Connect with us
close

Virtual.co.id

14 Terapi Autisme yang Direkomendasikan

Uncategorized

14 Terapi Autisme yang Direkomendasikan

Autisme adalah jenis gangguan mental pada anak – anak, lebih tepatnya gangguan terhadap saraf secara kompleks. Anak yang mengalami autisme biasanya akan mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dan berinteraksi dengan anak lainnya, kadang juga mengalami gangguan akademik di sekolah, akibatnya anak autisme akan menarik diri dari teman-temannya. Autisme bisa disembuhkan dengan terapi autis.

Anak yang menderita autisme akan memiliki perilaku yang terbatas, akan ada suatu pekerjaan yang tidak dapat dia kerjakan. Tetapi anda dapat melakukan terapi terhadap anak yang menderita autisme. Terapi autisme bisa dilakukan sendiri di rumah oleh orang tua, tapi juga bisa meminta bantuan medis kepada ahli terapis.

1. Terapi visual

Terapi autisme yang pertama adalah dengan memanfaatkan media visual, anda dapat melatih penderita autisme menjadi lebih baik. Seperti yang kita ketahui bahwa penderita autisme dapat dengan mudah dalam belajar melalui penglihatan. Maka dapat anda manfaatkan untuk melatih apa yang sekiranya dibutuhkan oleh anak autisme.

2. Terapi okupasi

Pada sebagian besar penderita autisme, mereka mengalami gangguan pada saraf motorik mereka jadi melatih otot-otot halus pada anak penderita autisme juga sangat dibutuhkan. Ini merupakan terapi yang dapat membantu anak menjadi lebih baik pada bagian ototnya sehingga dapat berfungsi dengan tepat.

3. Menggunakan Biomedik

Tujuan utama dari terapi biomedik adalah untuk membersihkan fungsi-fungsi yang tak sesuai dan memiliki fungsi abnormal pada otaknya. Ketika system saraf pusat sudah baik, maka gejala autisme pada penderita akan berkurang. Terapi ini juga sebagai pelengkap terapi lainnya dengan tujuan untuk memperbaiki saraf dalam tubuh penderita.

4. Melatih fisik

Selain melatih mental dan pikiran penderita autisme, fisik penderita autisme juga harus dilatih. Dikarenakan, terdapat beberapa kasus autisme yang mengakibatkan penderita berjalan seperti lemas dan tidak mampu, otot-otot penderita yang lembek. Dengan melakukan latihan fisik, penderita akan memiliki otot yang lebih kuat.

Loading...

5. Latihan bermain dan berinteraksi

Bermain adalah hal yang memang disukai oleh anak-anak, termasuk anak penderita autisme. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk terapi.  Terapi ini merupakan terapi yang akan didampingi ahli atau terapis yang akan membantu penderita dalam menjalankan terapi ini. Pada terapi bermain, penderita akan dilatih dalam mengeksplorasi sesuatu, dan dari itu penderita autisme akan berkembang secara mental dan pikiran secara optimal.

6. Terapi Obat-obatan dengan bantuan resep dokter

Semua penyakit ada obatnya, itulah pepatah atau ungkapan yang sering kita dengar selama ini. Obat berguna untuk langsung memperbaiki gejala autisme pada anak. Terdapat obat khusus untuk memperbaiki perilaku hiperaktif, depresi, tak mampu konsentrasi dan depresi pada anak penderita autisme, serta tindakan agresif yang berujung melukai diri sendiri.

7. Melatih perilaku dan mengontrol perilaku autisme

Tujuan terapi perilaku adalah untuk memberikan reinforcement positif pada penderita autisme. Terapi ini tidak akan menghukum penderita apabila melakukan kesalahan, tetapi memberikan reinforcement positif sesuai kesukaan anak penderita autisme. Agar mendapatkan hasil optimal, lakukan secara intensif dan rutin.

8. Berlatih bicara

Terapi ini dapat anda lakukan sendiri di rumah bersama penderita autisme. Salah satu gejala autisme adalah sulit bicara,  jadi untuk menghilangkan gejala tersebut dapat anda latih dalam berbicara dan berbahasa. Selain berbicara, juga lakukan latihan interaksi, dengan begitu interaksi sosialnya tidak akan terganggu.

9. Menggunakan music untuk terapi

Dengan music anak penderita autisme dapat melatih integrase antara fisik, emosional dan psikologis penderita menjadi selaras. Terapi music bersifat terapeutik yang sangat bermanfaat untuk melatih fisik, kognitif, perilaku, sensoris, motorik penderita autisme serta untuk melatih komunikasi penderita.

10. Melatih integrasi Sensoris 

Terapi ini diharapkan mampu mematangkan susunan saraf pusat penderita autisme. Dengan terapi ini, susunan saraf penderita akan berfungsi lebih baik. Supaya kapasitas belajar anak lebih besar, maka perlu merangsang koneksi synaptic. Terapi ini dilakukan oleh ahli terapis dan lakukanlah kontrol secara intensif untuk hasil yang lebih optimal.

Baca Juga 15 Obat Tradisional Migrain yang Bisa Dibuat di Rumah

4 Terapi Autisme Lainnya:

11. Menggunakan makanan sebagai terapi anak autisme
12. Menggunakan pengobatan alternatif
13. Terapi perkembangan
14. Selalu memberi motivasi dan dukungan

Itulah beberapa cara untuk melakukan terapi terhadap terapi autisme. Tidak lupa untuk selalu sabar menghadapi anak yang memiliki keterbelakangan mental atau kelainan. Apabila anda memiliki keluarga yang mengalami autism bersiaplah menjalani beberapa terapi agar penderita autism dapat disembuhkan. Selalu menghubungi dokter atau ahli terapis sehingga terapi dilakukan dengan tepat dan benar.

Loading...

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top