Advertisements
Connect with us
close

Virtual.co.id

Macam Macam, Penyebab Dan Obat Penyakit Ginjal

Uncategorized

Macam Macam, Penyebab Dan Obat Penyakit Ginjal

Macam macam, penyebab dan obat penyakit ginjal. Ginjal merupakan organ berbentuk seperti kacang yang didalam tubuh kita terdapat 2 buah. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dibandingkan ginjal kiri karena tertekan kebawah oleh hati. Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urin.
Gagal ginjal dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, umur maupun ras. Dengan seiring bertambahnya usia fungsi ginjal juga kan mengalami penurunan. Biasanya pada orang berusia lebih dari 40 tahun karena akan terjadi proses hilangnya beberapa nefron. Berikut ini penjelasan dari fungsi ginjal, macam-macam, penyebab dan obat untuk penyakit ginjal.
Fungsi Dari Ginjal Pada Tubuh Manusia
  1. Mengekskresi sisa metabolisme protein, yaitu ureum, kalium, fosfat, sulfat anorganik, dan asam urat. Atau untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh.
  2. Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.
  3. Menjaga keseimbangan asam dan basa.
  4. Menghasilkan eritropoetin yang berperan dalam pembentukan sel darah merah.
  5. Menghasilan renin yang berperan penting dalam pengaturan tekanan darah.
  6. Merubah vitamin D menjadi metabolit yang aktif yang membantu penyerapan kalsium.
  7. Memproduksi hormon prostaglandin, yang mempengaruhi pengaturan garam dan air.
Macam Macam, Penyebab Dan Obat Penyakit Ginjal
Loading...
Macam-macam Penyakit Ginjal
Dalam dunia kedokteran dikenal 2 macam jenis gagal ginjal yaitu gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis
1. Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan penurunan fungsi ginjal yang bersifat menahun, berlangsung progresif yang akhirnya akan mencapai gagal ginjal terminal. Gangguan fungsi ginjal kronis dapat dikelompokkan menjadi empat stadium menurut tingkat keparahannya, yaitu:
Kondisi normal: Kerusakan ginjal dengan nilai GFR normal. Nilai GFR 60-89 ml/menit/1,73 m2.
  • Stadium 1: Kerusakan ginjal ringan dengan penurunan nilai GFR, belum terasa gejala yang mengganggu. Ginjal berfungsi 60-89%. Nilai GFR 60-89 ml/menit/1,73 m2.
  • Stadium 2: Kerusakan sedang, masih bisa dipertahankan. Ginjal berfungsi 30-59%. Nilai GFR 30-59 ml/menit/1,73 m2.
  • Stadium 3: kerusakan beratsudah tingkat membahayakan. Ginjal berfungsi 15-29%. Nilai GFR 15-29 ml/menit/1,73 m2.
  • Stadium 4: Kerusakan parah, harus cuci ginjal. Fungsi ginjal kurang dari 15%. Nilai GFR kurang dari 15 ml/menit/1,73 m2.
2. Gagal Ginjal Akut (GGA) adalah suatu sindrom akibat kerusakan metabolic atau patologik pada ginjal yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang mendadak dalam waktu beberapa hari atau beberapa minggu dengan atau tanpa oliguria sehingga mengakibatkan hilangnya kemampuan ginjal untuk mempertahankan homeotasis tubuh. Klasifikasi Gagal Ginjal Akut (GGA) dapat dibagi dalam tiga katagori, yaitu:
  • GGA Prarenal adalah terjadinya penurunan aliran darah ginjal (renal hypoperfusion) yang mengakibatkan penurunan tekanan filtrasi glomerulus dan kemudian diikuti oleh penurunan Laju Filtrasi Glomerulus.
  • GGA renal yaitu kelainan yang berasal dari dalam ginjal dan yang secara tiba-tiba menurunkan pengeluaran urin.
  • GGA postrenal adalah suatu keadaan dimana pembentukan urin cukup, namun alirannya dalam saluran kemih terhambat
Penyebab Terjadinya Penyakit Gagal Ginjal
1. Gaya Hidup
Gaya hidup tidak banyak bergerak ditambah dengan pola makan buruk yang tinggi lemak dan karbohidrat (fast food) yang tidak diimbangi serat (sayuran dan buah), membuat menumpuknya lemak dengan gejala kelebihan berat badan. Gangguan metabolisme lemak menyebabkan Low Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida meningkat. Dalam jangka panjang akan terjadi penumpukan lemak dalam lapisan pembuluh darah. Ginjal bergantung pada sirkulasi darah dalam menjalankan fungsinya sebagai pembersih darah dari sampah tubuh.
2. Keturunan
