim (yang menyatakan bahwa muslim Indonesia bukanlah teroris) dan #tourIndonesiaUnite. Beberapa pekan sebelumnya, “SCTV NOW” (saat Gita Gutawa live di SCTV), “JJF” (saat pagelaran Java Jazz Festival), ”JavaRockinLand2010″, “RT cuma 1o menit”, “yang anak Indonesia”, serta “promote sore ini ada” sempat mendominasi kata-kata yang paling tinggi tren penyebarannya di seluruh dunia.
Beberapa kata kunci dengan mudah saya pahami apa maksudnya, karena antara teks dan dengan konteks sangat erat kaitannya seperti “SCTV NOW” yang terjadi saat Gita Gutawa live di SCTV dan ”JJF” yang terbentuk saat pagelaran Java Jazz Festival digelar di Jakarta. Kalau “promote sore ini ada”? Perlu beberapa saat untuk riset agar memahami gejolak anak muda yang mendorong kalimat itu menjadi Trending Topics di Twitter.
Tren pengguna Indonesia yang semakin mudah mendorong tren perbincangan di Twitter ini pada satu sisi memicu pertanyaan yang sulit terjawab: seberapa besar pengguna Twitter di Indonesia dan bagaimana tren pertumbuhannya? Saya katakan sulit karena Twitter tidak pernah secara resmi memberitahukan berapa jumlah penggunanya. Berbeda dengan Facebook, yang secara real time, menyediakan informasi jumlah penggunanya untuk para pemasang iklan.
Jika mengacu pada angka hasil riset Sycomos akhir tahun lalu, pengguna Twitter di negara -negara Asia sekitar 7,74% dari total pengguna Twitter di seluruh dunia. Indonesia sendiri merupakan negara pengguna Twitter terbesar di Asia, menyumbang 2,34% dari total pengguna di seluruh dunia, disusul oleh Jepang (1,47%) dan India (0,97%).
Menurut ComScore, seperti dilaporkan oleh TechCrunch, pengguna Twitter global sudah mencapai 60 juta pada November 2009. Dengan mengacu pada angka tersebut, pengguna Twitter di Indonesia tahun lalu sekitar 1,4 juta.
Namun, pengguna Twitter bukan hanya mengakses Twitter via web. Sebagian besar malah menggunakannya via aplikasi desktop seperti TweetDeck, aplikasi mobile seperti UberTwitter atau via API lain seperti bit.ly dan Facebook. Itu sebabnya, Fred Wilson menyimpulkan bahwa pengguna Twitter sesungguhnya 3-5 kali pengguna yang mengakses langsung via web ke www.twitter.com.
Dengan logika itulah GreyReview memperkirakan, per November 2009, pengguna Twitter di Indonesia sudah mencapai 5,6 juta akun! Angka yang sangat besar untuk sebuah jejaring informasi yang baru populer di Indonesia setahun lalu.
Menurut saya, perkiraan angka tersebut tidak berlebihan. Data dari Google Ad Planner menunjukkan pengunjung unik asal Indonesia yang mengakses Twitter.com via web mencapai 4,6 juta unique visitors (users). Itu belum termasuk yang dari API lain.
Besarnya jumlah pengguna Twitter Indonesia yang menembus lima juta itulah yang dari satu sisi menjelaskan mengapa kata kunci asal Indonesia kini semakin mudah masuk ke 10 kata terbesar yang diperbincangkan di Twitter. Sisi lain masih banyak, misalnya keaktifan mereka di jejaring baru ini (sayang tidak ada angkanya), kecenderungannya untuk gotong royong mendorong satu kata/frase menjadi Trending Topics, dan lainnya.
Kenyataan ini, paling tidak, membuka mata kita bahwa Social Media Marketing and PR di Indonesia kian rumit!
