Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Meningkatkan User Experience, Oleh-oleh dari Pengajian Dotcomers V.2

November 23, 2006
Oleh Nukman Luthfie

 

Pernahkah punya pengalaman seperti ini? Anda mendaftarkan diri menjadi anggota sebuah situs web, mengisi formulir yang begitu panjang, termasuk user id, password, serta tetek bengek informasi pribadi lain. Setelah Anda mengisi sekian banyak kolom dan klik tombol submit alias kirim tiba-tiba mendapat jawaban: “Mohon maaf user id yang Anda pilih sudah dipakai orang lain. Silahkan pilih user id lain.” Saya yakin, yang pernah mencoba membuat akun email di Yahoo! atau penyedia jasa email lain sudah merasakan hal itu. Kesal?

Kemungkinan, Anda kesal. Kenapa tidak sejak awal dikabarkan bahwa user id itu sudah dipakai orang lain? Tapi mungkin juga tidak kesal karena menyadari bahwa Anda dapat menggunakan jasa itu — membuat akun email misalnya — gratis. Apalagi Anda juga beranggapan bahwa pengalaman seperti itu juga dirasakan di situs web lain sehingga user experience semacam itu dianggap lumrah.

yahoomail.JPG

Teknologi web sebelum ini memang tidak memungkinan user experience yang lebih bagus dari gambaran di atas. Segala hal yang dimita user via browser harus dikirim ke web server, lantas disambungkan ke database server, baru kemudian memberi jawaban ke web server dan disampaikan ke browser pengunjung. Jadi ketika Anda mengetik data diri plus user id, seluruh data itu harus dikirim dengan alur di atas. Akibatnya, Anda baru tahu bahwa user id itu sudah dipakai orang lain setelah terjadi komunikasi dengan web server dan database server.

Kini, dengan Ajax, hal itu bisa diatasi. Norman Sasono, Kepala Teknologi Intimedia, mendemokan, hanya beberapa detik setelah mengisi user id, ia langsung dikabari apakah user id itu bisa dipakai atau tidak. Padahal ia belum belum sempat mengklik tombol submit, bahkan selesai mengisi semua kolom. Bagi pengunjung dan calon pengguna jasa, kemudahan seperti itu pasti menyenangkan. Situs web menjadi lebih responsif.

Tentu saja, yang saya ceritakan di atas hanya salah satu bentuk perbaikan user experience. Bentuk lain dapat dilihat di Google Sugest. Ketika mencari apapun di Google, Anda harus mengetik penuh keyword-nya. Di Google Sugest, Anda akan dipandu untuk mendapatkan keword tanpa harus mengetik penuh kata-kata itu. Coba saja pengalaman baru itu di versi beta Google Sugest.
googlesugest.JPG

Teknologi Ajax memungkinkan hal di atas. Dengan Ajax, jalur komunikasi sedikit diubah. Jika sebelumnya seperti yang saya ceritakan di atas. Dengan Ajax alurnya berubah: dari user — sript di browser — dikirim ke web server — disampaikan ke database server — jawaban.

Blog ini bukan blog teknologi, oleh karena itu saya tidak akan membahas itu. Jika ingin lebih ditil, silahkan baca “Ajax, the New Approach to Web Applications“. Pesan dari paparan di atas adalah: berkat Web 2.0 yang antara lain diwakili oleh Ajax, kita bisa memperbaiki user experience. Saya sarankan para dotcomer serta pengembang web mempelajari teknologi ini dengan baik dan menerapkannya secara tepat guna. Iya, sekali lagi, tepat guna, karena Ajax belum menjawab semua tantangan user experience.

Sebagai ucapan terima kasih saya kepada mas Adrianto Gani, CEO Intimedia, yang memberikan tiket gratis kepada anggota dotcomers untuk hadir di seminar itu, saya promosikan jasa pelatihannya. Intimedia akan menyelenggarakan pelatihan “Pengembangan Aplikasi Web yang Responsif dengan Ajax”, pada 11 dan 13 Desember 2006 dengan biaya Rp 850.000,-. Untuk registrasi silahkan telpon Anne di (021) 5260755 atau email ke anne@intimedia.com.

Tadi saya sempat lihat beberapa peserta Pengajian Dotcomer I yang hadir, termasuk mas Ferry Kinalsal Bulutangkis.com, Andi Ardian Waralaba.com, Danton Prabowo Prabawanto JagoanHosting.com dan lainnya. Semoga pengajian itu makin membuka cakrawala dotcomers.

Silahkan tulis kesan dan pesan mengikuti pengajian kedua itu di sini.