Penyakit ginjal dapat terjadi karena faktor keturunan ataupun bawaan, diantaranya kelaianan struktur kistik maupun non kistik, kelainan fungsi, kelainan lokasi, jumlah dan fungsi ginjal.
3. Keracunan Obat
Beberapa jenis obat, termasuk obat tanpa resep, dapat meracuni ginjal bila sering dipakai selama jangka waktu yang panjang. Diantaranya: Antibiotik (Kanamisin, Gentamisin, Kalistin, Neomisin), aspirin, asetaminofen, ibuprofen ditemukan paling berbahaya untuk ginjal, pelarut (Karbon tetraklorida, metanol, etilen glikol), logam berat (merkuri, bismuth, uranium, antimony, arsenik).
4. Pekerjaan
Orang-orang yang pekerjaannya berhubungan dengan bahan-bahan kimia akan dapat mempengaruhi kesehatan ginjal. Bahan-bahan kimia yang berbahaya jika terpapar dan masuk kedalam tubuh dapat menyebabkan penyakit ginjal. Misalnya, pada pekerja di pabrik atau industri.
5. Lingkungan Panas
Kondisi lingkungan yang panas dapat, mempengaruhi terjadinya penyakit ginjal. Jika seseorang bekerja di dalam ruangan yang bersuhu panas, hal ini dapat mempengaruhi kesehatan ginjalnya. Yang terjadi adalah berkurangnya aliran atau peredaran darah ke ginjal dengan akibat gangguan penyediaan zat-zat yang diperlukan oleh ginjal, dan pada ginjal yang rusak hal ini akan membahayakan
6. Penyakit Sebelumnya
Yang dimaksud dengan penyakit sebelumnya adalah penyakit yang diderita dan bisa mengakibatkan penyakit ginjal, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.
  • Diabetes adalah penyakit yang menghambat penggunaan glukosa oleh tubuh. Bila ditahan dalam darah dan tidak diuraikan, glukosa dapat bertindak seperti racun. Kerusakan pada nefron akibat glukosa dalam darah yang tidak dipakai disebut nefropati diabetik.6 Nefropati diabetik merupakan komplikasi mikrovaskular diabetes melitus. Pada sebagian penderita komplikasi ini akan berlanjut menjadi gagal ginjal terminal.
  • Tekanan darah yang tinggi pada penderita hipertensi dapat merusak jaringan pembuluh darah ginjal. Hipertensi dapat menyebabkan nefrosklerosis atau kerusakan pada arteri ginjal, arteriola, dan glomeruli. Hipertensi merupakan penyebab kedua terjadinya penyakit ginjal tahap akhir. Sekitar 10% individu pengidap hipertensi esensial akan mengalami penyakit ginjal tahap akhir. 
7. Usia
Dengan semakin meningkatnya usia, dan ditambah dengan penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) atau diabetes, ginjal cenderung akan menjadi rusak dan tidak dapat dipulihkan kembali.
Gangguan fungsi ginjal dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya dapat disebabkan oleh penyakit hipertensi, adanya sumbatan pada saluran kemih, kelainan autoimun, infeksi saluran kemih, dan diabetes mellitus (Corwin, 1997). Konsumsi obat-obatan yang memiliki efek nefrotoksik juga dapat menjadi penyebab terjadinya gangguan fungsi ginjal. Obat-obatan seperti antibiotic golongan aminoglikosida, asiklovir, dan kaptopril dengan konsentrasi besar dapat menyebabkan kerusakan tubulus karena bersifat toksik dan menyebabkan dilatasi pembuluh darah di ginjal sehingga laju filtrasiglomerular menurun (Ganiswarna, 2005).
Bagian Dalam Ginjal
Tanda Tanda Seseorang Menderita Gagal Ginjal
Menurut Brunner & Suddarth, 2001 gagal ginjal memiliki beberapa tanda, yaitu:
1. Kardiovaskuler yaitu yang ditandai dengan adanya hipertensi, pitting edema (kaki, tangan, sacrum), edema periorbital, friction rub pericardial, serta pembesaran vena leher
2. Integumen yaitu yang ditandai dengan warna kulit abu-abu mengkilat, kulit kering dan bersisik, pruritus, ekimosis, kuku tipis dan rapuh serta rambut tipis dan kasar
3. Pulmoner yaitu yang ditandai dengan krekeis, sputum kental dan liat, napas dangkal seta pernapasan kussmaul
4. Gastrointestinal yaitu yang ditandai dengan napas berbau ammonia, ulserasi dan perdarahan pada mulut, anoreksia, mual dan muntah, konstipasi dan diare, serta perdarahan dari saluran GI
5. Neurologi yaitu yang ditandai dengan kelemahan dan keletihan, konfusi, disorientasi, kejang, kelemahan pada tungkai, rasa panas pada telapak kaki, serta perubahan perilaku.
6. Muskuloskletal yaitu yang ditandai dengan kram otot, kekuatan otot hilang, fraktur tulang serta foot drop

