Postingan ini sebenarnya ingin saya tulis sejak hari Senin lalu ketika IYCEY Award 2008 berakhir, tapi saya sempat ragu apakah postingan ini layak masuk ke blog korporat, knowing blog ini selalu konsisten menulis tentang online communication. Cuma, daripada ngga saya tulis padahal banyak manfaat yang bisa dipetik, maka saya posting saja di blog ini under kategori Pernik, kategori yang secara konten boleh melenceng sedikit dari personality blog =)
Ok, here we go…
Minggu lalu saya mendapat kehormatan menjadi salah satu dari 10 finalis IYCEY 2008, yaitu sebuah ajang pemilihan Young Creative Entrepreneur yang diadakan setiap tahun oleh British Council. Para finalis yang mayoritas adalah CEO, Founder, GM maupun Director dengan usia dibawah 35 tahun ini, buat saya, adalah sekumpulan anak muda brilian yang membuat saya begitu bangga dan bersyukur bertemu dengan mereka. Kreatifitasnya, pemikiran-pemikirannya yang tajam, semangat untuk menerobos kemapanan adalah segelintir attitude yang membuat saya thrilled. Jangan menduga dengan attitude seperti itu, mereka adalah orang-orang yang ’serius’. No. Mereka sangat jauh dari sifat serius atau pun kaku. Mereka ‘bocor’ dan ‘gila’ =).
Back to cerita tentang IYCEY final screening, oleh-oleh yang paling berbekas di benak saya dari event ini ada 2:
1. Saya semakin disadarkan dan diingatkan bahwa menjadi entrepreneur bukan hanya untuk memperkaya diri.
Triawan Munaf, salah satu Juri IYCEY sempat ngobrol selintas dengan saya tentang perlu ditonjolkannya pemikiran dan action? terkait aktifitas Corporate Social Responsibility.
Irfan Amalee, Founder dan CEO Mizan Publisher yang menjadi pemenang di sektor komunikasi, mengangkat sebuah success story Mizan Publisher dalam membuat ‘Peace Generation Program’ yang eksekusinya berupa buku-buku interaktif untuk anak-anak yang isinya sarat dengan pesan moral perdamaian. Lewat promosi door to door yang zero funding, saat ini sudah lebih dari 10.000 pelajar dari Jawa, Kalimantan dan Aceh terlibat di program ini, juga 100 peace agent yang terdiri dari guru, trainer dan donatur menyebar di seluruh Indonesia. Irfan bercita cita suatu saat program Peace Generation ini bisa mendunia.
Dua hal diatas, somehow kembali mengingatkan saya perlunya sebuah perusahaan memiliki sebuah VISION, dimana Vision ini buat saya adalah sebuah spiritual objektif yang diturunkan dalam spriritual statement, spiritual action. Vision ini yang akan menjadi tujuan akhir perusahaan, memberi hati pada setiap aktifitas dan pada akhirnya membuat perusahaan memiliki dampak positif terhadap lingkungan. Bukan sekedar memperkaya diri.
CSR ‘hanya’ sebuah eksekusi amal baik. Di balik CSR, harus ada sebuah dorongan yang lebih besar. Vision. Hal ini lah yang akan membuat CSR betul-betul dilakukan dengan hati, bukan topeng untuk menarik simpati publik.
Memiliki visi yang jelas dan bulat,bukanlah hal mudah. Membuatnya mendarah daging dalam diri kita is another hard work, apalagi membuatnya mendarah daging di para pegawai. Tapi itulah tantangan entrepreneur, karena menjadi entrepreneur bukan hanya untuk memperkaya diri sendiri, tapi lebih besar dari itu, membuat bisnis kita memberi dampak positif terhadap lingkungan, negara, kemanusiaan.
2. Luangkan waktu untuk berpikir hal-hal strategic.
Salah satu acara selama masa karantina IYCEY adalah diskusi tentang business strategic yang dipandu oleh Wayah PhD dari Universitas Bina Nusantara. Dalam diskusi tersebut, pak Wayah menyebutkan bahwa hal yang biasa terjadi pada pengusaha yang baru membuka bisnisnya adalah tuntutan untuk memantau bahkan ikut terlibat secara detail setiap aktifitas bisnis. Akibatnya, setiap hari kita sibuk tenggelam dalam hal-hal yang sifatnya eksekusi dan lupa meluangkan waktu untuk berpikir strategic untuk mengembangkan bisnis. Ketika kita sadar, pasar sudah berubah, kompetisi sudah bergeser, dan kita gelagapan mengantisipasi perubahan itu.
