June 3, 2008
Oleh Iim Fahima Jachja
Berikut adalah 5 trik tambahan dalam membangun visibilitas brand Anda di internet:
6. Gunakan copywriting yang impactful.
Verbal content is not only king, it’s the entire kingdom. Mau sekeren apa pun design websitenya, jika tidak dipersenjatai dengan copywriting yang bersahabat dengan online readers, maka website tersebut tidak akan banyak membawa manfaat. Lupakan cara menulis dengan format bullet [...]
April 1, 2008
Oleh Nukman Luthfie
Keluhan utama pembaca Detikcom yang sering saya dengar adalah: portal itu terlalu banyak iklan sehingga kurang nyaman dibaca. Kecuali itu desainnya kuno, tidak mengadopsi perkembangan terbaru baik di teknologi Internet (misalnya seperti CSS, RSS dan lain-lain), maupun desain (yang layout-nya bukan hanya 3 kolom). Sementara itu, keluhan pemasang iklan — yang juga sering saya [...]
February 25, 2008
Oleh Nukman Luthfie
Mohon maaf kepada blogger kondang, Ndoro Kakung, saya pakai hak paten “pencas ndahe” untuk judul kali ini. Ini karena berkali-kali saya ketemu banyak orang yang menggambarkan marketing adalah segala-galanya, nyaris seperti tuhan sebuah perusahaan. Segala hal yang membuat perusahaan berhasil, dikaitkan dengan marketing. Sebaliknya, kegagalan perusahaan juga seringkali dibahas sebagai kegagalan marketing.
February 18, 2008
Oleh Iim Fahima Jachja
Website yang bagus itu kaya apa, im? sms seorang Executive Creative Director sebuah biro iklan yang banyak menangani sejumlah brand besar lokal mau pun international.
Karena yang bertanya adalah seorang yang bekerja di biro iklan,maka kategori website yang dimaksud di sini adalah website campaign sebuah brand, yang biasanya life cycle-nya pendek.
Untuk kategori ini, menurut saya cara [...]
January 29, 2008
Oleh Iim Fahima Jachja
Mari kita skip diskusi soal:
Tergantung Target Audiencenya.
Tidak semua produk bisa berkampanye di internet.
Jangan cuma terbawa trend.
Channel komunikasi bisa beragam, ngga cuma internet.
Yang penting idenya dulu, baru ngomong medium
Atau hal-hal basic lain yang sudah seharusnya dipahami sebelum kita melakukan komunikasi.
November 26, 2007
Oleh Nukman Luthfie
Itulah pertanyaan yang dilontarkan Okto Silaban tiga hari lalu di blog-nya. Mahasiswa yang baru saja selesai KKN (Kuliah Kerja Nyata) itu melihatnya dari sisi iklan saja. Saya justru tertarik memperdalam pertanyaan itu di sini. Mengapa tidak (belum) ada media online (baik yang murni maupun yang datang dari media tradisional) yang mampu menyaingi Detikcom?