Sampai ketemu lagi di pengajian berikutnya.

18 Responses to “Meningkatkan User Experience, Oleh-oleh dari Pengajian Dotcomers V.2”

  1. catur pw says:

    yups, pengajian dotcomers V.2 siip banget!

    Alhamdulillah kita jadi tambah ilmunya, dan yang pasti tambah insyaf dan sadar bahwa bisnis online punya potensi yg besar untuk sukses!

    insya Alloh trauma tumbangnya dot com tidak akan menghantui lagi, yang ada hanyalah semangat untuk turut peran berpartisipasi aktif dalam Web 2.0 dan Web 3.0 serta Web X.0 selanjutnya. Amieen…. 3X

    btw, pengajian selanjutnya mengundang ustad syapa mas? apakah “Ustad mas Anggun” telah konfirmasi kesediaanya untuk membagi wejangan-wejangan hangat nan membangun?

    Kita tunggu kabar pengajian-pengajian selanjutnya.

    Thanks.

  2. Koreksi nama aja Pa’ Danton Prabawanto :d

    Sayang td ngga sempat ngobrol dengan Bapak. Kontak direct mail nya klo boleh tahu dimana ya Pa’?

    Tx

  3. Nukman says:

    Upss.. maaf mas Danton. Kesalahan nama sudah dikoreksi. Kontak japri silahkan ke nukman@gmail.com. BTW, kalau masih di Jakarta, silahkan mampir ke kantor untuk ngobrol2 soal pengajian di Surabaya.

  4. Nukman says:

    #1. Wah, istilah mas Catur, Pengajian Dotcomers V.2, sangat menarik dan insightful. Saya pakai untuk untuk istilah pengajian berikutnya ya….

    sssst.. judul tulisan ini pun saya ganti: Pengajian Dotcomers II jadi Pengajian Dotcomer V.2.

    Saya akan rayu mas Anggun untuk jadi ustad pada Pengajian Dotcomers V.3. Hayo siapa yang dukung?

  5. catur pw says:

    Saya dukung 100% :)
    saya tunggu pengajian dotcomers V.3 dengan pembicara Ustad Anggun dari pesantren Plasmedia.
    Smoga Berkah, Amien…

  6. yainal says:

    ikutan dukung V.3 :) *walo nggak bisa ikutan*

  7. ardha says:

    Mohon ijin Pak, saya usul pengajiannya V.3 di open space aja, gmn?
    di mana aja kek, ato skalian olah raga + rekreasi. Yah sekali-sekali ngk di dalem ruangan, kan sehari-hari udah melototi statistik di depan komputer. Kemaren waktu P V.2 juga sudah saya usulkan kejuragan waralaba, juragan helm dan juragan dotcomers lainnya.
    Untuk Ustad saya dukung, monggo diarrange waktu dan tempatnya.
    btw, temen-temen doctomers doain juga ya konsep dan produk dari kami cepet lahir. Dah nggak sabar neh. Nanti minta dukungan dan bimbingannya.
    Maturnuwun….

  8. hmmm…. mohon saran, bukankah ajax akan membuat performa web secara keseluruhan akan menjadi lebih lambat?

  9. Mas Wawan says:

    #8 performa situs emang akan menjadi lambat, karena cenderung mengload data terlebih dahulu. kayaknya trend nya kok kembali ke awal booming internet sekitar akhir 90an, dimana web Client Side lebih disukai dari pada Server Side.

    kalopun situs2 besar banyak yg sudah mengaplikasikan Ajax karena didukung performa “back end” alias server juga ok.

    Gak heran kalo Google ama Yahoo dah meng aplikasikannya, lah buat kita yang masih pake hosting lokal, ato server luar yg performanya nggak kaya punyanya Google.

    Belajar JavaScript lagi dehh..!

    Banding kan speed loading web test disni:
    http://www.eonenet.com/tool/speed_test.htm

    dengan ke-3 situs dibawah ini.
    http://www.wikimu.com
    http://www.kompas.com
    http://www.detik.com

    http://www.wikimu.com yg katanya sudah pake Ajax.

