Akhirnya tiba juga saatnya. Wajah Detik.com berubah hari ini. Tepat pada ulang tahun ke 10-nya, portal berita terbesar di Indonesia itu merombak ulang user interface-nya. Perubahan ini menepis anggapan bahwa Detik.com takut berubah. Anggapan ini berembus sejak portal-portal lain berubah wajah secara serius untuk mengantisipasi perubahan user behavior, namun Detik.com bergeming, tetap dengan wajah lamanya yang sesak oleh iklan banner.
Bagi saya, perubahan wajah Detik.com kali ini bisa bermakna banyak.
Pertama, kesiapan Detikcom untuk mengantisipasi gerakan Kompas.com dan pesaing (dan calon) lain yang makin serius untuk menantang dominasi Detik.com.
Sebagaimana kita tahu, Kompas.com bukan hanya berubah wajah, tetapi berubah (meningkatkan) visi-nya. Hal itu tampak dari berbagai usahanya baik melalui investasi di fitur-fitur barunya, bandwidth internetnya, datacenternya, perubahan manajemennya, serta upaya marketingnya yang sudah pasti akan menghabiskan puluham miliar rupiah.
Okezone pun, saya yakin, tidak akan tinggal diam. Dengan dukungan modal dan jaringan media yang tidak kalah kuatnya dibanding Kompas-Gramedia Group, Okezone bakal melakukan kejutan-kejutan lain.
Sementara itu, sudah beredar kabar, Bakrie Group (atau pribadi Aburizal Bakrie sendiri?) sudah ancang-ancang masuk ke pertarungan ini Agustus mendatang melalui KanalOne.com. Kalau Bakrie turut main, tentu tidak akan main ecek-ecek. Maklum saja, Aburuzal Bakrie saat ini orang terkaya di Indonesia.
Beredar kabar pula, setelah gagal mengakuisisi Detik.com, Telkom siap membangun portal sendiri. Dukungan infrastruktur Telkom boleh dibilang nyaris tanpa batas. Kemampuan investasinya pun tidak perlu diragukan lagi. Tinggal memikirkan content-nya. Tidak heran jika Telkom bakal mengakusisi banyak content provider.
Pasar, apa boleh buat, makin kompetitif.
Jadi, apa boleh buat, Detik.com memang harus berubah.
Kedua, perubahan Detik.com adalah perubahan terencana.
Sebenarnya, Detik.com sudah berubah dan dilakukan secara bertahap sejak April 2008 ini. Kanal-kanal utama sudah berubah wajah satu per satu, mulai dari DetikInet, DetikFinance dan dilanjutkan yang lain-lain, termasuk DetikFood dan DetikBandung belakangan ini.
Tiga bulan lalu saya meramalkan, puncak perubahan wajahnya akan terjadi pada bulan Juli, dalam rangka 10 tahun Detik.com. Ramalan saya tidak meleset: hari ini, wajah sang ibu berubah, persis seperti wajah anak-anaknya, hanya dalam format yang lebih panjang.
Ketiga, Detik.com tidak ingin mengecewakan pelanggan setianya.
Masih ingat kasus manajemen yang menjadi pelajaran banyak manajer dan pebisnis di seluruh dunia? Ya, kasus CocaCola yang meluncurkan CocaCola rasa baru “New Coke” dan menghentikan produksi CocaCola klasik untuk menghentikan laju pertumbuhan pesaing terberatnya: Pepsi Cola.
Apa yang terjadi? Penggemar CocaCola marah. Meski menurut hasil survei, rasa New Coke dianggap lebih enak dibanding “Classic Coke” maupun Pepsi Cola, penggemar CocaCola lebih suka Classic Coke. Akhirnya, CocaCola kembali memproduksi Classic Coke.
Sebuah pelajaran menarik betapa pelanggan loyal sudah memiliki preferensi sendiri.
Barangkali, Itu sebabnya, perubahan wajah itu tidak menghilangkan warna khas Detik.com — latar belakang biru kulit telor bebek dan kombinasi warna lainya!.
Perubahan wajah lebih difokuskan pada penataan iklan yang lebih bagus dan enak dipandang mata, tanpa mengganggu kenikmatan membaca. Gangguan iklan banner — itulah salah satu keluhan utama pembaca Detik.com. Melalui perubahan ini, keluhan itu sudah terjawab tuntas.