Social comments and analytics for this post…
This post was mentioned on Twitter by idvirtual: Twitter Tembus 5 Juta Akun di Indonesia, Social Media Marketing Makin Rumit http://bit.ly/boEuF6...
asalkan topiknya menarik dan gampang di-”duplikasi” dengan beragam variasi tweet, ternyata nggak susah2 banget membangun topik berhashtag. Jadi ingat malam2 jam 10, dulu iseng2 mentweet dengan hashtag #sinetrontwitter. Mulai dengan sekitar 10 tweet sendiri, lama2 diikuti yang lain. Jam 1 pagi saya tinggal tidur. Besok malamnya saya lihat dan kaget, ternyata hashtag itu sudah bergulir dengan sendirinya, melalui orang2 yang tidak saya kenal sama sekali.
Untuk brand yg berkampanye di twitter, kembali lagi ke permainan kata2 #hashtag seperti apa yang catchy, pendek, dan bisa dimainkan. Namun tentu harus ada langkah lanjutan yang akhirnya mengkonfirmasi kalau hashtag itu adalah mewakili brand tertentu.
“Kenyataan ini, paling tidak, membuka mata kita bahwa Social Media Marketing and PR di Indonesia kian rumit” >> kian rumit berarti oportunity ya pak?
di twitter, tiap brand dan tiap kampanye berlomba-lomba mempopulerkan hashtagnya dan bikin lomba scoring di twitter.
ribet banget rasanya..
harus cari cara laen lagi nih kalo marketing lewat twitter..
hihihi..
oh iya, menurut http://siteanalytics.compete.com/twitter.com, bulan februari kemaren trafik pengunjung unik di twitter turun 9,63%.
tapi sayangnya gak ada pengukuran trafik dari twitter client (yang rata-rata gak register di compete.com) itu..
@Pitra, dulu aku sama @endihamid bikin #jadultrivia, mulai tengah malem jam 12, eh ternyata sampe seminggu kemudian masih ada yang betah ngetwit itu..
(padahal yang bikin aja udah bosen. wakakak..)
gak susah kok mbangun populer topic sebenernya, asal tau rumusnya..
@tika : rumusnya apa tik?
Bahkan semakin aneh juga yah. kalo diliat dari hashtag yg muncul aneh aneh
@apa tuh rumusnya tik? aku ngak jago nemu formula nih.. asal jangan susah susah yah
Fisika ku jelek
kalo nembus ke 10 besar trending topic perjam kita udah bisa, sekarang gimana caranya nembus trending topic per hari.. soalnya keliatannya sekarang jadi “gampang” ya nembus trending topic per jam..
Pak Nukman atau yang lain ada yang pernah merhatiin trending topic Indonesia apa aja yg masuk TT harian? kalo ada, dan tahu rumusnya, makin seru aja nih marketing via twitter
#Pitra dan Tikabanget:
hastag hanya memudahkan analisa, tapi seringkali kurang menyenangkan buat user (terutama yang tidak ikutan, tetapi dipaksa melihat di timeline mereka). Marcomm di Twitter lebih menantang dan kompleks ketimbang bikin hastag dan TT
#Tikabanget:
Kalau ingin melihat trend di Indonesia, jangan menggunakan compete.com karena situs itu baru sebatas memantau trafik AS
#IlmanAkbar:
IndonesiaUnite pernah TT harian
[...] sedikit tentang dunia Social Media. Artikel terakhir beliau di blog Virtual yeng berjudul “Twitter Tembus Lima Juta Akun di Indonesia, Social Media Marketing Makin Rumit” sangat mengejutkan saya. Sebesar dan secepat itukah pertumbuhan pengguna Social Media di [...]
Wah sosial media menguasai dunia yak…
sungguh sangat unik, Indonesia di perhitungkan di kancah dunia, pengguna 5 juta orang adalah suatu komoditas dan sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh investor, perusahaan, dan pengiklan, saya yakin, dengan memanfaatkannya sebai mungkin, iklan di twitter akan mengagumkan
waww, blog nya inspiratif & informatif banget. sangat bermanfaat bagi saya yang sedang belajar di dunia public relation