Pengobatan Untuk Pasien Gagal Ginjal
Obat yang digunakan untuk mengobati penderita penyakit ginjal memiliki karakteristik berikut:
a. Tidak menghasilkan metabolit aktif
b. Disposisi obat tidak dipengaruhi oleh perubahan keseimbangan cairan
c. Disposisi obat tidak dipengaruhi oleh perubahan ikatan protein
d. Respon obat tidak dipengaruhi oleh perubahan kepekaan jaringan
e. Mempunyai rentang terapi yang lebar
f. Tidak bersifat nefrotoksik.
Metode yang digunakan untuk mengobati
gangguan pada ginjal diantaranya adalah metode hemodialisis, dialisis
peritoneal dan pencangkokan ginjal (Corwin, 1997). Namun, metode terbaik
dalam melawan penyakit ginjal tentu saja melalui pencegahan. Pencegahan
yang umum dilakukan oleh masyarakat antara lain dengan melakukan gaya
hidup sehat.
Gaya
hidup sehat yang dilakukan seperti minum air yang banyak setiap hari,
berolah raga, pola makan sehat dan yang sedang populer saat ini
dimasyarakat adalah dengan mengonsumsi suplemen alami berupa tanaman
tradisional. Tanaman-tanaman yang umum digunakan masyarakat untuk
mengatasi penyakit ginjal antara lain daun meniran, daun tempuyung, daun
keji beling, temulawak, lengkuas dan daun sukun (Wakidi, 2003; Noveriza
& Rizal, 2008)
Pengobatan dilakukan menurut tingkat keparahan gagal ginjal, apabila belun parah dapat diobati dengan terapi dan melakukan perilaku hidup sehat. Dan untuk yang sudah parah dapat dilakukan pencucian darah, sebaiknya segera dibawa kerumah sakit.
Semoga artikel tentang Macam macam, penyebab dan obat penyakit ginjal ini bermanfaat bagi kita semua. Kami meminta maaf apabila ada kesalahan dalam pemuatan informasi ini. Artikel di ambil dari beberapa jurnal penelitian.
Loading...
Advertisements

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top