Tentu saja, menata ulang penempatan iklan bukan pekerjaan sederhana karena hal itu juga menyangkut layout content secara keseluruhan. Tanpa kemampuan memahami online user behavior, upaya perubahan wajah akan menemui kegagalan. Untuk urusan satu ini, saya angkat jempol untuk Detik.com.
Pada ulang tahun ke 10, Detik.com memberi hadiah yang hebat buat pembacanya: wajah baru yang enak dibaca tanpa menghilangkan ciri khasnya.
Apakah pembaca setianya akan memberikan kado berupa loyalitas yang lebih hebat? Kita tunggu saja hasilnya. Bagaimanapun juga pasar sedang sangat kompetitif. Pengguna Internet kini disuguhi layanan bagus di mana-mana. Pilihan mereka banyak. Jadi, meski pekerjaan operasi wajah sudah selesai, pekerjaan rumah lain masih banyak.
NB:
1. Selamat ulang tahun buat Detik.com. Semoga sukses selalu.
2. Bagi pembaca Detik.com, saya buatkan polling di blog ini, silahkan isi di side bar sebelah kiri.
wah, kelihatannya semakin ramai saja media online di Indonesia. Apakah Venture Capital juga mulai yakin dengan kekuatan internet di Indonesia?
Semoga kehebohan ini diikuti dengan kemunculan Michael Arrington, Kevin rose,Mark Zuckerberg – versi indonesia nantinya
Sepertinya perubahan ini juga ikut menambah jumlah tempat iklan-nya ya? Sepertinya saya merasa seperti itu.
*Mendambakan Diet-Detik sambil minum Diet-Coke* … he he he
Saya langsung cabut plugins Firefox Adblock Plus saya, setelah buka detik.com dengan wajah baru.
Iklannya sudah rapi, gak ganggu seperti dulu.
makin rapi dah tambah maju aja buat detikdotcom…. pembaca jadi lebih dimanjakan dengan tampilan yang makin menarik…..
Selain berubah wajah, kalau jeli ada juga penambahan fitur yang signifikan di detik yaitu detikMap.
NL: Oh iyaa, ada fitur baru detikMap. Aye memang jeli
….
selain detikmap, fitur tambahan itu adalah : fotoanda, infoanda dan pro kontra.
Tapi menurut saya perubahan Detik.com, tidak terlalu signifikan masih dibawah ekspektasi. Saya teteup cinta dengan Kompas.com, apalagi dengan serial petualangnya. Selalu dinantikan setiap hari hehehe
akhirnya…..semoga perubahan ini jadi hal positif bagi perkembangan detik. gak lagi jadi portal iklan terbesar di indonesia, tapi kembali menjadi portal berita.
betewe eniwe buswe, selamat ulang tahun ke 10 untuk detik. semoga lancara selalu.
Dari segi design, saya masih suka intro page kanalone.com, semoga benar-benar serius dari berbagai sisi juga selain design.
Menurut saya pribadi, perubahaan layout detik ini belum benar2 maksimal dan mengikuti user behaviour secara baik dan benar. Kesan “Unclean” masih terlihat, bukan masalah iklannya banyak, tetapi karena memang dari segi designnya yang belum maksimal.
Contoh simplenya, pada saat kita membaca berita, mata kita sangat terganggu dengan background biru ditengah (mungkin karena ingin mempertahankan identitas lamanya detik)
Hal lain, kita akan mengetahui kenapa iklan flash di berbagai media international beberapanya tidak mengijinkan animation looping, terutama jika halamannya lebih dari 2 banner, betul… karena akan sangat mengganggu focus kita ke content. (kerlap kerlip kayak ditempat dugem…)
Anyway the show must go on, tinggal melihat bagaimana reaksi user dan reaksi Detik selanjutnya.
Happy birthday Detik.
“Andy OrangeMood is Online Advertising & Business Consultant”
Baca Detik, dari dulu sampai sekarang sepertinya masih kayak baca iklan.
Yang sekarang, rapi tapi masih ruwet.
Busyeetttt! Menurut data ComScore Media Metrix per Mei 2008 pembaca detikcom itu mencapai 8,6 juta! Lihat Kompas hari ini HAL 16. Pantes saja pemasang iklannya bejibun. Kalau diperhatikan pemasang iklan di detikcom itu perusahaan gede2 semua. Itulah. Data obyektif, profesional dan kredibel lebih bisa memetakan keadaan sebenarnya. Pendatang baru sering membesar-besarkan data Alexa, tapi iklan tetap sepi juga. Mungkin itu jawabnya. Kang Nukman pernah menulis bahwa data Alexa itu tidak menggambarkan keadaan sebenarnya, karena hanya menjejak user yang installed toolbar Alexa.