Sebuah paparan yang insightful.
Kata salah seorang finalis, berikan waktu untuk bengong, alias keluar dari rutinitas dan berpikir kreatif. Ipod adalah hasil bengong Steve Jobs. Bengong tidak akan membuat produktifitas menurun. Sebaliknya, justru akan membantu kita stay alert dengan perubahan-perubahan yang terjadi dan bukan tidak mungkin, ditengah bengong kita malah mendapatkan ide kreatif untuk mengembangkan bisnis.
Cool Posting, Mba!
Hebat, jadi termotivasi buat mikir visi yang lebih besar. Thanks mba iim, postingannya inspiratif sekali
Dari milis creative circle indonesia:
SETUJU!
DAN KETIGA BELAJAR TERUS TERMASUK PADA YANG MUDA-MUDA SEPERTI MBAK IIM.
SALAM
setuju jugaa !!
Benar-benar sosok kreatif wanita pengusaha yang inspiratif.
Salam Entrepreneur,
Wuryanano
Ouwww so sweet…, belum sempet nulis juga nichj soal IYCEY di blog, harus kudu nulis, selain buat berbagi buat branding ya nekkk. Scr Mbak Iim inih emang pinter ajah, membungkus personal branding dalam balutan sharing pengalaman hahahahahaha. Peace nekkk, tapi heubattlahhh meminjam istilah Oscar “U Go Girls…….”
Senengnya aku, punya teman cantik dan hebat…:)
iwan esjepe
As always.. Thank you untuk sharingnya Mba Iim, it’s very insightful
wah ternyata salah satu finalis yah
salam kenal, temen saya Ari Dina K juga ikutan, mungkin kenal?
artikelnya sangat menarik
sukses
[...] kesan Iim? Di bawah ini [...]
salam sukses buat kita semua..!!1
melihat dan memperhatikan sepak terjang teman2 muda, saya kok semakin optimis bahwa bangsa kita tidak lama lagi akan bangkit dari keterpurukan.. saya sangat setuju ttg sudut pandang bahwa salah satu parameter entrepeneur sejati adalah besarnya kontribusi buat masyarakat dalam hal apapun..termasuk kemakmuran.
Salam,
Aneka Mesin Tepat Guna.
http://www.mesintepatguna.co.cc
Congrats sudah masuk final. Hit next!
“Andy OrangeMood is Online Advertising & Business Consultant”
Setuju sekali mbak Iim…
kalau saya melihatnya begini: rich/kaya dalam bentuk uang atau materi sebenernya adalah side efek dari kematangan seorang enterpreuneur.
Semoga banyak Enlightful enterpreuneur di Indonesia.
Regards
http://www.ekorakhmat.blogspot.com
Selamat atas prestasinya…sekaligus sharing pencerahannya.
Saya baru sekali ini mampir, langsung komentar..pantas nggak yach..? intinya sebagai orang muda saya bangga dan optimis masa depan Indonesia masih cerah…
Salut deh buat mbak iim dan virus-nya!!!
Yups, setuju mbak…!!
“Bengong” is the best.
Saya juga sering begitu
Wow, mba iim makin terkenal aja nih
keren..keren bu tulisan nya hehhehe….kalo boleh saya tambahin,kalo untuk bidang industri kreatif sbutan “csr” tampaknya terlalu “serius”
, maklum industri kreatif kan dibangun dari keterbatasan dan rules yang “semau gue” jadi mungkin lebih tepat disebut dengan “community development” karena bidang itu juga yang sebenernya ikut andil besar membangun bisnis kita
…sukses ya bu
jadi kapan nih kita bikin milis IYCEY08 biar lebih banyak lagi tulisan2 kayak gini yg bisa ingetin kita buat “bengong” seperti kata Ari di diskusinya pak wayah waktu itu hehehe….
salute!
Wah, salut sama Mbak I’im nih. Thanks karena telah bikin artikel ini, dengan artikel ini aku yang sebelumnya bercita2 menjadi seorang Entrepeneur dengan motivasi utama UANG !!! kini berubah
Sekali lagi terima kasih bayak mbak
Setuju!
uggh, menarikk bangett! thanks
wah mb ima keren abis, bener-bener bisa menjadi semangat ni!! bentar lagi saya nyusul, hehehe
[...] kesan Iim? Di bawah ini [...]
yup. benar. and selamat mbak i’im… kpn-kpn pengen bisa share soal internet business.
What goes around, shall come around …
hebat bu ….
salam,
aditya
[...] kesan Iim? Di bawah ini [...]