February 1, 2009
Oleh iimfahima
Ad clutter bukan melulu masalah yang terjadi di media TV maupun cetak, hal yang sama juga terjadi di online. Hal ini lah yang kemudian membawa detik.com membuat sebuah keputusan besar untuk mengurangi jumlah space iklan dari 25 space menjadi 15 sehingga secara tampilan lebih bersih dan lebih menguntungkan para pengiklan (ujung-ujungnya, beriklan di detik sekarang [...]
March 16, 2008
Oleh iimfahima
Seorang teman saya sangat tergila-gila dengan komunikasi 360 degree campaign, yaitu sebuah komunikasi yang melibatkan semua medium dari mulai cetak, radio, TV, internet hingga mobile.
Sebagai sebuah strategy komunikasi yang berusaha mendekati konsumen dengan memanfaatkan setiap channel komunikasi, konsep 360 degree ini memang ampuh. Namun, menurut saya, pemanfaatan setiap chanel itu juga harus disertai measurement yang [...]
November 8, 2007
Oleh Nukman Luthfie
Beberapa email yang masuk secara privat ke saya kadangkala masih mencampuradukkan pengertian Marketing, Public Relations, Advertising dan Branding — yang tentu saja berkaitan dengan dunia maya. Tidak mudah menjelaskannya. Untung, saya menemukan penjelasan sederhana mengenai hal ini ketika tersesat di sebuah ajang diskusi online para praktisi Marketing, Public Relations, Advertising dan Branding di negeri Paman [...]
June 21, 2006
Oleh iimfahima
Sebuah tulisan saya minggu lalu di berbagai milis. Sempat menjadi perbincangan hangat.
Iklan cetak Esia di Kompas hari ini (14/06/06) sangat mengejutkan saya. Iklan ini bukan seperti layaknya iklan telekomunikasi yang belakangan heboh dengan perang harga. Dengan menggunakan fakta-fakta valid biaya telepon di negara-negara lain yang sangat murah, Esia membuka mata semua orang bahwa selama ini [...]
December 1, 2005
Oleh iimfahima
Bukan waktunya buang uang buat beriklan! Don’t trust advertising people! Advertising Agencies must re-think of their business! Dan masih banyak lagi omongan sinis terlontar dari sejumlah marketer dunia terhadap bisnis periklanan. Di awal tahun 2000 sejumlah buku bermunculan seperti  The end of advertising as we know it by Sergio Zyman, mantan CEO Coca Cola [...]