Good for Detik. Kadang-kadang rejuvenasi memang diperlukan. Namun satu hal yang harus diingat adalah jangan main konteks atau perubahan kosmetik tok, dari segi kualitas konten memang harus juga ditingkatkan. Jangan sampai orang masuk ke sana seperti baca iklan baris.
Menurut saya, meskipun janji yang ditawarkan oleh detik kepada pelanggannya adalah kecepatan berita, namun harus pula diingat bahwa muara dari segalanya dari proses bisnis manapun adalah harus mempertahankan quality, cost, and delivery (qcd), yang mana antara ketiganya memang harus terus diperbaiki. Tantangan dari ketiga hal tersebut adalah bagaimana quality bisa ditingkatkan namun pada saat bersamaan cost yang dikeluarkan dapat ditekan seefisien mungkin, tanpa mengurangi kecepatan on-time delivery-nya.
[...] Says: July 9th, 2008 at 2:26 pm Busyeetttt! Menurut data ComScore Media Metrix per Mei 2008 pembaca detikcom itu mencapai 8,6 juta! Lihat Kompas hari ini HAL 16. Pantes saja pemasang iklannya [...]
kok tampilannya blogger bgt…kata wordpress….:D
Makin oke aja detik ini.. oke lagi pak nukman ikut nampang juga di detik halaman pertama lagi. Good Luck for detik juga Mr. Nukman
Komentar #7, Tuhu Nugraha Dewanto:
“Tapi menurut saya perubahan Detik.com, tidak terlalu signifikan masih dibawah ekspektasi.”
Bagaimana kalau Bung Tuhu membuat alasan yang lebih detil? Perubahan signifikan seperti apa? Ekspektasi Anda apa?
Saya sendiri melihat perubahan detik ini cukup radikal. Bukan saja dari sisi desain perwajahan yang tampak nyata, tapi juga dari segi “user experience”…
Sebagai pembaca saya menemukan “keteraturan” dibalik “keruwetan” khas detik. Pengalaman sebaliknya saya dapatkan saat membaca Kompas.com (maaf ya, kendati Kompas tampak lebih rapi, tapi dibalik kerapiannya itu saya merasa “ruwet” mendapati dan membaca beritanya).
Bagi pengiklan, tampilan detik juga lebih “bersahabat”. Penataletakannya bagus. Visibilitas tinggi. Sekali lagi, coba bandingkan dengan Kompas yang menaruh pengiklan dengan “tumpang tindih” (tiga banner ditumpuk di satu tempat!). Secara desain (penempatan konten berita) Kompas mempunyai kemiripan dengan Time.com, namun soal menempatkan kavling untuk iklan, tampak sekali Time.com jauh lebih paham.
Alhasil, dari segi desain, tampilan detik baru boleh dikatakan berhasil menciptakan atosfir “reader friendly” dan “advertiser friendly”.
Bagaimana soal konten? Kekhasan detik paling kuat dan paling berasa ada pada “cara menyajikan” berita. Selera detik yang sedemikian rupa itu, saya kira telah mengajari kita bagaimana seharusnya sebuah berita “internet” dihidangkan. Ringkas. Santai. Judul cenderung provokatif, agak ancurr (kadang-kadang, atau malah seringnya begitu hehehe…) Dalam soal “taste” detik memang beda. Tapi itulah detik. Celakanya, Kompas pun belakangan ikut-ikutan gaya slonong boy detik… (misalnya: “Andi Soraya Mendesah di Depan Cermin”). Patut disayangkan, tapi barangkali Kompas sudah sampai pada kesimpulan, memang begitulah seharusnya berita internet disajikan. Padahal, sebagai pembaca, saya dan mungkin yang lainnya, mendambakan sesuatu yang berbeda dari yang biasa ada di detik (dan itu diharapkan ada di Kompas).
Soal selera… Selera saya memang sudah terbentuk oleh detik. Maklum saya membaca detik sejak 1999. Oleh karena itu, Bung Tuhu dkk yang sepertinya lebih gemar Kompas, jangan tersinggung kalau ternyata selera kita berbeda. Maaf. Terima kasih.
O ya, hampir lupa… Selamat ulang tahun untuk detik!
[...] turut merayakannya: VIRTUAL – Wajah baru Detikcom DonnyBU – detikcom, Reborn… Mas Karmin – selamat ultah detikcom Jurnalis NTT – Mengapa [...]