  10. Rizky says:

    500 ribu untuk seminar vs 500 ribu untuk jakjazz. pilihan terakhir yang menang. heehehe, maklum lagi kanker (kantong kering) :P tapi nyesel juga ngga ikut.

    coba laen kali dibikin rekamannya. biar bisa didonlot sbg podcast gituh. biar ngga dateng, manfaat tetep dapet.

    catet nih buat seminar V.3

  11. Pitra says:

    sebagai tambahan info.. n rasa terima kasih karena diundang gratisan..hehe.. saya post tulisan di blog saya ttg seminarnya:

    http://media-ide.bajingloncat.com/2006/11/26/bisnis-web-di-era-web-20/

  12. Adrianto Gani says:

    Hallo rekan – rekan dotcomers, terima kasih untuk yang sudah datang dan mendukung acara seminar hari Kamis kemarin. Sangat menyenangkan, terutama melihat interaksi dan diskusi yang begitu intensift yang terjadi di dalam dan di luar acara itu sendiri. Tak terasa hampir dua jam sejak sesi terakhir, kita – kita masih seru ngobrol dan bertukar pikiran satu sama lain. Moga – moga semakin memperkaya pengetahuan dan pengalaman kita semua.

    Thank you buat summary dan cerita mengenai seminar itu yang sudah dipaparkan oleh Mas Nukman dan Mas Pitra (bajingloncat.com), saya sendiri sedang mengemas materi seminar itu menjadi rangkaian buah pikiran yang akan saya share nantinya.

    Buat yang kemarin belum sempat hadir dan ikutan, don’t worry pasti masih banyak kesempatan, mas Nukman dan rekan – rekan sudah siap dengan serangkaian kegiatan dan kumpul – kumpul untuk kita semua. Betul kan ?

  13. Seperti yg Mas Nukman sampaikan, tergantung bagaimana kita apply Ajax ini. Ajax handy di scenario dimana hanya some (small) portion of the page yg perlu diupdate. Jd, daripada mengirim seluruh content (data & HTML) berulang-ulang dari & ke server, dan render ulang seluruh page di browser, akan lebih efisien kalau hanya data saja yg ditransfer & hanya part of the page aja yg diupdate. Irit bandwidth & responsif (tidak perlu reload the whole page). Tp tentu saja ada scenario2 dimana Ajax tidak bisa membantu. Ajax is not the silver bullet. Dan karena ada JavaScript “tambahan” maka load awalpun jd “lebih lambat”. Tp “click-click” selanjutnya… pasti lebih kenceng. Coba bandingkan Yahoo!Mail yg skrg (with Ajax) dan yg dulu (no Ajax).

    Spt kata Mas Wawan, ini adalah “client side technology strikes back”. Jd, it is time to learn Java Script again! :) Problemnya, ini juga yg jadi “quirks” Ajax. Maka itu Google merilis GWT (Google Web Tools) dimana code Java akan di”compile” utk jd Java Script sehingga kita hanya coding di Java. Atau ASP.NET Ajax Extensions dari Microsoft, disana ada declarative XmlScript yg looks “cleaner” dan kita tetap bisa coding dgn server side programing language.

  14. [...] Hasil dan liputan Pengajan Dotcomer V.2 ini bisa dibaca di weblognya Mas Nukman (Virtual Consulting): Oleh-Oleh dari Pengajian Dotcomers V.2 dan Pitra (bajingloncat.com): Bisnis di Era Web 2.0. Rasan-rasan yang ada, Pengajian Dotcomers V.3 akan dilaksanakan dalam waktu yang mungkin nggak akan lama dan mungkin akan dilaksanakan di Surabaya. [...]

  15. [...] Yes. I was Nukman Luthfie-ed.   Posted: Monday, November 27, 2006 11:40 PM by norman [...]

  16. ndoro kakung says:

    sayang, aku telat datang … :( .. untung masih kebagian pisang goreng keju ..:p

  17. Nukman says:

    Ndoro Kakung banyak kerjaan jadi telat. Blog ndoro makin bagus lho.

  18. catur pw says:

    #16 Selalu bikin senyum baru, dan ketawa ketiwi sepanjang hari, setiap kali berkunjung ke blog pecas ndahe, hehehe… daripada pecah nda*e mending liat pecas ndahe ;)

Leave a Reply

nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
tuhunugraha @tuhunugraha
Social Media Specialist
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
meisia @mumualoha
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • ferry kinalsal: - Setuju mas, sepertinya harus memilih salah satu media sosial tersebut untuk...

  • rusabawean: - hahaha #barutahu kalo bionya Pecinta Kuliner Nusantara :D

  • Tuhu Nugraha: - Salam kenal juga Mbak Linda, untuk segi desain mungkin bisa ditambah dengan tab...

  • Tongkonan: - Saya baru benar2 mengerti kasus yang menimpa Mario Teguh kemarin di twitter. :)

  • Joko Susilo: - Benar. kata pepatah “beda lubuk beda ikannya”. setiap social media...

  • Joko Susilo: - Sepakat. Kalau hanya berdasar KPI bisa-bisa hanya kejar setoran nge-tweet

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting