Connect with us
close

Virtual.co.id

Cara Menghadapi dan Mendidik Anak Bandel Serta Keras Kepala

Uncategorized

Cara Menghadapi dan Mendidik Anak Bandel Serta Keras Kepala

Cara menghadapi anak yang bandel dan keras kepala yang utama adalah dengan melihat dari diri anda terlebih dahulu sebagai orang tua, bagaimana anda memberikan kasih sayang dan perhatian, bagaimana anda bisa menjadi orang tua yang bijak terhadap hak-hak anank anda. Ada masa ketika anak-anak menjadi bandel, suka melawan dan cenderung keras kepala. Ini adalah fase alami yang berlangsung pada masa pertumbuhan anak anda.

Berikut adalah beberapa sebab anak menjadi bandel dan keras kepala:
Meniru Perbuatan
Mereka meniru perbuatan anda yang, maaf, terkadang juga keras kepala, atau anda sering bertengkar dihadapan sang anak.

Terlalu Memanjakan

Terkadang kita sebagai orang tua terlalu memanjakan anaknya, selalu memberikan apa yang diinginkan oleh mereka sehingga ketika suatu saat keinginan mereka tidak terpenuhi anak akan memprotes dan melawan.

Tidak Ada Waktu Khusus
Tidak adanya ikatan kasih sayang dan pengertian yang diberikan antara orangtua dan anak. Perlu bagi anda untuk memberikan waktu khusus seperti “Family Time” antara anda dengan sang anak. Waktu khusus ini juga dapat memberikan waktu pada anda dan pasangan untuk mengenal anak.

Mendidik Terlalu Keras
Kita sebagai orang tua kadang membiasakannya anak untuk selalu taat pada sesuatu secara fanatik dan kaku. Anak-anak yang terlalu sering diperintah mengalah, tanpa memberi pengertian yang lebih tehadap anaknya akan membuat dirinya menjadi jiwa yang keras.

Pengaruh Lingkungan

Anak kecil merupakan masa dimana mereka akan mudah menerima berbagai informasi, perilaku dan menirukannya yang didapat dari televisi maupun teman-teman sebayanya. Jadi anda perlu memberikan pengertian mana saja hal-hal yang tiak boleh dilakukan dan mana saja hal yang dibolehkan. 

 
Cara Menghadapi dan Mendidik Anak Bandel Serta Keras Kepala
Loading...
sumber gambar: www.standfirminfaith.com
Terkadang kebanyakan orang tua akan mengeluh tentang sifat anak yang keras kepala dan kurang paham bagaimana cara mereka mengatasinya. Anak mereka tersebut sering mengamuk bahkan melawan ketika dilarang untuk melakukan sesuatu. Bagaimana cara kita menghadapi anak-anak yang suka melawan dan keras kepala?
  1. Melihat kembali pada diri kita sendiri
    Kadang kita sebagai orang tua tidak menyadari bila anak kita memiliki hati yang keras, salah satu penyebabnya adalah diri kita sendiri. Marilah kita merendahkan hati kita sebagai orang tua. Berusahalah untuk menjadi pendengar yang baik dahulu, lalu sampaikan segala seuatunya dengan lemah lembut sehingga anak tidak terbiasa untuk ditantang dengan suara yang keras lalu hingga akhirnya mereka melawan.
  2. Hendaklah lebih fleksibel, lebih memberikan kasih sayang dan pengertian pada anak sesuai dengan kemampuan mereka menangkap masalah.
    Kebutuhan utama pada anak sebenarnya bukanlah materi yang banyak, namun yang paling utama adalah perhatian dan kasih sayang kita sebagai orang tua. Mereka secara alami selalu menginginkan hangatnya perhatian dan kasih sayang kita sebagai orang tua. Kasih sayang dan perhatian yang cukup untuk mereka akan menghindarkan kebutuhan anak pada keinginan akan materi yang sebenarnya tidak mereka butuhkan sehingga mereka tidak banyak merengek terhadap kebutuhan materi.
  3. Temukan apa hobinya dan salurkan hobinya
    Anak tentu memiliki bakat dan minat yang berbeda. Sebagai orang tua kita harus cermat dan tanggap terhadap hal ini. Misalnya bila terlihat anak kita suka mencoret-coret di tembok, mulailah ajarkan anak kita melukis pada kertas. Anak-anak normalnya memiliki seperti kelebihan tenaga. Itulah alasan kenapa anak-anak lebih susah untuk diam apalagi untuk diatur. Dia akan selalu aktif bergerak dan mencari kesenangan yang bisa mereka lakukan. Jadi arahkan kegiatan anak anak kita pada hal yang positif.
  4. Mampu mencari saat yang tepat untuk menasehati dan tidak mempermalukan anak di depan umum ataupun teman sebayanya
    Anak yang sering dimarahi didepan teman temanya membuat mereka sering rendah diri dan cenderung pendendam karena sudah malu. Bijaklah untuk mencari saat dan kondsi yang tepat untuk berbicara sehingga mereka juga merasakan kenyamanan atas perhatian orang tuanya.
  5. Tidak Memaksakan kehendak kita
    Anak sudah pasti merupakan cerminan dari diri kita. Bersikap demokratis pada anak juga mampu untuk meredam keinginan anak untuk menang sendiri.

Semoga kita sebagai orangtua semakin mampu untuk berkembang demi tumbuh kembang anak kita.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top