[...] Wajah baru detik.com [...]
Komentar # 14 Mirza-WhiteShirt Says:
July 9th, 2008 at 6:22 pm
“kok tampilannya blogger bgt…kata wordpress….:D”
Justru dengan meniru blog itulah detik jadi “bener”
Bukankah blog itu hasil olahan jutaan user experience?
[...] versi Indonesia yang membahas beberapa portal berita lokal, kemudian membaca juga di blognya pak Nukman, dan beberapa blog lain sekilas. Kalau diperhatikan mayoritas menyambut baik perubahan tersebut, [...]
tapi kesannya sekarang lebih sederhana tampilannya dari yang dulu…
Good job detik.com ! Happy birthday and..Good luck !!!
referensi masih detikcom deh, kecuali yg laen punya konsep beda, gak sekedar ikut-2an tren situs berita dotcom.
met ultah detikcom
Sebagai pembaca setia detik (sejak 1999) dan pernah bergabung dalam keluarga besar detik (2000-2005) saya turut berbangga dengan hut detik yang ke 10 dan puas dengan wajah baru detik. Saya membuka detik.com sebelum saya memulai hari kerja saya dan membuka detik.com sebelum pulang ke rumah saya dan ini telah menjadi rutinitas sejak 1999. Sukses buat detik.com, buat mas BD dan mas Ar, dan juga sukses buat mas NL untuk Virtualnya
saya pelanggan detikportal sudah sekitar 3 tahun. selama ini saya puas memanfaatkan konten detikportal, dengan alasan tidak ada iklan, analisanya cukup tajam, kesannya privat. setelah melihat tampilan detik.com, rasanya saya pengen berhenti saja dari detikportal, bila tidak ada perubahan baik desain maupun kontennya.
Saya lebih suka dengan tampilan detik.com yang baru, walaupun mereka sedikit memaksakan ciri khasnya. Pemaksaan ini membuat tampilannya kurang dinamis dan terlihat masih tetap statis.
Iklan? Sudah cukup baik penataannnya, jadi tidak mengganggu lagi. Pembagian kanal dengan warna yang berbeda, membuat kita tidak terlalu bosan dengan warna-warna itu saja.
Tapi saya perhatikan layout Detik.com itu mirip dengan website saya http://www.syaarar.com. Apakah mereka terinspirasi dengan web saya?
hihihi akhirnya detik mau coba niru gaya Okezone dan Kompas hehehe…. headline di kiri atas. Selamat sebagai follower ya detik…keep fight. Pro kontra kok kaya niru qbheadlines.com ya, hahaha i see detik mulai takut sama yang kecil2 juga. Detikmaps? nonsense. Saya 100 percent lebih suka google maps…lebih dari cukup.
Okezone terlanjur diasosiasikan dengan kepanjangan tangan keluarga Cendana dan kroni-kroninya (MNC). Sebuah media kalau sdh diasosiasikan mewakili kepentingan sebuah kelompok kekuatan, maka akan sulit berkembang jadi besar. Bisa eksis (dengan dukungan dana besar), tapi untuk jadi besar susah. Lihat, Okezone sdh 1 tahun lebih tapi ya gitu-gitu aja. Respon pengiklan minim. Pengiklan lebih suka kompas dan detikcom. Memang sempat ada puji-pujian di forum seperti ini, tapi itu tidak bisa dipastikan apakah ditulis oleh khalayak atau orang-orangnya Okezone, bukan? Sedangkan pengiklan lebih percaya pada hasil audit lembaga kredibel. Jadi menurut saya, simpang-siur semua opini di sini sekadar ramai kicau burung saja. Lembaga auditor profesional itulah yg lebih dipercaya.
Hmm .. kenapa warnanya koq dipertahankan yah? Aku sih pingin yg beda … iklan ok lah, udah ada kemajuan.
Ayo ganti warna!
Bikin betah skg kalo liat headline detik.com
trus lebih cepet loadnya lagi ! acungi jempol bwt tampilan detik.com \m/
Setiap Detik demi perubahan yang pasti
Mas,
punya data media2 online Indonesia gak? beserta contact nya?
terima kasih sebelumnya.
Salam,
Sriati
Praktisi PR
Berani berubah utk lebih baik itu kudu tanpa mengubah prinsip contentya. Selamat buat hijrahnya detik.com, smoga sukses! Utk yg lain, silahkan berlomba2 buat yg Terbaik utk semua!
selamat ulang tahun detik, aku penggemar berat mu