Sabtu, 3 Oktober, saya melanjutkan konsultasi gratis via Twitter dalam rangka merayakan diakuinya batik sebagai Budaya Tak Benda Warisan Manusia (Intangible Cultural Heritage of Humanity) asli Indonesia oleh Unesco. Rekap konsultasi hari pertama dapat dibaca di posting Rekap Hari I Konsultasi Online Marketing via Twitter. Rekap hari kedua di bawah ini.
31. @dhezign: mana yg lebih baik, beriklan di Yellowpages cetak Jakarta dibanding di Surabaya?
a. Perusahaan akan cenderung mencari vendor/penyedia jasa yang terdekat, sekota, agar proses pekerjaan lebih mudah
b. Maka, garaplah pasar di sekitar terlebih dulu, jika jasa kita di Surabaya beriklanlah di YellowPages Sby
c. Meski demikian, kalau niatnya untuk ekspansi pasar, tidak ada salahnya beriklan di YP Jkt
32. @pasarsapi: bagaimana menyakinkan klien ttg potensial market online jika mereka tidak paham baik scr teknikal maupun pengetahuan?
a. bicaralah dengan orang nomor satu perusahaan, jangan sekelas manager, utk meyakinkan potensi pasar Internet
b. Orang no 1 perusahan lebih suka pendekatan benefit dan potensi ke depan, bukan teknis, untuk memutuskan sesuatu
c. Maka galilah potensi strategis Internet thd perusahaan tsb dlm bentuk pointers, jelaskan ke CEO nya, beres!
33. @winnylukman: bagaimana efektifitas memulai biz OL mkt melalui facebook?
a. Facebook dilengkapi dengan data personal, pemasar lebih mudah memahami demografis dan psikografis pengguna FB
b. Itu sebabnya, pemasaran di FB disebut sebagai targeted online advertising / marketing yg lebih cocok utk direct sales
c. Namun keberhasilan bisnis/mkt/ad di FB sangat tergantung pada pemahaman etika dan perilaku user FB itu sendiri
d. Tips: jangan berjualan langsung ke pengguna FB, mereka sangat membenci itu, pendekatan conversation akan lebih bagus
34. @anakcerdas: bagaimana brand bisa involve di social media mengingat bbrp user resisten melihat brand brkampanye di situ?
a. Ingat pada hukum kepuasan pelanggan: sehebat apapun produk/layanan perusahaan, selalu ada sekian % yang mengeluh
b. Brand jangan melakukan direct selling di social media meski kita tahu demografis dan psikografis pengguna social media
c. Social media PR yg berujung sales lebih cocok dan aman utk brand bisa involve di social media
d. Pelajari studi kasus Gila Motor baik di FB maupun di portalnya utk mendapatkan insight itu
35. @orangemood: Bagaimana menilai “value” ketika user di social media memberikan “suara positive/negative” terhadap sebuah brand?
a. Adopsi “news value” tradisional yang dipakai oleh kalangan PR agency ketika mereka pitch di media konvesional
b. PR Agency menghitung news value berdasarkan variable +/- citra tulisan dikalikan harga iklan sebesar kolom tulisan
c. Jika tulisan media sangat positif, “news value” beritanya bisa bbrp x lipat harga iklan di media tersebut
d. Adopsikan pendekatan itu ke OL PR utk mendapatkan value percakapan user di OL
e. Meski masih jadi perdebatan, bisa mengadopsi pendekatan Foresster di http://bit.ly/orZX5
f. Kalau soal formula, ciptakan bersama klien, sepanjang dua belah pihak sepakat, bisa dipakai
36. @wiewae: seberapa besar pengaruh brand ambassador untuk dapat meningkatkan kunjungan sebuah web?
a. Setiap brand ambassador pasti punya penggemar, minimal jumlah penggemar yg online itulah yang menjadi modal meningkatkan trafik
b. Pada praktekknya, jika punya kolom khusus di brand website, sang brand ambassador menggaet penggemar baru khusus di OL
c. Krn itu pilih brand ambassador yg melek Internet agar ia bisa menarik penggemar offlinenya sekaligus menciptakan penggemar OL
37. @myrnasiregar: Promosi pakai FB, mana yg lebih efektif, group atau fan page?
a. Fitur Fanspage di Faceebook lebih kaya ketimbang fitur group
b. plus, Fanspage bisa mendapatkan url khusus spt GilaMotor http://bit.ly/31w8uI atau BNI http://bit.ly/3Dd8Ft
c. Plus lagi, Fanspage tertangkap oleh Google search
d. Kesimpulannya, jauh lebih efektif Fanspage ketimbang group di FB. Pilih satu saja, tidak perlu keduanya
38. @indraya Metoda apa yang paling efektif agar tidak saja hanya “Ada di Internet” tetapi juga menjadi “Found on Internet”…?
a. Syaratnya hanya satu: semua halaman situs web kita wajib Google Friendly alias mudah dikenal dan ditangkap Google
b. Bagaimana agar Google Friendly? Simak caranya di Google Webmaster http://bit.ly/iiXNB
39. @fanabis: ke depan akankah gelombang dotcom bubble bisa terulang? kira-kira kapan?
a. Dotcom bubble yg terjadi thn 2000an saya rasa tidak akan terulang karena perbedaan situasi dan business model
b. Dulu, business model dotcom adalah “eyeball” jumlah “mata” pembaca/pengunjung harian ke sebuah web, renevue belakangan
c. perusahaan dotcom berburu eyeball agar dpt investor dan kemudian berusaha go public meski revenue ndak jelas
d. Begitu pasar modal goncang, dotcom ikut hancur karena revenue streamnya nggak jelas
e. Kini situasi berubah, dotcom mulai dgn buttom line revenue, eyeball tinggi tdk ada gunanya tanpa revenue
40. @mintorogo: Mana yg didahulukan promo offline/ online u/ portal berita spy berkembang? Apa bs portal baru menyaingi yg lama?
a. jika produk/jasa kita murni OL spt portal, berarti targetnya pengguna Internet, maka budget promosi terbesar harus di OL
b. bahkan jika produk kita offline tapi menjualnya hanya via OL, maka budget promosi terbesar sebaiknya di OL pula
c. Sulit (meski ada segelintir) menemukan contoh portal baru bisa mengalahkan portal lama sejenis yg sdh popoler terlebih dulu
41. @myvani: cara paling efektif efisien serta mudah saat melaunching website agar bisa langsung menggebrak dan mendapat perhatian luas
a. Pahami dulu framework OL Mkt, mulai dari brand awareness, considerations, favorability, intent 2 buy hingga purchase & loyalty
b. Kalau sdh paham, pelajari target pasar website, bagaimana behavior mereka di online
c. Setelah itu, bangun strategi berdasarkan OL user behavior target audience agar kita tdk buang2 uang percuma
42. @TommYoewono: seberapa perlu membuat web versi mobile, mengingat banyaknya pengakses internet via HP
a. Riset terlebih dulu ke pengguna mobile, apakah mereka butuh/mau membuka content web kita dari mobile
b. hanya web yang memiliki kedekatan emosional tinggi spt FB, Twitter, atau bersifat bisnis yg dibuka via mobile
c. Atau web yang contentnya sudah kita gandrungi spt Detik.com dan Kompas.com yg dibuka via mobile
43. @laila_asri: apa cara yg paling efektif utk mempromosikan webstore kita selain dg SEO?
a. Coba cara viral alias World of Mouth utk mempromosikan webstore, terutama melalui social media
b. Ingat pada kunci sukses utama webstore: trust, trust, trust, maka viral dari konsumen yg puas akan lebih efektif
44. @andinie: calon pelanggan sangat suka sms dan menelpon, lalu ngobrol2 dulu sebelum belanja di estrore, bagaimana menghindarinya?
a. beri mereka insentif khusus jika mereka membeli langsung tanpa sms, telpon dan ngobrol terlebih dulu
b. Insentifnya mesti menarik, misalnya 10 pembelian tanpa sms, telp dan ngobrol akan mendapat voucher belanja gratis
c. Lakukan dengan bertahap, jangan sertamerta, krn mengubah behavior belanja tidak mudah dan berisiko
d. asal tdk kebanyakan ngobrol, bisa membangun kedekatan dgn konsumen, kalau berlebih buang2 waktu
45. @ivanowz: Bagaimana menarik minat masyarakat dan menciptakan TRUST(kepercayaan) sedangkan kita baru saja merintis bisnis tersebut?
a. Penuhi apapun yang kita janjikan (barang ada, diantar tepat waktu, harga diskon) meski yang beli cuma satu
b. Jika yang satu puas, ia akan repeat order, setelah itu terbangung trust, dan menjadi ujung tombak viral trust
c. Lalukan a dan b utk setiap customer,maka trust akan terbentuk dalam skala masal
46. @gabybali: Mending pake TokoOnlinedotnet yg udah siap programnya atau blog gratisan, utk toko online jualan barang2 souvenir?
a. Jika targetnya orang asing, pakailah domain resmi, jangan numpang di blog gratisan krn ini menyangkut image
b. Jika targetnya orang lokal, boleh pakai blog gratisan, yg penting cantumkan identitas, alamat dan no telp yg bisa dihubungi
c. Meski demikian, jika ada budget, pakailah domain yang berbayar dgn nama khusus untuk membangun brand image jangka panjang
47. @Galinggumilang: bagaimana menurut pandangan anda hubunganya antara marketing horizontal dengan era online saat ini
a. sebelum era social media berjaya, iklanlah (mass adv) yang menjadi andalan marketing diantara sekian banyak taktik mkt
b. saat itu vertical mkt (langsung dari brand ke public) bisa berjalan krn konsumen (dan mediumnya) bersifat individual
c. kini konsumen sdh membentuk jejaring dan saling bercakap2 (conversation) di social media, dan vertical mkt kurang jos
d. Brand harus masuk ke conversation konsumen berjejaring di social media, agar tetap mampu mempengaruhi benak konsumen
e. Brand yg mengabaijan horizontal mkt dan ngotot di vertical mkt saja akan semakin jauh dari hati konsumen social media
48. @podelz: bagaimana menentukan media online yg tepat untuk sebuah promo?
a. Cari media online yang audiencenya sama atau mirip dengan audience dari produk yang kita promosikan
b. Pilih media online yang horisontal yg memiliki data demografis pembacanya (spt Detik.com atau Kompas.com)
c. Lengkapi dengan targeted ad di Facebook dan contextual ad di Google
d. Perhatikan juga verical portal yg memiliki keterikatan lebih dalam antara pembaca dan portalnya
Saya akan membuka konsultasi sehari lagi, besok, Minggu 4 Oktober 2009. Untuk mengikutinya, silahkan baca aturannya di Batik, Social Media dan Bagi-bagi Ilmu Online Marketing.
Sampai jumpa di Twitter: Twitter.com/nukman
Salam hormat kepada Bapak Nukman Luthfie yang dengan kebesaran hatinya mau berbagi ilmu yang sangat bermanfaat. Semoga Allah SWT terus melimpahkan rizki dan berkah kepada anda dan semua yang mendapat ilmu di sini.
Wisss…kalau sudah pakar yang ngomong, semua jadi enak dibaca deh
Kapan ya bisa ngundang untuk ndobos di TDA Bekasi?
Hehehe…banyak yang nanyain tuh..
Salam FUNtastic
mantap.. bnr2 menambah ilmu dalam hal bisnis online.. sering2 adain konsultasi gratis ya pak.. hehe
pak Nukman…,
menarik sekali membaca “bagi2 ilmu internat marketing” yang saya terima link-nya dari pak Iim.
saya daftar untuk sesi yang akan datang….
… minta hadiah yang #2… magang di Virtual Consulting selama tiga bulan…
sementara ini, saya lengkapi syaratnya dulu…. pake Batik…
salam,
BUDI Rachmat
Akhir – akhir ini saya merasakan komunikasi 2 arah di sini, sebelumnya tidak begitu. Sebuah teladan komunikasi online yang bagus, Pak. Indonesia memang butuh contoh. Kalau sekedar teori, sudah banyak sekali.
Ooo giliran ku besok yah …
saya kira ada disini…
[...Adopsi “news value†tradisional yang dipakai oleh kalangan PR agency ketika mereka pitch di media konvesional..]
baru saja saya membaca tulisan seorang kawan.. kebetulan juga menulis buku “the New Rules of Marketing & PR” disana, ditangkap kesimpulan bahwa, value dari social media berbeda dengan media tradisional.. lalu kenapa kita harus mengAdopsi “news value†tradisional?
apa agar para PR tradisional yang enggan keluar dari hal yang mereka kuasai match dengan generasi baru?
[...] arham blogpreneur: Ooo giliran ku besok yah … saya kira ada disini… [...Adopsi “news valueâ€Â... [...]
Pak Nukman, sekali lagi terima kasih banyak udah berbagi ilmu buat kita semua. Next time ke Bali, janji deh saya traktir yaaa…di Paket Ikan Bakar 10ribu Jimbaran (yg masak org Yogya loh, lucu jg), disini nih http://bit.ly/1KBqqP Thanks!
[...] saya pribadi, overall acara PB2009 sukses sangat, tetapi kalau saya boleh mengutip tulisan Om’Nukman Lutfie (dan editan sedikit dari saya): “Ingat pada hukum kepuasan peserta acara apapun: sehebat [...]